Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Abang Durjana


__ADS_3

Cia terus saja menatap layar ponsel, saat ini dia berharap kalau Alkan membalas DMnya. Karena saking pintar, Cia sampai lupa untuk meminta nomor ponsel si Pak Penghulu pujaannya.


"Apa dia masih sibuk? bukannya ini udah jam pulang kerja ya?" monolog resah gelisah Cia.


Setelah tadi dia harus mati matian, mencari alasan soal jaket, kini Cia kembali dilanda resah dan gelisah. Untung saja Sang Mami, masih percaya dengan semua bualannya.


"Bales dong Mas, kamu gak tau apa! aku disini udah ileran, nunguin balesan kamu." pekikan tertahan Cia, karena saat ini gadis itu tengah menyembunyikan wajahnya di bantal.


Bahkan saat ini, Cia tengah memeluk jaket hitam yang selalu dipakai oleh Alkan. Aroma parfum si Bapak Penghulu, membuat Cia semakin mengeratkan dekapannya. Cia membayangkan, kalau saat ini yang dia peluk bukan sebuah jaket, tapi si pemilik jaket.


Hingga akhirnya, perlahan kedua mata Cia terpejam. Sepertinya gadis itu, terlalu menikmati khayalannya.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu, membuat Cia yang hampir terlelap, kembali membuka mata. Dengan cepat Cia menyimpan jaket Alkan dibalik selimut. Perlahan, gadis itu turun dari peraduannya, berjalan menuju pintu kamar.


"Mami manggil suruh makan malam, ngapain sih di kamar mulu, pasti molor ya? udah cepetan turun, tuh di bawah udah ada si kembang kunti." ucap ngegas seorang Galaska, pada sang adik.


"Kalau ngomong tuh, kenapa harus ngegas sih Bang? Cici juga belum budeg kali, awas ngehalangin jalan aja, udah tau badan gede!" ucap kesal Cia.

__ADS_1


Gadis itu segera meninggalkan Galaska, yang terlihat mengedikan bahu tak acuh. Tidak lama, pria itu mengikuti langkah Cia, setelah Cia dan Galaska sudah berada dilantai dasar, barulah ponsel Cia berdering. Menandakan ada pesan masuk di instagram pribadinya.


🕊


🕊


🕊


"Na, aku jadi merana, stres karena abang, eh ternyata durjana, na teganya abang hina, aku kau duain, sama janda banyak dana." Yasmine terus saja bersenandung, tanpa dia sadari, sedari tadi Gala sudah siap melemparkan bantal sofa kearahnya.


"Berisik kembang kunti! dipikir ini panggung dangdutan!" sarkas Gala.


Tapi sepertinya Yasmine tidak peduli, dia berlalu meninggalkan Gala, sembari membawa sapu ditanganya.


Gala yang tengah sibuk dengan ponselnya, benar benar sudah habis kesabaran.


Bruuk!


Galaska melemparkan sebuah bantal sofa pada Yasmine, untung saja gadis itu masih bisa menghindar. Kalau tidak, mungkin saja si bantal sudah mendarat tepat di belakang kepalanya.


"Emang Abang durjana!" seru Yasmine, sebelum dia lari terbirit birit.


"KEMBANG KUNTI! LIHAT AJA YA, JATAH PULSA BULAN INI HILANG!"|teriak Galaska kesal, gadis remaja itu memang lebih menyebalkan dari Cia.

__ADS_1


Sementara didapur sana, Lovy dan Cia terlihat saling pandang mendengar teriakan Gala. Mereka berdua yakin, kalau Yasmine dan Gala kembali bertengkar.


"Mam?" panggil Yasmine, bahkan gadis remaja itu terlihat ngos ngosan.


"Kenapa lagi sih? kenapa si Abang teriak lagi? perasaan ini udah ke 5 kalinya Abang kalian teriak, kalian gak kasihan. Jangan digodain terus, udah mah jomblo, suka teriak, mana ada cewek yang mau sama si bujang Mami, nanti." omel Lovyna, kedua gadis ini memang kompak. Setelah satu personil mereka tobat, keduanya masih tetap tidak menyerah dalam menjahili Galaska.


"Yas cuma nyanyi doang Mam, Abang aja yang gak suka sama lagu, yang Yas nyanyiin. Padahal kemarin di kampus, Yas nyanyi lagu itu pas audisi," ujar Yasmine, dia tidak menerima kalau Gala di bela oleh tantenya.


"Memangnya kamu nyanyi apa didepan, Bang Galak?" tanya Cia dengan kekehan geli.


"Nyanyi dangdut, dengerin ya! ekhem ekhem, Na Aku jadi merana, stres karena Abang, eh ternyata durjana, na teganya Abang hina, aku kau duain sama janda banyak dana. " Yasmine kembali bernyanyi, bahkan gadis remaja itu bergoyang lentur.


Cia bahkan tidak kuat lagi untuk menahan tawanya, pantas saja Galaska murka, goyangan Yasmine serta suaranya membuat gendang telinga sakit.


"Pantesan aja, Abang kalian ngamuk! astaga Kak Genta, kenapa anak gadismu doyan goyang sama nyanyi." ucap miris Lovyna, saat melihat Yasmine dan Cia malah bernyanyi sambil bergoyang.



SI KEMBANG KUNTI



ABANG DURJANA

__ADS_1


__ADS_2