
Aisya terus saja menyusuri rak buku yang ada di perpustakaan, gadis itu terlalu fokus hingga tidak menyadari kalau sedari tadi Arion terus saja mengikuti dari arah rak buku di depannya. Mereka berdua hanya terpisah oleh jejeran buku yang berbaris rapih.
Pria remaja yang berusia 18 tahun itu menahan senyum kala melihat wajah serius sang gadis, kedua mata Arion tak jemu untuk menatap wajah cantik Aisya. Bisa mendekat namun tidak bisa menyentuh, bisa melihat namun tidak bisa memiliki, itulah yang saat ini tengah di rasakan Arion.
Tangannya melayang di udara, kala melihat Aisya menjauh karena tidak mendapatkan apa yang sang gadis inginkan.
Kali ini Arion memunculkan diri di belakang tubuh Aisya, kepalanya sedikit menunduk mendekat pada telinga sang gadis.
"Kalau gak bisa ngambil, minta tolong sama orang." bisik Arion.
Reflek Ais menoleh, kalau saja Arion tidak cepat menegakkan tubuhnya, mungkin hidung atau dahi mereka berdua akan bersilaturahmi, bahkan kemungkinan besar kedua bibir mereka akan bertemu.
Ais memundurkan langkah dengan cepat, detak jantungnya lebih kacau dari pada sebelumnya. Bahkan Aisya harus beristigfar berkali kali di dalam hatinya, saat melihat pria remaja yang ada di hadapannya ini tersenyum.
" Kamu mau ngambil buku yang mana, Ai?" tanya Arion saat melihat Aisya terdiam.
Ada rasa bersalah di dalam hatinya, kala melihat reaksi Aisya saat ini. Arion yakin kalau sang gadis masih terkejut karena ulahnya tadi.
"I-itu yang tentang alat reproduksi manusia," sahut Aisya gugup.
Ais yakin kalau saat ini Arion tengah menatap ke arahnya, karena dia saat ini tengah menunduk jadi tidak tahu, tapi Ais yakin sekali teman kecil plus tetangganya itu pasti sedang menatap padanya.
"Yang ini?"
Ais mengangguk saat melihat buku yang Arion berikan padanya, dengan cepat gadis itu meraihnya.
"Makasih, Bang Rimba." ucap tulus Aisya.
__ADS_1
Setelah itu Ais segera meninggalkan Arion yang terlihat masih mengulum senyum. Ais merasa jantungnya tidak karuan kalau dia terlalu dekat dengan Arion, entah kenapa dia juga tidak tahu.
🕊
🕊
🕊
"Mau Abang anterin dulu, apa gimana?" tanya Shaka.
Putra pertama Cia dan Alkan itu menatap sang adik dengan seksama, dia sedikit kesal karena Ais terus saja berpikir tanpa berbicara.
"Aisya?" tanya Shaka lagi.
Kalau bukan gadis ini adik kesayangannya, sudah sedari tadi Shaka pergi meninggalkannya.
Shaka tidak menjawab, pria muda itu hanya menghela napas kasar. Sepertinya dia lebih memilih bersama Aska si beku dari pada menunggu. Setidaknya Aska masih bisa di ajak berbicara, dan bermain game dari pada menunggu orang.
"Abang narik napasnya jangan gitu dong, kayaknya gak ikhlas banget sih." gerutu Ais.
Dan itu berhasil membuat Shaka menoleh, bahkan dengan gemas merangkul pundak Aisya.
"Iya, ya ampun nih anak cerewet banget sih. Jadi pingin Abang karungin, terus Abang jual ke tukang loak." ucap Shaka gemas, membuat Ais mendelik padanya.
"Heh! emang Abang kira Ais ini barang bek-,"
Ucapan Ais terhenti saat melihat dua buah mobil berhenti di hadapan mereka, bahkan Shaka pun terlihat mengeratkan rangkulannya pada Ais saat melihat beberapa orang turun dari mobil.
__ADS_1
"Maaf, apa ada yang tahu di mana Arion Rimba Ranaspatih?" tanya salah satu dari mereka.
Ais dan Shaka terdiam, mereka ragu untuk memberitahukan keberadaan Arion saat ini pada mereka.
Namun ternyata ada salah satu murid sekolah itu yang menunjuk ke arah lapangan basket, dimana Arion berada saat ini. Tidak lama Ais dan Shaka melihat Arion di bawa paksa oleh ke dua orang berpakaian formal itu.
"Bang Rimba, kenapa?" tanya Ais khawatir.
Shaka menahan Ais agar tetap di dekatnya, dia tidak akan membiarkan Ais nya mendekat pada mereka.
"Lepas! siapa kalian?" Arion terus memberontak.
"Ikut bersama kami secara baik baik, dan nanti kau akan tahu siapa kami!" sahut salah satu dari mereka.
"Lepas brengsek! aku tidak kenal dengan kalian!" berontak Arion.
Namun tetap saja tenaga Arion kalah telak, dia tidak bisa melepaskan cekalan kedua orang asing itu. Bahkan saat melewati Aisya, Arion hanya mampu menatap sendu. Dia tidak berdaya kala mereka membawa paksa dirinya menuju mobil.
"Bang Rimba?" panggil Aisya.
Namun Arion sudah tidak bisa melakukan apa pun, tubuhnya di cekal. Bahkan pihak sekolah pun tidak dapat melakukan apa pun, seakan pihak sekolah sudah mengetahui kalau ini pasti akan terjadi.
SEMOGA SUKA YA VISUAL RIMBA REMAJA HINGGA DEWASA NANTI. JUJUR OTHOR SIH YES, DIA NGESIP BANGET BUAT JADI KARAKTER RIMBA KALAU DI LIHAT DARI WAJAH BUL BUL NYA.
__ADS_1
KEJAHILAN RIMBA PADA AIS, PADAHAL NGAREP DOT COM JUGA SIH😂😂😂😂