Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mengambil Kembali


__ADS_3

Galaska mengernyitkan dahi, saat melihat beberapa orang asing tengah duduk santai di gazebo. Bukan hanya Galaska yang di buat penasaran, namun Nagara dan yang lainnya pun ikut penasaran, siapa mereka?


"Mereka siapa, Pi?" tanya Galaska.


Pria bermulut cabai itu melirik Nagara lewat sudut matanya, namun ternyata sang Papi tidak menanggapi. Nagara melangkah terlebih dahulu, rasa penasarannya tidak dapat dia bendung lagi.


Tadi Luan hanya berbicara, kalau ada orang asing yang ingin bertemu dengannya, dan ini bersangkutan dengan Crystal.


"Kalian siapa?" tanya Nagara tanpa basa basi.


Kedua mata abu abu itu menatap penuh selidik pada pria bertuxedo hitam, yang sudah menegakan tubuhnya kala melihat Nagara mendekat.


"Hallo Tuan Nagara, saya Raiden." ucap si pria, bahkan dia mengulurkan tangannya pada Nagara.


Namun sepertinya Nagara belum menanggapi, pria beranak dua itu masih sangsi dengan orang asing yang ada di hadapannya.


"Kau tahu namaku? siapa kalian?" Nagara kembali bertanya, dan kini terlihat lebih serius.


Bahkan Luan dan Galaska sudah bersiap memberikan perlindungan untuk Nagara, sementara Ilham dan Crishtian lebih mengamankan para wanita. Ilham segera membawa Reina, Lovyna dan Crystal masuk kedalam rumah.


"Saya ingin mengambil kembali milik, saya," ujar tenang pria yang bernama Raiden.

__ADS_1


Dahi Nagara berkerut mendengar penuturan pria muda yang ada dihadapannya, ' mengambil miliknya'? seketika otak Nagara dan Galaska tertuju pada satu nama, yaitu Crystal.


"Kalian tidak akan menghalangi saya kan? wanita itu milik keluarga Sastrawan, dia Crystal berharga bagi kami." ucap Raiden lagi.


Kali ini sorot matanya terarah pada Galaska, kedua netra beda warna itu saling bertautan. Bukan memancarkan rasa cinta, namun lebih ke rasa penasaran satu sama lain.


"Panggil Crystal! kita lihat apa gadis itu mengenali pria muda ini, atau tidak." titah Nagara.


Luan terlihat mengangguk, setelah itu dia berbalik meninggalkan Galaska dan Nagara, juga Alex yang masih setia berada di sisi Galaska.


🕊


🕊


🕊


"Kenapa kamu diam saja, Aluna? apa kamu tidak mengenali calon suami mu sendiri?"


Crystal mendongakkan wajah saat mendengar penuturan pria itu, apa katanya tadi? calon suamimu, katanya?


Crystal menggulirkan kedua matanya bingung, kenapa pria ini mengaku sebagai calon suaminya. Memangnya mereka pernah bertemu, atau berhubungan sebelumnya.

__ADS_1


"Aku tahu kalau kamu pasti bingung, kamu bisa melihatnya sendiri." ucap pria yang bernama Raiden.


Salah satu tangannya menyodorkan sebuah amplop pada Crystal, salah satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis, saat melihat Crystal menatap penasaran.


"Didalam sana ada foto pertunangan kita, pertunangan kita berlangsung satu minggu sebelum kamu, pergi dari rumah." ucap Raiden lagi.


Namun sepertinya Crystal tidak terlalu menanggapinya, gadis itu lebih berminat membolak balikan foto yang ada di tangannya.


Sementara Galaska dan yang lainnya belum bereaksi, bahkan Lovy pun masih memberikan kesempatan pada Crystal untuk melihat foto foto itu.


"Tapi, kenapa tidak ada cincin di jariku?" tanya Crystal, bahkan gadis itu mengangkat kesepuluh jarinya di hadapan Raiden.


"Terus kenapa aku sampai pergi dari rumah? kenapa aku tidak bisa mengingat apa pun? apa yang sudah terjadi padaku sebenarnya?" Crystal terus saja mencecar, dia tidak akan percaya begitu saja pada pria asing ini.


Kalau memang pria ini adalah calon suaminya, kenapa baru mencari setelah sekian lama. Crystal sudah cukup lama tinggal bersama keluarga Nagara, apa benar selama dia menghilang ada orang yang peduli dan mencari keberadaannya.



**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI

__ADS_1


JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUAACCCHH**


__ADS_2