Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Nangka Rasa Blewah


__ADS_3

"Abang?" panggil Crystal.


Wanita yang tengah hamil muda itu mendekat pada Galaska yang tengah mengotak atik sebuah mesin.


"Iya Sayang," sahut Galaska pelan.


Crystal rasanya ingin tertawa mendengar suara mendayu lemah lembut si pria bermulut syaiton ini. Biasanya Galaska akan mengeluarkan ucapan pedas kala berhadapan dengan orang lain. Apa lagi kalau orang itu membuatnya naik pitam, sudah pasti kata kata keramat sang raja syaiton akan terdengar dan menyakiti telinga serta jiwa.


"Aku mau buah," pinta Crystal sederhana.


Wanita cantik itu mendudukkan diri di sofa usang yang ada di bengkel milik suaminya, kedua mata biru beningnya menatap tak berkedip pada Galaska.


"Mau buah apa hm, Jeruk Rambutan Semangka anggur Pisang Jambu Sirsak Strawbery Mangga Apel Mel-,"


"Nangka rasa blewah," ucap Crystal memotong ucapan suaminya.


Gerakan tangan serta mulut Galaska berhenti seketika, dahinya berkerut sangat dalam. Otak cerdasnya sejenak loading lama, buah apa yang di inginkan oleh Crystal? Buah Nangka rasa Blewah? apa ada peranakan seperti itu? mereka [Nangka dan Blewah] kawin lari kah, hingga menghasilkan bibit unggul macam itu.


"Abang?" panggil Crystal lagi.


"I-iya sayang, apa ada buah Nangka rasa Blewah? kenapa gak Melon rasa Timun aja sih. Atau gak Semangka rasa Melon gitu, biar gak susah amat nyarinya." Galaska mulai tawar menawar.


Satu tangan Galaska yang belepotan oli menggaruk pipinya yang tidak gatal, membuat wajahnya hitam. Pria si mulut syaiton itu menoleh pada Maman, seakan meminta pertolongan darurat.


"Buah itu tidak ada Boss, yang ada Nangka rasa Cempedak baru ada. Kita bisa nyarinya walaupun harus menyebrangi lautan, topan, hujan badai dan halilintar. Maman yakin kalau Nangka rasa Cempedak itu ada di dunia ini, tapi kalau untuk Nangka rasa Blewah itu sangat sulit Boss. Keluarga mereka gak ngasih restu jadi susah nyarinya karena mereka gak bisa bersatu, bahkan mungkin gak ada di dunia fana ini." timpal Suparman alias Maman mendramatisir.

__ADS_1


Bukannya tenang, Galaska malah semakin tidak bisa berpikir. Kalau saja Crystal tidak ada di dekatnya, Galaska yakin kalau kunci inggris yang ada di tangannya sudah melayang dan mengenai kepala Maman.


"Ya udah Mangga rasa Markisa aja," ujar Crystal, semakin membuat Galaska meraup wajahnya frustasi.


"Yang, yang benar aja sih. Mana ada buah kayak gitu, kalau buah Abang aja, mau?" tawar Galaska.


Maman tertawa lebar mendengar ucapan absrud Boss nya, baru kali ini di dan karyawan lain melihat Galaska kelabakan.


πŸ•Š


πŸ•Š


πŸ•Š


Cia mengecup ketiga anaknya secara bergantian, Shaka, Aska dan Ais tertidur didalam kamar yang sama, hanya berbeda tempat tidur. Karena Ais masih tidak mau berjauhan dengan ke dua saudara kembarnya.


Cia menoleh saat mendengar suara suaminya dari arah belakang, ibu dari tiga orang anak itu tersenyum pada Alkan. Cia menganggukkan kepala tanpa bersuara, kedua tangannya merentang meminta pelukan dari Alkan.


Sementara Alkan hanya menipiskan bibir saat melihat Cia kembali bermanja padanya, setelah seharian ini wanitanya berurusan dengan ketiga buah cinta mereka.


"Capek?" tanya Alkan.


Pria berlesung pipi itu segera merengkuh tubuh Cia erat, bahkan Alkan memberikan banyak kecupan di pucuk kepala sang istri.


"Enggak, Cici gak akan pernah merasa capek kalau berurusan sama Tripel A." gumam Cia.

__ADS_1


Membuat Alkan tersenyum mendengarnya, dekapan sang Bapak Penghulu semakin erat. Membuat Cia pun ikut mengeratkan dekapannya di tubuh sang suami.


"Terimakasih," ujar Alkan tulus.


Cia mendongak,"Buat?"


"Semuanya," timpal Alkan lagi.


Cia semakin melebarkan senyumannya, bahkan wanita itu sudah menduselkan wajahnya di dada Alkan.


"Apa pun untuk kamu, Mas Al." gumam Cia.


Cup


Alkan kembali mendaratkan kecupan lama serta dalam di dahi Cia, ciuman yang mewakili rasa cinta serta sayangnya yang amat besar pada sang istri.



CIA FOTO LAMAπŸ˜‚πŸ˜‚



**CIEE YANG LAGI PUSING


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU TOMORROW


BABAYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2