
Author POV
Sementara itu di tempat lain, lebih tepatnya di kediaman Adrian. Yoseph sedang membuat keributan dengan istrinya Sofie karena Yoga mengatakan pada Yoseph, Sofie telah datang ke rumah orang tua Rasti dan marah-marah di sana. Bahkan bicara uang tidak-tidak pada ibu Rasti.
Keributan itu terjadi di dalam kamar mereka berdua. Awalnya Yoseph hanya pulang ke rumah untuk mengambil berkas yang tertinggal, tapi Sofie membuat keributan karena setelah menikah Yoseph benar-benar mengacuhkannya dan tak menganggap nya sama sekali. Sofie memprotes perlakuan dari Yoseph itu, padahal sebelum menikah Yoseph memperlakukan Sofie layaknya seorang ratu dan menuruti semua keinginan nya.
"Coba katakan, apalagi yang membuat ku masih bisa respect padamu. Karena ulah mu ibuku jadi membenci Rasti bahkan sampai sekarang, lalu hubungan ku dengan Yoga menjadi renggang. Katakan apa yang bisa membuat mu masih layak aku perlakukan dengan baik?" tanya Yoseph kesal.
"Mas, aku melakukan semua itu demi nama baik keluarga kita, apa yang akan orang pikirkan kalau sebelum menjadi adik ipar saja dia sudah memisahkan kakak dan kakak iparnya?" bantah Sofie yang tidak mau disalahkan atas apa yang dia lakukan. Meskipun semua orang yang bisa membaca situasinya maka akan mengatakan bahwa dirinyalah yang bersalah.
"Demi nama baik keluarga kita, apa kamu tidak bisa melihat. Justru yang kamu lakukan itu bisa mencoreng nama baik keluarga ini. Marah-marah pada orang yang lebih tua di rumahnya pula. Apa yang kamu pikirkan?" tanya Yoseph lagi.
"Mas, ini semua juga aku lakukan demi keutuhan rumah tangga kita. Kita saling mencintai dan semua berjalan dengan baik-baik saja, lalu ada gadis itu datang dan membuat keributan. Dan kamu seolah acuh padaku...!"
"Jadi kamu merasa jadi korban di sini? merasa jadi orang yang paling menderita, begitu? apa kamu tidak sadar kalau semua ini juga karena mulutmu itu. Kamu yang telah menghasut ibuku, lalu kamu menyebarkan fitnah tentang gadis polos itu!" seru Yoseph.
"Gadis polos apa? dia tidak seperti yang kalian pikirkan, kalian terlalu memandang tinggi gadis itu!" ucap Sofie yang masih berusaha meyakinkan kalau pendapatnya lah yang benar.
Yoseph menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan apa yang ia dengar dari wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu yang terlalu memandang tinggi dirimu Sofie!" balas Yoseph.
Dan raut wajah Sofie ketika Yosep mengatakan hal itu kepadanya menjadi suram dan kelam. Dia tidak menyangka kalau ternyata Yoseph bisa bicara seperti itu padanya.
Di sisi lain Yoseph benar-benar tak habis pikir pada Sofie. Setelah menjauhinya supaya dia mengintrospeksi dirinya. Tapi ternyata itu semua percuma. Yoseph sudah tidak bisa lagi mengetahui jalan pikiran Sofie, dia seperti bukan Sofie yang dia kagumi saat pertama kali bertemu. Menurut Yoseph sudah tidak ada lagi Sofie yang lembut tutur kata dan perbuatannya, juga tidak ada lagi Sofie yang sangat perhatian padanya meskipun itu hal-hal yang kecil. Yoseph sungguh kecewa pada wanita yang sedang berdiri di hadapan nya itu.
Sebenarnya dia sudah ingin mengakhiri pertengkaran ini sejak tadi. Namun Sofie tampaknya terus saja sengaja mencari masalah dengannya. Hingga membuat Yoseph juga ikut terbawa amarah.
Sementara di luar kamar mereka berdua, Asti tampak memijit kepalanya yang terasa sangat pusing. Bagaimana tidak, sejak kedua orang itu menikah, yang mereka lakukan hanyalah bertengkar dan bertengkar saja. Tidak hanya membuat suasana rumah menjadi sangat kacau, tapi juga membuat para pelayan bergosip yang tidak-tidak. Dan hal itu sangat mengganggu kenyamanan di rumah itu.
Asti sudah terlanjur tidak menyukai Rasti, dia masih tidak bisa percaya pada apa yang telah dikatakan oleh Yoseph. Karena dia mendengar sendiri dari dokter Donna sahabatnya, tentang masa Lalu Rasti yang tidak terlalu baik. Entah apa itu, tapi itu akan tetap menjadi sebuah aib bagi keluarga mereka. Dan Asti yang sangat menyukai kesempurnaan tidak menginginkan nama keluarganya tercoreng sedikitpun.
Asti sudah berulang kali bicara kepada sofi dan berulang kali pula bicara kepada anaknya sendiri. Tapi semua itu seolah hanya dianggap angin lalu bagi mereka berdua. Saat Asti sedang menasehati Sofie atau sedang menasehati Yoseph mereka memperhatikan dan mengatakan mereka akan berbaikan. Tapi tak lama kemudian pertengkaran terjadi lagi dan itu terjadi secara terus-menerus selama pernikahan mereka yang baru berumur seumur jagung. Asti sangat mencemaskan hal itu. Masalahnya semua orang sudah tahu kalau Yusuf Adrian telah menikah dengan Sofia Almira, pernikahan yang megah bahkan Asti sudah mengundang semua kolega-koleganya baik dari dalam ataupun luar kota.
Kalau sampai pernikahan itu berakhir mau ditaruh di mana wajahnya. Dia sangat menyanjung menantunya yang satu itu. Wanita yang cantik, sangat lembut, model terkenal, perilaku yang baik, dan sangat berattitude. Tapi pada kenyataannya dia menyesali apa yang dia ucapkan, apa yang sudah dia koar-koar kan di muka umum. Karena ternyata menantunya itu tidak sebaik apa yang dipikirkan dulu.
Sementara itu di dalam kamar Yoseph. Pertengkaran masih terus berlanjut, ini karena shopee tidak membiarkan Yoseph untuk keluar dari kamar dan membawa berkas yang ketinggalan. Sementara Yoseph akan ada meeting sebentar lagi.
Yoseph tidak punya pilihan lain selain mendorong Sofie menjauh darinya.
__ADS_1
Brukk
Sofie terjatuh ke lantai. Dan air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.
"Mas, kamu bahkan memperlakukan aku seperti ini?" tanya Sofie dengan suara seperti orang yang sudah putus asa.
Yoseph sebenarnya masih menaruh simpati, awalnya dia ingin mendekati istrinya itu dan membantunya untuk bangkit berdiri, tapi tiba-tiba ponselnya berdering. Membuatnya menghentikan langkahnya kemudian menerima panggilan telepon itu yang ternyata adalah telepon penting dari rekan bisnisnya yang sudah menunggu sangat lama.
"Oh baik baik pak Anton. Saya segera kesan!" ucapnya lalu mematikan ponselnya lagi dan menaruhnya kembali ke saku jasnya.
Tanpa banyak bicara lagi Yoseph langsung keluar dari kamarnya dan pergi meninggalkan kediaman Adrian. Sementara itu Asti yang penasaran pada keadaan menantunya itu masuk ke dalam kamar Yoseph.
"Ck..!" Asti langsung berdecak kesal melihat menantunya itu masih terduduk dilantai sambil menangis.
"Apa dengan menangis seperti itu maka masalahmu akan selesai?" tanya Asti dengan nada dingin.
Author POV end
***
__ADS_1
Bersambung...