Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Pengawal Pribadi 2


__ADS_3

Galaska mengepalkan kedua tangannya, saat Crystal terus saja mengacuhkannya. Kedua kakinya terasa pegal, sudah hampir 15 menit Galaska berdiri bagaikan patung hidup. Apa ini yang di rasakan Luan dan Melody, saat kedua pengawal keluarganya terus berdiri angkuh di belakangnya, saat kedua orang itu memberikan perlindungan siaga.


'Astaga kaki ku kesemutan,' keluh Galaska dalam hati.


Ingin rasanya dia mengumpat dan menyumpah serapahi gadis yang tak acuh padanya, gadis yang memasang wajah tidak peduli sama sekali.


"Sudah aku bilang, kau pulang saja! bilang pada tuan mu kalau aku tidak butuh pengawal! tenang saja aku tidak akan kabur kok. Kenapa harus kabur? kalau aku bisa hidup enak disini. Lagian kalau aku kabur memangnya ada yang peduli padaku di luaran sana? tidak ada! orang itu- ah sudahlah kau membuatku malas merajut lagi!" tukas Crystal.


Gadis cantik itu meletakan rajutannya yang belum selesai, Crystal bangkit meninggalkan Galaska yang masih mematung di tempat, lalu perlahan mengikuti langkah Crystal masuk kedalam rumah.


"Sudah aku bilang, berhenti mengikuti ku!" pekik kesal Crystal.


Kedua kakinya dia hentakan ke lantai karena kesal, bahkan gadis itu menatap garang pada sang pengawal.


"Ada apa Aluna sayang, kenapa kamu marah marah hm?" suara seseorang dari arah belakang, membuat Crystal menghela napas kasar.


Belum juga hilang rasa kesalnya, si pembuat masalah ikut muncul. Crystal memasang wajah jutek dan garang pada kedua pria yang ada di dekatnya.

__ADS_1


"Tolong tarik kembali pengawal mu ini, Tuan Raiden! aku gak butuh, bayar honornya dan suruh dia pulang!" ucap kesal Crystal.


Kedua matanya menatap nyalang pada Raiden, entah kenapa Crystal tidak suka melihat wajah tampan dan misterius itu. Raiden memiliki wajah tampan, tapi entah kenapa Crystal merasa wajah tampan itu menyimpan banyak rahasia.


"Sayang, dia yang akan menjagamu selama aku tidak ada. Dia yang akan melindungi mu selama aku bekerja di luar kota nanti. Kamu tahukan, sebelum kita resmi menikah aku tidak bisa melindungi mu selama 24 jam." tutur pelan Raiden.


Setiap kata dan ucapannya seolah memiliki banyak cinta untuk Crystal, dan itu membuat Galaska berdecih dalam hati. Ternyata di jaman sekarang masih ada pria berlidah ular, berwajah dua penuh tipu daya.


"Terserah, aku tidak peduli." ucap tak acuh Crystal.


Bahkan gadis itu menghempas kasar tangan Raiden yang hendak menyentuh wajahnya, Crystal kembali melangkah meninggalkan Raiden dan pengawal pribadinya.


Bahkan pria berpenampilan necis itu segera pergi meninggalkan Galaska, sebelum si pria bermulut syaiton membalas ucapannya.


"Baik, Tuan Muda Raiden- bangsat." ucap Galaska patuh, bahkan dia memelankan suaranya di akhir kalimat.


Galaska menatap geram pada punggung lebar pria berjas necis, kedua tangannya mengepal erat. Kalau saja demi misi ini, sudah sedari tadi Galaska mencaci maki pria sombong serta arogan itu.

__ADS_1


"Sialan! pergi kemana lagi gadis nakal itu!" gerutu Galaska, saat dia kehilangan jejak Crystal.


Galaska terus saja berdecak, kala tidak menemukan Crystal dimana pun, namun saat dia melewati dapur dahi Galaska berkerut, kala melihat seorang gadis tengah menyantap satu ekor ayam bakar, yang baru saja keluar dari panggangan.


Galaska menatap ngeri, apa benar gadis ini seorang keturunan ningrat? tapi kenapa kelakuannya tidak menampakan kalau dia seorang putri.


"Anda disini, Nona? saya sudah mencari Nona keseluruh pendopo." ucap datar Galaska.


Datar dan bercampur kesal, bahkan rasa kesalnya melebihi rasa kesal dia pada Cia. Saat sang adik merengek atau pun mengerjainya habis habisan.


Crystal menoleh, mulut dan tangannya masih sibuk dengan ayam bakarnya.


"Aku tidak menyuruhmu mencari ku." ketus Crystal.


Gadis itu kembali melahap ayam bakarnya, tanpa peduli dengan raut wajah tak terbaca sang pengawal pribadi.


'Awas kau ya, Crystal!' ancam Galaska dalam hati.

__ADS_1



RUN CRYSTAL RUN, BANG GALAK KUMAT


__ADS_2