
"Maigo no maigo no, gono'e ku'caem, ana ta nao ki wade kude suka," terdengarlah sudah suara ngebas Galaska, saat menyanyikan lagu anak anak dari negara Jepang itu.
Bahkan hanya satu bait lagu yang Galaska hapal, lirik selanjutnya hanya berputar putar saja tidak maju mau pun mundur.
Disaat Cia terus saja bertepuk tangan heboh kala sang Abang bernyanyi, semua orang yang mendengarkan nyanyian Galaska tertawa, bahkan Yasmine sudah tidak tahan lagi untuk pergi ke kamar mandi. Si imut Lora bahkan ikut bertepuk tangan saat Galaska bernyanyi, Lora senang karena lagu itu sering dia dengar saat sang Mama memutarnya di mobil.
"Maigo no, maigo no," beo Lora.
Balita cantik itu menggoyangkan tubuhnya kekanan dan kekiri, mengikuti alunan lagu serta lirik dari ponsel tantenya.
"Udah ya?" ucap Galaska memohon.
Jatuh sudah ke garangannya di hadapan Crystal, mungkin kalau dia di lecehkan hanya didepan keluarga besarnya, Galaska tidak masalah. Namun saat ini ada gadis yang akan menjadi pendamping hidupnya, dan mereka tega melalukan hal ini padanya.
"Padahal Cici masih mau denger Abang nyanyi, tapi gak apa apa deh Abang berhenti aja nyanyinya. Suara Abang bikin Aryan nangis tuh," tutur Cia apa adanya.
Memang benar, Prince Aryan sempat menangis saat mendengarkan Omnya itu bernyanyi tadi, lain dengan Lora- kakaknya. Balita cantik itu malah menikmati bahkan ikut bernyanyi bersama Galaska.
__ADS_1
Dengan perasaan campur aduk Galaska menjauh dari Cia, pria bergen Nagara itu mendekat pada Crystal, yang sedari tadi menahan tawanya agar tidak meledak.
Pria bermulut pedas ini ternyata begitu menggemaskan saat bernyanyi lagu anak anak tadi, walaupun suara bass nya membuat bulu kuduk berdiri, tapi lumayanlah buat hiburan.
"Kalau mau katawa, ya ketawa aja gak usah di tahan." ketus Galaska.
Pria itu mendudukkan tubuhnya dengan kesal, sang kekasih pun ikut meledek bahkan menertawakannya.
"Gala nya capa cih ini, kok ucul banget." bisik Crystal, membuat Galaska mencebikan bibirnya kesal.
🕊
🕊
🕊
"Memangnya kenapa Bu? kok mereka sampai pindah rumah, perasaan tidak ada masalah apa pun sama warga sini." tanya ibu ibu berdaster merah.
__ADS_1
"Memang gak ada masalah sama warga kita mah, tapi katanya Dokter Eli yang punya masalah sama rekan kerjanya. Dokter Elina di pecat dari tempat dia bekerja karena terlibat skandal, terus kliniknya juga di sita karena belum dapat izin resmi. Saya gak nyangka kalau klinik itu belum dapat izin, padahal pasien Dokter Elina banyak termasuk Mak Mar juga kan?" lanjut si ibu alis tebal nan hitam karena di ukir.
Bunda Marwah mengernyitkan dahi kala mendengar ucapan para tetangganya, di pengajian seperti ini saja para ibu ibu masih sempat bergosip, ya walaupun gosipnya itu benar adanya.
Tapi Bunda Marwah tidak menyangka kalau Dokter cantik itu pindah dari lingkungan tempat tinggalnya, Bunda Marwah di buat tidak percaya lagi kalau klinik itu belum dapat izin resmi. Setelah kejadian beberapa minggu yang lalu, Alkan dan Cia memutuskan kalau Bunda Marwah akan di kontrol oleh Dokter Hanna.
Dan sekarang kesehatannya semakin baik dari hari kehari, bahkan dosis obat yang Bunda Marwah konsumsi makin berkurang, walaupun masih harus rutin memeriksa kesehatannya.
" Selama bertahun tahun saya memang berobat sama Dokter Eli, tapi saya gak tau kalau kliniknya belum dapat izin. Lagian hampir beberapa minggu ini, Alkan sama menantu saya sudah mengganti dokter jantung saya sama yang baru Bu Romlah, bukan Dokter Eli lagi. Jadi saya tidak tahu apa pun, apa lagi perihal masalah skandal itu." ucap Bunda Marwah apa adanya.
Semenjak kejadian itu Bunda Marwah kehilangam restpeck pada Elina, dia benar benar tidak menyangka kalau dokter cantik dan selalu ramah serta baik bisa setega itu padanya.
"Semoga keluarga Bu Sarah baik baik aja ya, kita tetangganya cuma bisa doain gak bisa apa apa." timpal si ibu berdaster merah prihatin.
"Aamiin," semua orang mengaminkan, tak terkecuali Bunda Marwah.
Bunda Marwah berharap, kalau Elina akan menjadi lebih baik setelah ini.
__ADS_1
BAYANGIN AJA SENDIRI BANG GALAK NYANYI MAIGO NO, DENGAN SUARA BASS NYA WKWKWK