Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mereka Bertumbuh


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, si kembar Tripel A sudah beranjak remaja. Mereka bertiga tumbuh menjadi remaja berwajah rupawan, dan berbudi baik.


Shaka tumbuh menjadi pria muda yang santun,humoris,manis, tampan, dan selalu ada untuk ke dua adiknya. Saat ini dia duduk di kelas 12 SMA, sama seperti Aska- adik kembarnya.


Sedangkan Aska, tumbuh menjadi pria muda kebanggaan keluarganya, Aska yang pendiam, irit bicara, apa adanya, tampan dan berbudi baik, membuat dia lebih memilih untuk masuk kedalam Pesantren, di bandingkan sekolah SMA pada umumnya.


Sementara si cantik Ais, kini duduk di bangku sekolah SMA kelas 11. Karena Sang Kakak dan Abangnya mampu lompat kelas, jadi dia tertinggal satu tahun. Gadis kecil yang dulunya cadel dan periang. Kini tumbuh menjadi gadis remaja cantik, santun, baik budi, sedikit pemalu, dan begitu menjaga jarak dengan laki laki. Kecuali dengan Alkan, Shaka, Aska, dan pria yang ada di keluarganya serta Arion Rimba Ranaspatih- sang teman masa kecilnya.


Arion Rimba Ranaspatih, adalah teman kecil Ais dan kedua Kakak kembarnya. Walaupun Arion atau Ais lebih senang memanggilnya Abang Rimba, sedikit pendiam sama seperti Aska, Ais tidak pernah mempermasalahkannya. Karena saat Rimba bersamanya, sifat itu akan hilang dengan sendirinya. Rimba atau Arion akan lebih banyak bicara, jahil, murah senyum, bahkan selalu ada saat Ais mengajaknya bermain.


Dan kini mereka semua sudah tumbuh menjadi remaja, Rimba satu angkatan dengan Shaka dan Aska. Walaupun usia mereka beda satu tahun, bukan karena Rimba atau Arion yang tertinggal namun Shaka dan Aska yang seenaknya lompat kelas.


Shaka, Rimba, dan Ais sekolah di salah satu SMA negeri yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Sayangnya Aska tidak satu sekolah dengan mereka bertiga, mungkin kalau Aska ada bersama ke tiganya. Ais dan Shaka bisa melihat secara langsung, manusia batu dan manusia es saling pandang satu sama lain tanpa bersuara.

__ADS_1


"Dengar, kalau Bang Rimba belum jemput atau Shaka belum nyamperin kamu. Jangan keluar dari kelas, paham!" ucap Rimba aka Arion terlihat serius.


Pria berjaket hoodie itu menatap gadis berkerudung dengan dalam, satu tangan Rimba terulur untuk merapihkan satu helai rambut Ais, yang menjuntai keluar dari kerudung putih yang Aisya pakai.


Namun tangan Rimba melayang di udara saat melihat Ais memundurkan tubuhnya, gadis itu menatap tidak suka pada Rimba- membuat sang pria muda mengulum senyuman. Aisya memang selalu di dekatnya, namun Rimba sama sekali tidak bisa menyentuh apa lagi merengkuhnya bebas.


"Maaf, Abang reflek." ucap Rimba tidak enak.


Rimba mengusap kepalanya sendiri, dia merasa tidak nyaman saat Ais menatap tanpa ekspresi padanya.


Omelan nya akan terus terdengar kala dia bersama orang yang bisa membuatnya nyaman, entah itu bersama keluarga besarnya, Cia dan Alkan, Shaka, Aska, atau bahkan Rimba. Sama seperti saat ini, Ais akan berbicara banyak saat dia menasehati Rimba yang nota bene tetangga dan temannya.


Sedangkan Rimba, pria berhoodie itu menipiskan bibir, sangat tipis sampai orang di sekelilingnya tidak sadar kalau dia tengah tersenyum.

__ADS_1


"Apa aku harus menikahi kamu sekarang, Aisya. Agar aku bisa menyentuhmu dengan bebas, agar Ayah mu dan kedua kakakmu tidak marah padaku." gumam pelan Rimba.


Karena Rimba yakin, kalau Alkan atau pun Shaka dan Aska tidak akan mengizinkan dia memacari bidadari mereka.



**AISYA


UNTUK VISUAL ARION AKA RIMBA REMAJA MINTA SARANNYA YA, AISYA JUGA BELUM DAPAT😭😭😭


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUAAACCHH**


__ADS_2