Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Keluarga Rakus


__ADS_3

"Minum dulu," Cia memberikan teh safron hangat pada Alkan.


Setelah kejadian tadi, Cia segera membawa Alkan ke kamar mereka. Bukan hanya agar Alkan tenang, tapi karena Cia harus membersihkan tubuh suaminya, yang masih basah karena keringat. Kaos abu abu polos yang di pakai Alkan memang banjir keringat, saat Cia menyentuhnya tadi. Entah apa yang sudah di lakukan Alkan di ruang Gym, Cia juga tidak tahu.


Bahkan saat Cia membersihkan tubuhnya, Alkan masih terdiam. Pria berlesung pipi itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun.


"Mas?" panggil Cia lembut.


Bahkan wanita itu memeluk leher Alkan dari belakang, karena saat ini Cia tengah mengeringkan rambut suaminya menggunakan handuk kecil.


"Mas Al, marah ya sama Cici?" cicit Cia.


Cia tidak suka keheningan ini, Cia lebih suka saat Alkan tersenyum malu kala dia menggodanya, atau saat keduanya malu malu tapi mau.


"Maafin Cici karena udah lancang, Cici cuma aneh aja pas Bunda minum obat yang belum pernah Cici lih-," ucapan Cia terhenti, saat dia merasakan Alkan mengecup lembut lengannya.


"Terimakasih, justru Mas berterimakasih sama kamu, karena sudah begitu peduli pada Bunda. Mas gak pernah marah, kenapa Mas harus marah? memang kamu salah apa, hm?" Alkan segera memotong ucapan Cia cepat.


Alkan berbalik, sekarang dia bisa melihat wajah cantik istrinya. Wajah cantik yang tadi sedikit mendung karena keheningan, namun kini Alkan bisa melihat pelangi mulai menghiasi langit kelabu.


Keduanya masih terdiam, namun gestur tubuh keduanya tidak mampu berbohong. Cia segera memeluk tubuh Alkan erat, Alkan pun membalas dekapan Cia tak kalah eratnya.


🕊


🕊

__ADS_1


🕊


"Uncle, yakin ini rumahnya?" tanya Galaska pada Luan.


Saat ini mereka berdua dan beberapa bawahan Luan, tengah memantau sebuah rumah bergaya kuno modern. Lebih terlihat seperti rumah kerajaan jawa, tapi lebih moderen.


"Saya sudah memantaunya sendiri, Tuan Muda." gemas Luan.


Bocah ini memang selalu membuatnya gemas ingin mencekik, sedari kecil hingga sudah dewasa Galaska tidak pernah langsung percaya padanya, sekalipun Luan terjun langsung kelapangan.


Galaska ikut menoleh saat dia melihat Luan menatap serius, pada beberapa orang yang baru saja keluar dari area rumah ala kerajaan jawa itu.


"Terlihat seperti pengacara, dan pria itu." gumam Galaska.


Satu satunya keturunan keluarga TJOKRO'AMINOTO yang masih hidup, setelah kecelakaan tragis menimpa seluruh anggota keluarganya. Maka dari itu seluruh harta keluarga Tjokro'aminoto ada di tangan Crystal.


Namun karena keserakahan saudara angkat sang Ayah, membuat nyawa Crystal pun kembali terancam, bahkan dengan teganya para benalu itu, memberikan obat penghilang ingatan pada Crystal.


Niat mereka ingin melenyapkan Crystal, namun rencana mereka berubah saat seluruh akta kekayaan keluarga Crystal, masih membutuhkan tanda tangan serta nyawa sang gadis. Itulah yang Galaska dengar dari mulut Luan, dia tidak menyangka kalau gadis yang tinggal bersamanya bernasib buruk.


"Apa Crystal ada di dalam?" tanya Galaska lagi.


Kedua matanya tidak pernah lepas dari ketiga pria, yang masih berbincang di depan gerbang.


"Nona Crystal tidak pernah keluar dari sana, orang bayaran saya juga mengatakan kalau mereka masih memperlakukan, Nona Crystal dengan baik." sahut Luan menjelaskan.

__ADS_1


Galaska terdengar berdecih, ' masih memperlakukannya dengan baik'? ya jelas saja, karena kalau mereka tidak memperlakukan Crystal dengan baik, para manusia rakus itu tidak bisa menyetir'i Crystal.


"Jadi, kapan kita bergerak Uncle?" ucap tidak sabaran Galaska.


Dia bukan orang yang suka menunggu, hal yang paling Galaska benci adalah menunggu.


"Kita lihat situasinya dulu Tuan Muda, kalau kita tiba tiba menyerang mereka tanpa alasan, anda bisa kehilangan Nona Crystal dengan cepat." balas Luan serius.


Karena keluarga rakus itu belum memperlihatkan kesalahan mereka, maka Galaska dan Luan akan menantikannya. Walaupun mereka sudah memiliki rekaman itu, namun Galaska juga ingin melihat secara langsung apa yang mereka lakukan pada Crystal nya.


'Tunggulah sebentar lagi,' gumamnya dalam hati.



NUNGGUIN LAMA BANGET SIH BANG, NGAPAIN AJA



SABAR MASIH MEETING INI,,YAELAH


**YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYYY MUUUUAAAACCHHH**

__ADS_1


__ADS_2