
"Aku sudah bilang, jangan ngikutin!" sentak Crystal.
Gadis berkulit putih susu itu menatap geram pada pria yang dua hari ini menjadi pengawal pribadinya, Crystal merasa tidak nyaman. Setiap kali dia bergerak, sang pengawal terus saja mengikuti pergerakannya.
"Saya pengawal anda Nona, jadi sudah tugas saya mengikuti kemana pun Nona melangkah." tutur si pria tenang.
Kedua matanya menatap lurus ke depan, si pria terlihat tidak berani menatap secara langsung ke dua mata biru bening itu. Netra biru yang selalu menatap sendu dan sayu, netra yang tidak sanggup dia tatap terlalu lama.
"Kenapa suara kamu, gak asing buat aku," ujar Crystal.
Kedua matanya menyipit tajam pada sang pengawal, bahkan dengan liar Crystal menatap pengawalnya dari atas hingga bawah. Crystal mendekat, gadis itu semakin mengikis jarak, kedua matanya memindai setiap lekuk tubuh pengawal pribadinya.
Sedangkan si pengawal hanya diam tak bergerak, dia tengah berdoa agar gadis bergaun biru yang tengah memindai nya ini, lupa ingatan sementara.
"Suara kamu mirip-, tapi tidak mungkin sih. Apa telinga aku mulai bermasalah, masa iya setiap kamu ngomong aku malah kepikiran pria galak itu. Pria jahat yang membiarkan aku di bawa begitu saja, bahkan saat aku bertanya kenapa dia tidak menikahi ku saja agar Raiden tidak bisa membawaku, aku langsung di tolak mentah mentah! dia bahkan menyuruhku pergi. Dia benar benar jahat, aku membencinya," ucap kesal Crystal begitu menggebu gebu.
DEG!
Jantung sang pengawal berdetak lebih kencang, apa lagi saat mendengar kalau gadis yang dia jaga ini membenci identitas aslinya.
"Sudahlah, kamu tidak akan mengerti! karena semua pria itu sama saja, tapi sepertinya aku akan menerima Rai sebagai suami ku. Biar pun dia misterius, setidaknya dia tidak pernah marah atau pun membentak ku, seperti dia yang selalu marah marah." lirih Crystal.
__ADS_1
Setelah mengucapkan itu, Crystal segera meninggalkan sang pengawal pribadi yang masih mematung di tempatnya.
🕊
🕊
🕊
"Tadi siapa?" tanya Alkan.
Saat ini si Bapak Penghulu tengah menikmati makan siangnya bersama Cia. Setelah acara ijab kobul selesai, pihak panitia pesta segera mempersilahkan Alkan dan para tamu undangan santap siang.
Wanita berkebaya cantik itu mengerejabkan kedua matanya, melihat raut wajah sang suami. Cia sadar kalau si Bapak Penghulu tengah memendam sesuatu saat ini, sesuatu yang membara di dalam dadanya.
Bahkan Alkan tidak bertanya lagi, pria berlesung pipi itu lebih memilih mengunyah opor ayamnya. Sementara Cia, dia mengulum senyumannya melihat Alkan makan dengan malas.
"I love you," ujar Cia tiba tiba, wanita cantik itu berbisik di salah satu telinga Alkan.
"Mas Al jangan ngambek gitu, dia cuma ngajak kenalan tadi. Tapi Cici gak nanggepin kok, senyum dong masa Bapak Penghulu kesayangan Cici cemberut gini. Jadi pingin gigit tau gak, untung tempat rame kalau gak udah Cici seret." ucap gemas Cia.
Bahkan dengan santai Cia menyendok sambal goreng ati di piring suaminya, tidak ada jaga image saat bersama Alkan. Cia juga ingin memperlihatkan pada para ibu ibu penjaga prasmanan, kalau pria yang sedari tadi mereka pelototi sampai ngiler itu adalah hak miliknya.
__ADS_1
"Kamu mau lagi?" tanya Alkan lembut.
Satu tangan Alkan sudah melayang di udara, menyodorkan sendok berisikan sambal goreng ati miliknya pada Cia. Cia yang tengah menikmati makan siangnya segera menoleh, kedua sudut bibirnya terangkat dengan senang hati Cia menerima suapan suaminya.
Alkan bahkan menyeka salah satu sudut bibir Cia menggunakan ibu jarinya, senyuman manis Alkan terus saja mengembang. Tatapannya hanya tertuju pada Cia seorang, walaupun begitu banyak wanita di sekitarnya.
Untung saja suasana di sana lumayan sepi, walaupun masih ada beberapa pasang mata yang melihat kemesraan sepasang suami istri itu. Apa yang bisa mereka lakukan saat ini? mereka hanya bisa mengigit sendok serta tissue makan, ada juga yang mengigit lap piring yang di pegang.
Kemesraan Cia dan Alkan tidak vulgar, namun terlihat begitu manis dan mampu mematahkan para hati gadis lajang serta ibu ibu muda, yang sedari tadi menatap si Bapak Penghulu tanpa berkedip.
**PLIS DEH, MASIH PAGI INI
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR HARI INI
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**
__ADS_1