
Ibu Rita bahkan menjatuhkan sendok dan garpu nya ke atas piring. Dan raut wajahnya itu benar-benar sangat terkejut.
"Rasti, bagaimana mungkin bisa seperti itu?" tanya ibu Rita.
"Dulu kak Yoga dan juga Sofie itu berhubungan selama beberapa tahun sejak mereka kuliah bersama, lalu kak Yoga memutuskan untuk mengambil pendidikan pasca sarjana ke luar negeri, setelah hampir dua tahun dia kembali dan saat pulang, kakaknya sudah menikah dengan Sofie itu. Padahal waktu itu mereka belum putus, bahkan kak sebelum kak Yoga kembali, mereka masih video call pada malam harinya. Ck.. kasihan sekali kak Yoga!" aku menceritakan semua yang diceritakan oleh kak Yoga padaku pada ibu Rita.
"Apa perempuan yang datang waktu itu?" tanya ibu Rita.
Aku ingat Sofie memang pernah datang ke rumah dan marah-marah juga pada ibu Rita juga bibi.
Aku langsung mengangguk kan kepala ku dengan cepat.
"Iya Bu, memang perempuan yang waktu itu!" jawab ku.
Ibu Rita terlihat menghela nafas nya panjang
"Rasti, kamu harus hati-hati ya. Ibu lihat wanita itu seperti nya masih menyukai Yoga, dari apa yang dia katakan waktu itu jelas, dia begitu tidak menyukai mu. Tapi ibu tahu, itu bukan karena dia membela ibu mertuanya. Tapi karena dia cemburu padamu. Kamu benar-benar harus berhati-hati ya nak!" ucap ibu Rita dengan raut wajah cemas saat melihat ku.
Aku langsung mengangguk kan kepalaku. Aku juga sempat merasa seperti itu, aku juga merasa kalau perempuan bernama Sofie itu masih menaruh hati pada kak Yoga. Tapi aku yakin, kak Yoga sudah tidak mencintai nya lagi.
***
Keesokan harinya...
Seperti biasanya, kak Tirta mengantarkan aku sampai di depan sekolah. Aku turun dari motornya dan memberikan helm padanya.
"Pulang jam berapa?" tanya kak Tirta padaku.
Aku mengangkat bahu ku sekilas.
"Belum tahu kak, selesai ujian mau ada latihan drama musikal buat perpisahan anak kelas dua belas!" jawab ku.
Kak Tirta manggut-manggut, seperti nya dia mengerti. Tentu saja dia tahu, dia kan sudah kuliah, dan pasti dia pernah mengalami apa yang aku alami di SMA.
"Ya sudah, kalau lu udah mau pulang. Langsung telepon gue ya, gue hari ini gak ada kuliah, jadi gue stand by di rumah!" jelas kak Tirta yang ku balas dengan anggukan kepala.
Kak Tirta akhirnya pergi meninggalkan sekolah, aku juga masuk ke dalam area sekolah, saat melewati pintu gerbang aku menyapa pak Anteng.
__ADS_1
"Pagi pak Anteng!" sapa ku.
"Pagi neng Rasti!" sahut pak Anteng
Aku langsung berjalan melewati koridor menuju kelas yang di pakai untuk ujian. Karena masih pagi, belum banyak yang datang. Hanya beberapa orang saja. Dan tidak ada David di sana. Aku senang, aku bahkan menghela nafas lega karena itu. Aku langsung duduk di kursi ku dan menyiapkan alat tulis yang akan ku pakai untuk ujian.
Tak lama kemudian satu persatu murid lain datang, dan tak lama bel masuk berbunyi. Saat David menegur ku, aku pura-pura tidak melihatnya.
"Dia cuma bercanda kok!" seru sebuah suara dari arah kanan tempat duduk ku.
Aku menoleh ke arah sumber suara, itu adalah Luthfi.
"Maksudnya?" tanya ku tidak mengerti.
"Iya, David cuma bercanda. Dia itu malah suka sama salah satu teman kamu!" ucapnya lagi.
Aku benar-benar lega mendengarnya, tapi yang di ucapkan Luthfi tadi malah membuatku penasaran.
"Eh, tapi dia suka sama siapa, Dewi, Yusita, atau Nina?" tanya ku pada Luthfi.
Luthfi tidak menjawab, dia malah memalingkan pandangan nya dariku.
Tapi perhatian ku juga akhirnya teralihkan dari rasa penasaran ku pada Luthfi karena guru pengawas sudah masuk ke dalam kelas. Bu tari adalah guru pengawas hari ini.
"Selamat pagi semuanya!" sapa Bu Tari.
"Selamat pagi Bu!" jawab kami semua serentak.
Kemudian Bu Tari membagikan soal ujian. Kami mengerjakan nya, dan aku tidak mengalami kesulitan yang berarti karena memang kemarin aku sudah belajar bersama kak Yoga.
Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu, hingga tanpa terasa.
"Anak-anak, waktu habis. Silahkan kalian keluar, dan tinggalkan lembar soal serta lembar jawaban di atas meja!" seru Bu Tari.
Kami semua bangun dari kursi kami lalu mengambil tas kami dan keluar dari dalam kelas. Hari ini memang hanya tinggal satu mata pelajaran yang di uji kan. Saat ini aku sedang berada di depan kelas sambil memasukkan alat tulis ku ke dalam tas.
"Hei, kita latihan drama nya dimana?" tanya David yang tahu-tahu sudah berada di depan ku.
__ADS_1
"David, kaget gue!" seru ku pada David sambil memegang dadaku karena aku benar-benar terkejut.
"Kan kemarin udah di bilangin sama Bu Davina, kita latihan di ruang kesenian, makanya dengerin gak usah ngebanyol aja!" gerutu ku pada David.
"Kalau gitu tunggu apalagi, ayo kita latihan istriku!" ajak David.
Tadinya mungkin kalau Luthfi belum mengatakan kalau David itu hanya bercanda, aku akan berlari lagi seperti kemarin. Tapi karena sudah tahu David hanya main-main, aku malah ingin bermain dengannya. Aku merangkul lengannya dan berkata.
"Let's go!" seru ku.
David malah melepaskan tangan ku dari lengannya.
"Lu kenapa Ras?" tanya nya dengan raut wajah heran dan bingung yang menjadi satu.
"Gue gak kenapa-napa, tapi gue tahu satu rahasia tentang lu!" ucap ku kemudian dan membuat David langsung mengerutkan keningnya.
"Apaan?" tanya nya penasaran.
"Ekhem, lu suka kan sama... empth!" aku belum menyelesaikan kalimat ku. Tapi David malah menutup mulutku dengan tangan kanannya.
"Ssstt... diem. Iya iya gue janji gak usil lagi sama lu. Tapi jangan bilang ke orang lain ya?" tanya nya padaku, dan aku langsung mengangguk setuju.
Setelah itu, dia melepaskan tangannya dari mulut ku.
"Puih, tangan lu bau banget. Abis makan apa sih lu?" tanya ku pada David.
"Jengkol sambel ha ha ha!" serunya lalu berlari meninggalkan aku.
"Ih dasar, katanya gak bakal usil. Nyebelin!" gerutu ku lalu berjalan mengikuti David menuju ke ruang kesenian.
Sampai di ruang kesenian, sudah ada beberapa siswa dari kelasku. Tapi aku tidak melihat Dewi, Yusita dan juga Nina.
"Mereka masih di kantin kali ya?" gumam ku sendiri.
Lalu aku mendengar Dewi memanggil ku, mereka bertiga ternyata baru datang. Tapi saat aku akan menghampiri mereka, pandangan ku teralihkan pada David yang tengah melihat ke arah yang sama dengan ku. Aku jadi makin penasaran, siapa dari ketiga teman ku ini yang di sukai oleh David ya.
***
__ADS_1
Bersambung...