
Beberapa bulan berlalu, kandungan Cia sudah berusia 5 bulan. Perutnya 2 kali lebih besar dari kehamilan wanita normal kebanyakan.
Selain karena jumlah bayinya, Cia juga semakin banyak makan. Mungkin karena si kembar tiga, mereka ingin membuat sang Bunda sehat.
Pernikahan Yasmine dan Elvier terlaksana beberapa bulan yang lalu, Raga serta Elira pun sudah kembali ke Spanyol. Saat di pernikahan Yasmine, Cia tidak henti hentinya mengunyah, suasana pesta yang mengambil tema timur tengah ala princess Yasmine, membuat Cia kalap dalam menikmati hidangan pesta.
[Note: CERITA LEBIH JELAS SERTA LENGKAPNYA NANTI OTHOR CERITAKAN DI LAPAK YASMINE SENDIRI]
Bahkan agenda terencana mereka untuk melihat sawah serta perkebunan coklat belum terlaksana, Alkan tidak tega membawa Cia yang tengah hamil melakukan perjalanan jauh. Alkan takut istrinya kelelahan, mungkin akan lebih baik dia mengajaknya setelah Cia melahirkan, menunggu ketiga anaknya cukup besar baru Alkan akan membawa mereka ke sana.
Dan kini si ibu hamil tengah ngidam mie ayam, Cia ingin menikmatinya langsung di tempatnya. Bersyukur karena ini akhir pekan, jadi Alkan free seharian ini. Dengan sigap serta siap, si calon Ayah itu akan mengantar Cia kemana pun.
"Kalau sudah makan mie ayam, kamu mau kemana lagi?" tanya Alkan tanpa mengalihkan pandangannya.
"Emm- Cici mau beli pecel lele buat Bunda. Pecel lele yang ada di depan DIAMOND QUEEN enak Mas, kita beli di sana ya nanti." Cia terlihat begitu antusias.
Si calon ibu begitu sangat bahagia karena sang suami menemani serta menuruti keinginannya hari ini. Karena biasanya dari hari senin hingga Jumat, Alkan akan sibuk dengan tugasnya.
"Iya, nanti kita beli di sana." sahut Alkan lembut.
Satu tangannya meraih telapak tangan Cia, lalu mengecupnya berkali kali. Cia semakin melebarkan senyum sembari mengelus perutnya yang tertutup tunik panjang. Saat ini Cia menggunakan tunik panjang yang menutupi tubuhnya hingga betis, di padukan dengan celana khusus untuk ibu hamil.
__ADS_1
Bahkan si calon Bunda sudah memakai hijab instan simpel, setelah acara resepsi pernikahannya Cia memutuskan untuk memakai hijab. Walaupun belum sesempurna muslimah lain, setidaknya Cia berusaha menjadi lebih baik lagi sebagai seorang istri serta hamba Tuhan.
Saat Cia memutuskan untuk menutup kepalanya, Alkan sampai menangis. Pria itu tidak menyangka kalau Cia akan memakai hijabnya langsung, setelah resepsi pernikahan mereka.
Kecantikan serta ke indahan Cia semakin berjuta kali lipat di kedua mata Alkan, pria berlesung pipi itu tidak henti hentinya menatap Cia saat sang istri memakai penutup kepala di hari pertama. Alkan di buat semakin terpesona saat mendengar Cia mengatakan ' Cici gak mau nambah dosa suami Cici, doain semoga Cici semakin istikomah dan ikhlas lillahta'alla'.
Sepanjang perjalanan Cia terus saja mengoceh, Alkan yang menjadi pendengar yang baik hanya mengangguk dan tersenyum. Bahkan sesekali dia menanggapi ucapan ibu hamil yang ada di sisinya.
"Mas nanti pulangnya kita beli susu ya, soalnya susu punya Cici tinggal satu box lagi." usul Cia.
Cia menoleh saat merasakan usapan lembut di kepalanya, " Iya Sayang, nanti kita beli ya." sahut Alkan.
Kedua mata mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain. Hingga tanpa mereka sadari dari arah depan datang sebuah mobil melawan arah.
Belum sempat Cia menyelesaikan ucapannya, Alkan sudah membanting stir ke samping ke kiri. Cia bahkan secara reflek memegangi perutnya, kala mobil mereka berguncang.
Serasa slow motion, Alkan segera melepas sabuk pengaman saat menyadari kalau mobilnya hendak menghantam sesuatu. Dengan cepat pria berlesung pipi itu merengkuh tubuh Cia agar tidak terbentur, Alkan memposisikan tubuhnya dihadapan sang istri saat kejadian na'as itu tidak bisa di hindari.
BRAAK!
Sekilas, cepat dan tidak terduga, mobil yang di kendarai Alkan menghantam sebuah mobil dari sisi kiri jalan, akibat menghindari mobil yang melawan arah.
__ADS_1
"M-Mas?" rintih Cia.
Kedua tangannya menangkub wajah Alkan yang bersandar di bahu, kedua mata Cia berkaca kaca kala tidak mendapatkan respon apa pun.
"Mal Al?" panggilnya lagi.
Cia semakin histeris saat merasakan cairan kental keluar dari kepala suaminya. Posisi Alkan yang menjadi tameng hidup untuk Cia, agar sang istri dan ketiga calon anaknya selamat dari benturan keras, otomatis tubuh Alkan akan mengalami luka lebih parah dari pada Cia.
"MAS AL BANGUN!" jerit Cia, kala Alkan tidak kunjung merespon. Bahkan dia tidak rela melihat sang suami jauh darinya, saat para warga sekitar membantu mengevakuasi seluruh korban kecelakaan.
**SATU KATA UNTUK PAK PENGHULU GANTENG
YUHUUU OTHOR SIAP SIAP DI MARAHIN READERS
KABOOOORRRR
KITA GAK TAU SI MUSIBAH ITU KAPAN DIA DATANG
EEIITT JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAAYY MUUAACCHH**