
"APA?!" teriakan Cia menggema, kala mendengar cerita Sang Mami.
Mulutnya terbuka, dia tidak menyangka kalau sang Abang begitu tega pada Crystal.
"Abang bener bener gak punya hati! Cici gak nyangka kalau Abang bisa tega kayak gitu." ucap Cia penuh kecewa.
Kedua mata indah gadis itu menatap tak percaya pada Abangnya, Galaska memang terkenal dengan sifat keras kepala serta batu, tapi Cia tidak menyangka kalau Galaska akan sekejam ini.
"Bilang dimana Abang nurunin, Crystal?" tanya Cia serius.
Kedua tangan gadis itu mencengkram erat, kaos hitam yang di pakai oleh Galaska. Kedua mata indah Cia menatap tajam pada sang Abang.
"Dijalan sepi, kamu mau ngapain? Abang tadi cuma mau ban- Cici! kamu mau kemana hei! Grecia?!" Galaska terus saja memanggil sang Adik.
Cia segera pergi meninggalkan Galaska dan sang Mami, langkah gadis itu segera di ikuti oleh Melody, yang sudah siap di depan pintu.
"Biar saya yang menyetir, Nona!" ucap datar wanita kaku itu.
Cia tidak bisa membantah, dia melempar kunci mobil kesayangannya pada Melody. Kedua wanita itu segera masuk kedalam mobil, tanpa peduli dengan panggilan Galaska.
Bahkan ancaman pria itu tidak mempan untuk Cia, walaupun Melody sempat ragu untuk membantah perintah sang Tuan Muda, namun saat melihat Cia mengangguk, wanita kaku itu kembali fokus pada mobil yang tengah dia kendarai.
Didepan teras sana, Galaska terus saja mengumpat saat melihat Melody, mulai berani membangkang pada perintahnya. Begitu pun dengan Cia, adik nakalnya itu semakin hari makin saja tidak menurut padanya, dan itu semua gara gara si gadis asing.
'Sialan! sudah aku buang saja masih merepotkan!' ucap kesal Galaska di dalam hati.
__ADS_1
"Mami kecewa sama kamu," ucap pelan Lovyna, membuat Galaska menoleh.
Dia bisa melihat raut kecewa sang Mami padanya, pria itu segera mendekat pada Lovyna, namun langkahnya terhenti kala melihat wanita itu mengangkat sebelah tangannya.
"Mami mau sendiri!" ucap pelan Lovy tidak ingin di bantah.
Wanita cantik itu berbalik meninggalkan sang Putra, Galaska mematung melihat kepergian sang Mami. Kedua tangannya mengepal erat, kedua sorot matanya menatap dingin.
Rasa kesal serta tidak sukanya pada gadis itu semakin besar, kalau bukan karena si gadis asing itu, Lovyna dan Cia tidak akan marah padanya saat ini.
π
π
π
"Kita harus kemana lagi nyarinya?" tanya Cia bingung.
Kedua matanya terus saja menatap ke setiap tempat yang mereka lewati, bahkan Melody mengendarai mobil dengan kecepatan rendah.
"Apa di daerah ini ada jalanan sepi, yang belum kita lewati?" tanya Cia pada Melody.
Wanita kaku itu menoleh, tidak lama dia mengangguk lalu menaikan laju mobilnya. Melody membawa Cia menuju jalanan sepi, yang pernah Melody lewati dengan Galaska
Setelah menempuh waktu beberapa belas menit, akhirnya mereka sampai di jalanan sepi, serut dan sedikit gelap, karena rimbun pepohonan. Di tambah lagi cahaya matahari, yang mulai masuk kedalam peraduannya. Keadaan di sana memang sangat sepi, Cia terus saja mengedarkan pandangannya ke setiap area itu.
__ADS_1
Cia sempat putus asa karena tidak kunjung menemukan Crystal, jalanan sepi ini adalah daerah terakhir yang Cia dan Melody telusuri.
"Nona!" panggil Melody.
Kedua mata wanita kaku itu menyipit, kala melihat siluet seseorang, tengah bersandar di bawah sebuah pohon.
"Crystal?" panggil Cia pelan.
Melody segera menepikan mobil, tepat di dekat orang yang tengah bersandar lemah di batang pohon. Tanpa menunggu Cia segera keluar dari dalam mobil, bahkan Cia hampir saja tersandung saat berlari kecil.
"Crystal?" panggil Cia.
Gadis itu segera memegang kedua pundak Crystal, bahkan Melody ikut menegakan kepala Crystal yang tertunduk di kedua lututnya sendiri.
"Ya Tuhan!" pekik Cia keras, kala melihat keadaan Crystal saat ini.
Kedua hidung gadis itu mengeluarkan darah, bahkan terlihat napas Crystal tidak teratur.
"Nona kita bawa langsung kerumah sakit!" Melody segera menyadarkan Nona Mudanya.
Kedua mata Cia sudah berembun, tanpa risih Cia menyeka darah Crystal yang terus saja keluar dari hidung gadis itu, dengan telapak tangannya.
'Aku pastikan, Bang Galak bakalan nyesel setelah ini!' ucap yakin Cia dalam hati.
__ADS_1
SAMA BUNGA AJA CANTIKAN CICIπππ