Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Meminang 2


__ADS_3

Suasana didalam rumah Cia terlihat ramai, kini kedua keluarga itu sudah berkumpul dalam satu ruangan.


Obrolan mereka pun semakin intens, acara inti semakin dekat. Setelah Pak RT berbicara panjang lebar, begitu pula dengan Pace Ilham, yang mewakili keluarga sang Putra. Kini tibalah saatnya, mereka memasuki acara inti, bahkan Alkan sudah berhadapan dengan Nagara saat ini.


Karena tidak mungkin kalau Alkan harus bersentuhan fisik dengan Cia, untuk menyematkan cincin itu. Alkan tidak akan bisa, dan semua orang mengerti, termasuk Cia serta keluarganya.


"Pak Ustadz dan Pak RT, juga keluarga besar Grecia, apa saya boleh berbicara sebentar." ucap pelan Bunda Marwah tiba-tiba, di sela-sela acara inti.


Kedua mata wanita paruh baya itu, menatap memohon pada mereka. Kala Alkan sudah bersiap untuk berbicara pada Nagara, meminta izin meminang putrinya.


Cia yang duduk tidak jauh dari Alkan dan calon Ibu Mertuanya, terlihat gugup setengah mati. Gadis cantik dengan balutan gamis putih nan elegan, tidak lupa hijab segi empat simpel, yang membalut kepalanya. Membuat penampilan Cia malam ini, begitu memikat. Terlihat terus saja menatap sang Papi dan calon imamnya, bahkan pandangan Cia kini tertuju pada Bunda Marwah.


"Oh silahkan, apa yang ingin Ibu Marwah bicarakan, sebelum acara inti ini dimulai." sahut Pak RT.


Bunda Marwah terlihat menghela napas kasar, wanita itu bergeser untuk mendekat pada sang putra. Kedua mata Bunda Marwah menatap serius pada Pak Ustadz dan Calon Besannya.


"Maaf sebelumnya kalau keinginan saya ini lancang, kemarin saya sudah membicarakan hal ini dengan Pak Ustadz Mustofa. S-saya- saya ingin Alkan dan Grecia menikah secara agama terlebih dahulu, agar saat mereka tidak sengaja atau pun secara sengaja bersentuhan, tidak ada dosa lagi untuk keduanya. Maaf sekali kalau keinginan saya ini lancang, dan tidak sesuai rencana yang sudah kita sepakati malam ini. Tapi kalau anda semua tidak setu...," ucapan Bunda Marwah terputus.


"Saya setuju, sepertinya itu lebih baik untuk mereka berdua. Kalau soal resepsi dan nikah secara negara nya bisa kita bicarakan lagi, nanti." Pace Ilham segera menyela ucapan Bunda Marwah, yang terdengar sudah pasrah sebelum mendapat jawaban mereka.


Terkesan tidak sopan memang, tapi kalau Pace Ilham tidak menyelanya, pria bercucu lima itu bisa memastikan, kalau calon besannya ini akan semakin berbicara panjang lebar. Itulah sifat wanita yang di hafal oleh Pace Ilham, belajarlah dari pengalamanmu sendiri.


Alkan yang sedari terdiam, menoleh pada sang Bunda. Dia bahkan tidak tahu kalau Bundanya sudah merencanakan semua ini, pantas saja bawaan mereka seperti orang yang akan seserahan.


Bukan hanya makanan, namun ada pakaian, sepatu, seperangkat alat sholat, bahkan pakaian dal*am pun dikemas dan dibawa apik oleh sang Bunda.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kedua orang tua Nak Grecia, apa setuju dengan keinginan Bunda dari, Nak Alkan?" tanya Pak Ustadz Mustofa.


Nagara terlihat melirik pada Lovyna dan Cia, pria berwajah bule itu menghela napas pelan kala melihat Sang Istri menganggukkan kepala pelan, tanda menyetujui.


"Saya setuju, sama seperti yang Papa saya katakan. Ini mungkin akan lebih baik untuk keduanya nanti, mari silahkan dimulai, Pak Ustadz." ucap tenang Nagara, namun terlihat tidak tenang bagi Alkan saat ini.


Kenapa rasa gugup tiba tiba hadir begitu saja, ini semua tidak ada dalam rencana, sang Bunda begitu hebat, membuatnya hampir terkena serangan jantung dadakan.


"Nak Alkan, apa sudah siap?" tanya Pak Ustadz.


Alkan yang masih berada di dunianya sendiri, sedikit tersentak. Namun Alkan berusaha menutupi keterkejutannya dengan wajah tenang.


"Siap Pak Ustadz!" sahut Alkan yakin.


Salah satu sudut matanya melirik pada Cia, yang juga terlihat mematung. Mungkin sang gadis sama terkejutnya dengan dia saat ini.


Nagara terlihat menganggukkan kepala, kedua mata abu abu itu menatap pada Alkan, yang juga tengah menatapnya.


Setelah Pak Ustadz membacakan beberapa doa, kini kedua tangan pria beda usia itu, sudah saling menggenggam erat satu sama lain. Bahkan maharnya pun sederhana sekali, hanya seperangkat alat sholat dan sebuah cincin emas seberat 10 gram, yang di bawa Alkan tadi.


"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan engkau, Alkan Arthama Syarief dengan putri kandung saya, Grecia Vyga binti Nagara Linochyl, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat 10 gram di bayar tunai!" ucap lantang Nagara.


"Saya terima nikah dan kawinnya Grecia Vyga binti Nagara Linochyl dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat 10 gram di bayar tunai!" ucap Alkan tak kalah lantang dengan sekali tarikan napas.


"Sah?" seru Pak Ustadz

__ADS_1


"SAH!" sahut semua orang yang ada di sana.


Yasmine dan Berliana segera memeluk tubuh Cia yang masih membatu, kedua matanya bahkan tidak berkedip sedikit pun, saat Alkan dan Papinya saling melepaskan tautan tangan mereka, dan mengusap wajah masing masing.


"Kak Cici, akhirnya Kakak bisa di nikahi sama Pak Penghulu, bukan di nikahkan." seru pelan Yasmine dengan raut wajah bahagia.


Bruk!


Tubuh Cia langsung limbung mendengar ucapan sepupunya, dia terlalu shock. Shock karena terlewat bahagia, Cia harap ini bukan khayalannya, dan saat terbangun nanti Alkan benar benar sudah menjadi suaminya.


Semua orang panik melihat Cia tak sadarkan diri, begitu pula dengan Alkan dan Bunda Marwah. Si Bapak Penghulu segera menghampiri sang gadis, yang baru saja dia nikahi beberapa menit yang lalu.


Alkan terlihat menarik tubuh Cia, dari dekapan Yasmine yang terlihat kewalahan, inilah sentuhan perdana mereka secara skin to skin, yang membawa pahala untuk keduanya.


"Nak, bawa saja Cici ke kamarnya." ucap Lovyna sedikit panik.


Alkan segera mengangkat tubuh Cia, dan menggendong sang istri menuju kamarnya, yang ada di lantai 2.



KASIH BANG GALAK AJA DEH, KASIHAN DIA GAK TAU ADEKNYA NIKAH, GARA GARA DI TANEM MAMI VY DIRUMAH SAKIT


**JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUUAAAACCCHHH**


__ADS_2