
Braak!
Yasmine menggebrak meja dengan keras, gadis 18 tahun itu menatap satu persatu para model DIAMOND QUEEN, yang terlihat saling pandang.
"Siapa yang ikut event ini minggu kemarin? kenapa yang dia pakai bukan karya desainer DIAMOND QUEEN? tapi karya desainer perusahaan lain?!" sentak keras Yasmine.
Biar pun usia gadis beranjak dewasa itu lebih muda dari mereka, namun auranya sama seperti Berliana. Yasmine akan terlihat menyeramkan ketika tengah serius, apa lagi marah.
"El-Elvir, Miss." ucap salah satu dari mereka.
Yasmine yang saat ini tengah menatap layar laptop, terlihat mengalihkan pandangan kearah seorang model wanita.
"Elvir?" tanya Yasmine.
Kedua matanya menatap kearah salah satu model senior, yang tengah berdiri tepat di sebelahnya.
"Elvir Miles, model tertampan tahun ini. Bahkan dia menjadi sajian utama di majalah SC, wajah tampannya terpampang di cover utama. Dia lebih suka menjadi model bayaran sekali pakai, dari pada harus terikat kontrak." penjelasan Ambaresa, membuat Yasmine menoleh padanya.
"Cara kerja macam apa itu? berarti secara tidak langsung, dia akan membandingkan harga diantara perusahaan mode yang menyewanya, begitu?" sarkas Yasmine.
__ADS_1
Gadis itu tidak menyangka kalau ada model profesional, yang bekerja sesuka hati, tanpa memikirkan orang lain.
"Yup! betul sekali, Miss Cia dan Miss Bell dulu pernah menyewanya cukup tinggi, sekali dia berjalan di atas catwalk bayarannya bisa mencapai 10 Milyar, tapi sesuai dengan apa yang DIAMOND QUEEN dapatkan. Bayangkan saja, betapa kayanya pria itu. Sudah tampan, hot, sempurna, kaya raya lagi, ya walaupun katanya dia seorang player. Tapi, bagiku tidak masalah, yang terpenting aku bisa menjadi bagian dari hidupnya, apa lagi kalau sampai mengha...," ucapan model senior itu terhenti, kala melihat kedua mata tajam Yasmine.
"Kau mau membahas adegan 21+ mu disini, Jed?" tanya Yasmine kesal.
Yasmine menutup laptop, lalu kembali menatap kearah Amberesa serta para rekan modelnya.
"Aku ingin bertemu dengan pria mata duitan itu! tolong kau atur jadwalnya Jed!" titah Yasmine, tidak ingin di bantah.
Setelah itu Yasmine keluar, meninggalkan para model DIAMOND QUEEN, yang terlihat menghela napas lega.
🕊
🕊
🕊
"Besok Bunda mau bikin acara syukuran, buat kalian berdua." ucap Bunda Marwah tiba tiba.
__ADS_1
Alkan yang tengah mengulek bumbu, menoleh pada sang Bunda. Kedua netra dark coklatnya melirik pada Cia, yang tengah memarut singkong.
"Kita ikut Bunda saja, kalau memang itu perlu, biar Alkan dan Cia yang menyiapkan semuanya." sahut Alkan pelan.
Pria berlesung pipi itu tersenyum pada sang Bunda, yang duduk berdampingan dengan sang istri.
"Bunda ingin semua warga di pemukiman ini tau, kalau kalian sudah menikah, walau pun baru secara agama. Yang terpenting tidak akan ada fitnah dan dosa nantinya." ucap serius Bunda Marwah.
Kedua mata Bunda Marwah menatap secara bergantian, sepasang suami istri itu. Bunda Marwah tidak ingin Alkan dan Cia, nantinya mendapat fitnah atau pun gosip buruk, dari para warga pemukiman tempat tinggal mereka.
Dia tidak akan membiarkan gosip murahan, mengganggu kehidupan baru sang putra dan menantunya. Bunda Marwah akan mengantisipasi terlebih dahulu, walaupun ada beberapa warga yang tahu, kalau Alkan dan Cia sudah menikah secara agama.
Namun namanya mulut serta lidah orang. Kita, atau bahkan keadaan sekali pun, tidak akan bisa mengontrolnya kalau mereka tidak bisa mengerem ucapannya.
"Bunda akan mengundang semua warga dipemukiman kita," ujar Bunda Marwah lagi.
KEMBANG KUNTI KALO LAGI SERIUS DOYANNYA GEBRAK MEJA
__ADS_1