
Lovyna menatap sendu pada Crystal, gadis cantik itu sudah dia anggap sebagai pengganti Cia. Sebagai putrinya sendiri, selama Cia memutuskan untuk tinggal bersama Alkan- suaminya, Lovyna tidak terlalu kesepian karena Crystal selalu ada bersamanya.
Dan kini gadis itu akan pergi meninggalkannya, Lovyna dan Nagara tidak bisa melakukan apa pun, pria yang bernama Raiden itu memiliki bukti kuat kalau Crystal adalah bagian dari keluarganya. Bahkan Raiden membawa cincin pertunangan mereka berdua, yang katanya di buang oleh Crystal, karena salah paham.
"Mami kira kamu akan selamanya sama Mami di sini," ujar parau Lovyna.
Wanita beranak dua itu tidak bisa lagi menahan kesedihannya, bahkan Lovyna segera memeluk tubuh Crystal dari belakang.
Kedua wanita beda usia itu terdengar menangis kecil, bukan hanya Lovyna yang tidak rela kalau Crystal pergi, tapi gadis itu pun sebenarnya enggan pergi meninggalkan rumah ini.
"Crystal gak mau membuat Nyonya Mami susah nanti, karena Crystal yakin kalau pria itu bukan orang sembarangan, pasti ada yang dia inginkan dari Crystal." ucap pelan Crystal di sela sela tangisnya.
Gadis itu meremas tas pakaian yang ada dihadapannya, Crystal tidak punya alasan agar tetap di rumah ini. Dia bukan siapa siapa di sini, bahkan Nagara tidak bisa melakukan apa pun setelah melihat bukti, kalau dirinya merupakan bagian dari keluarga Sastrawan.
Galaska? Crystal tidak berharap apa pun dari pria bermulut syaiton itu, jangankan mempertahankannya agar tetap berada di rumah ini, menatapnya saja Galaska enggan.
"Crystal gak punya alasan kuat untuk tinggal lebih lama di rumah ini, Crystal bukan siapa siapa. Maaf, kalau selama ini Crystal sudah menyusahkan Nyonya Mami dan Tuan Papi, terutama Bang Gala. Crystal selalu membuat Bang Gala marah, tapi mulai sekarang dan seterusnya gak bakalan ada yang buat Bang Gala marah lagi." lirih Crystal.
__ADS_1
Kepalanya sedikit berdenyut, kala tangisannya tertahan. Crystal berusaha mengingat, namun rasa sakit di kepalanya semakin bertambah. Gadis itu lebih memilih untuk memejamkan kedua mata, menyandarkan kepalanya di bahu Lovyna dengan nyaman.
Tanpa kedua wanita itu sadari, kalau sedari tadi Galaska mendengarkan semua ucapan keduanya dari ambang pintu. Pria berambut ikal itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun, entah kenapa.
Galaska mendadak tidak berminat untuk mengeluarkan suaranya, pria itu lebih memilih untuk diam dan memantau. Bahkan tanpa kata, Galaska segera meninggalkan Crystal dan sang Mami.
🕊
🕊
🕊
Pria bertuxedo mahal itu meraih lengan Crystal, dan menariknya pelan menuju mobil mewahnya. Sementara Crystal, gadis yang dipanggil Aluna oleh pria yang katanya calon suaminya itu, terus saja menatap sendu pada Lovyna.
Crystal benar benar tidak rela meninggalkan rumah ini, terutama Lovyna.
"Bang Gala, gak mau nikahin aku?" entah keberanian dari mana Crystal berani berbicara seperti itu.
__ADS_1
Mungkin karena tidak tahu harus berbuat apa lagi, agar dia tetap berada di rumah ini, dengan status yang kuat.
Lovyna dan Nagara bahkan sedikit terkejut mendengarnya, terutama si pria berambut ikal yang menjadi tokohnya. Galaska menatap tak berkedip pada Crystal, gadis yang pernah dia selamatkan dan baru Galaska kenal selama 6 minggu ini, terdengar tengah meminta di nikahi.
Galaska tidak salah dengar, Crystal memang berbicara seperti itu, entah serius atau hanya alibi agar gadis itu tetap berada di rumah ini.
Galaska menelan saliva susah payah, bahkan pria itu menghela napas kasar. Gakaska terus saja mengalihkan pandangannya ke arah lain, saat Lovyna dan Nagara bahkan Reina, Ilham dan Crishtian menatapnya.
"Pulanglah, bukannya sedari dulu kau ingin pulang. Lihat, calon suami mu sudah berbaik hati menjemput," ujar dingin serta datar Galaska pada Crystal.
Bahkan pria yang biasanya bermulut pedas itu, segera berbalik meninggalkan mereka semua. Lovy dan Nagara tidak bisa berbuat apa pun lagi saat ini, selama Crystal baik baik saja bersama Raiden, Nagara tidak akan punya alasan untuk membawa Crystal kembali ke rumah ini, lagi.
Kini Lovyna dan yang lainnya hanya berharap, kalau Crystal akan baik baik saja di sana.
Air mata Crystal tidak bisa di bendung lagi, saat Raiden memaksanya masuk kedalam mobil. Kedua netra nya terus saja menatap penuh harap pada Lovyna dan Nagara, bahkan setelah pintu mobil tertutup rapat.
__ADS_1
YAKIN RELA KAU BANG