Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Kalau Tidak Cinta, Buat Apa Menikah


__ADS_3

Cia menatap prihatin pada Crystal, saat dia tiba di ruang rawat inap, Crystal baru saja sadar. Saat ini dia tengah di suapi bubur oleh sang Mami, sementara Alkan, Nagara dan Galaska hanya berdiam diri. Ketiga pria itu masih belum mengeluarkan suara sedikit pun, ketiganya bahkan masih duduk anteng di sofa.


"Habisin buburnya, nanti kalau masih belum kenyang bilang sama Mami." ucap Lovyna.


Bahkan dengan telaten dia menyeka sisa bubur di sudut bibir Crystal, keduanya terlihat sudah seperti anak dan ibu.


"Terimakasih, Nyonya Mami," lirih Crystal.


Tubuhnya masih lemah, punggungnya masih terasa sakit dan perih. Bahkan untuk bersandar saja rasanya sakit sekali, namun senyuman tipis Crystal terus saja mengembang. Crystal meyakinkan semua orang, kalau saat ini dirinya baik baik saja.


"Mami! M A M I, Mami tidak usah pakai nyonya, ngerti!" ucap tegas Lovyana, tidak ingin di bantah.


Wanita berkepala empat itu kembali menyuapkan bubur pada Crystal, sementara Crystal hanya mengangguk pelan. Salah satu sudut matanya diam diam melirik pada Galaska, entah kenapa keterdiaman pria bermulut syaiton itu membuatnya tidak nyaman.


Apa lagi saat ini Galaska terus saja menatap kosong ke arahnya, entah apa yang tengah di pikirkan nya. Bahkan saat tadi Lovyna mengomel kala menyadari penampilannya saat ini, Galaska hanya mengangguk tanpa bersuara.


"Mi?" panggil Cia.


Lovyna yang tengah memberikan minum pada Crystal menoleh, dahinya berkerut kala melihat raut ragu putrinya.


"Apa?" tanya Lovyna tenang.


"Yasmine mau nikah, surat izin menikahnya sudah masuk ke ruang kerja Mas Al." ucap Cia.


Si Nyonya Alkan meringis ngeri kala melihat wajah shock sang Mami, dan semakin tersentak kaget kala mendengar pekikan Galaska.

__ADS_1


"APA! SI KEMBANG KUNTI MAU NGEDULUIN ABANG NIKAH? wah gak bisa di biarin ini, pokoknya Gavy mau nikah sebelum didulin sama Kembang kunti!" protes Galaska.


Napas pria berambut ikal itu naik turun menahan emosi, bahkan rasanya Galaska ingin menjambak rambutnya sendiri. Tidak! dia tidak akan membiarkan dia di lewati untuk ke tiga kalinya oleh para adiknya.


"Menangnya kamu mau nikah sama siapa, Bang?" tanya Lovyna heran.


Sang Mami menatap geli pada Galaska, memangnya pria muda ini mau menikah dengan siapa? pacar saja tidak punya apa lagi calon istri.


"Y-ya sama yang mau lah," tutur Galaska tidak yakin.


Salah satu sudut matanya melirik pada Crystal, yang tengah mengobrol dengan Cia. Gadis berbaju pasien itu seolah olah tuli, dia tidak mendengar apa pun yang di ucapkan oleh Galaska, acuh tak acuh tepatnya.


"Memangnya siapa yang mau nikah sama kamu? kemarin aja pas ada yang ngajak nikah, sok sok'an nolak. Sekarang malah ngarep, memangnya cowok jaman sekarang sok jual mahal. Harus di pancing dulu, baru mereka peka. Tapi gengsinya, masih sama sih kayak cowok jaman dulu, nunggu si ceweknya nangis kejer baru ngomong suka." ucap Lovyna penuh sindiran.


Bahkan ucapannya mampu membuat Nagara menatap dingin pada Galaska, dia juga merasa tersindir secara langsung. Soalnya dulu Nagara juga sok sok'an tidak peduli dengan perasaan itu. Bukan karena gengsi seperti Galaska, namun karena status mereka saat itu.


"Kamu masih mau sama anaknya, Mami?" tanya Lovyna tiba tiba.


Kedua matanya menatap penuh harap pada Crystal, yang sedari tadi tidak mau ikut campur. Karena penolakan Galaska waktu itu, Crystal tidak berani berharap lagi.


"Kan waktu itu Bang Gala udah nolak Crystal, Mi. Jadi mana mungkin Bang Gala ma-,"


"Aku mau! hari ini kita nikah." Galaska segera menyela ucapan Crystal cepat.


Jakunnya naik turun saat melihat semua mata mengarah padanya, terutama sang Mami dan Cia. Bahkan Nagara sudah meraup wajahnya sendiri mendengar ucapan sang putra.

__ADS_1


"Kita nikah sekarang, mumpung ada Alkan." lanjutnya lagi.


Cia dan Sang Mami membuka mulutnya lebar, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.


"Tidak bisa seperti itu Mas, kedua belah pihak harus menyetujuinya. Tidak ada unsur pemaksaan, pihak perempuan juga harus ikhlas lahir batin menerima Mas Gala sebagai suami. Prosedurnya harus tertata tidak bisa mengambil kesimpulan cepat-," dia menjeda sejenak.


"-apa Mbak Crystal mau, menikah dengan Mas Gala, sekarang?" lanjut Alkan.


Sang Bapak Penghulu segera angkat bicara , bahkan bertanya secara langsung pada Crystal mau atau tidak, sementara sang gadis masih belum bisa menjawab.


"Awas aja kalau gak mau, ku buat hamil juga nanti." gumam pelan Galaska, sarat dengan ancaman.


Bugh!


Sebuah tas selempang tepat mengenai kepala Galaska, pria itu meringis menahan sakit saat kepalanya berdenyut.


"Ngomong apa kamu, berani kamu nyentuh Crystal sebelum halal, Mami potong sampai habis sosis Spanyol kamu ya, Bang!" ancam Lovyna serius.


Cia bahkan tertawa melihat wajah pucat sang Abang, Galaska memang hanya akan luluh pada sang Mami. Saat Lovyna bergerak, si pria bermulut syaiton itu akan menjadi bocah penurut.


"Crystal pikir pikir dulu ya, Bang Gala kan gak suka sama Crystal apa lagi cinta, jadi buat apa kita nikah?" ucap lirih Crystal.



KALAU GAK CINTA , BUAT APA NIKAH

__ADS_1



KAN KAN KAN, ATIT GAK BANG?


__ADS_2