
"Assalamualaikum," seruan salam seseorang membuat Cia dan yang lainnya menoleh.
"Waalaikumsallam." sahut Cia dan yang lainnya.
Cia mengernyit kala melihat Alkan berlari kecil ke arahnya, bahkan helm full face masih terpasang apik di kepalanya.
"Loh, Mas Alkan sudah pulang?" tanya salah satu Ibu Ibu yang ada disana.
Alkan hanya mengangguk pelan, bahkan pria itu tersenyum ramah pada orang orang yang ada di teras rumah, setelah dia melepaskan helm full face yang tadi terpasang di kepalanya, namun kedua netra dark coklat itu terus saja menatap pada Cia.
"Bunda mana?" tanya Alkan.
Pria itu segera mendudukkan diri di kursi yang bersebrangan dengan Cia, kedua netra Alkan melirik pada ibu jari Cia yang terbalut kain kassa.
Alkan menghela napas pelan, ternyata video itu bukan hoak. Alkan meraup wajahnya kala mengingat adegan dimana Cia memiting lengan remaja nakal itu dengan santai.
"Mas Al kok ud...,"
"Loh, kok kamu sudah pulang, Kan? kamu mau makan siang di rumah? tapi Bunda belum masak, Bunda cuma beli bakso sama es campur buat kamu," ujar Bunda Marwah yang baru saja keluar dari dalam rumah, sembari membawa satu teko sirup dingin.
Alkan segera meraih tangan Sang Bunda, lalu menciumnya takzim. Matanya terlihat khawatir kala menatap kedua wanitanya.
"Bunda sama Cici tadi ke pasar?" tanya Alkan.
Bahkan tatapan si Bapak Penghulu membuat Sang Bunda mengerejab, Marwah terlihat heran dengan tatapan sang putra padanya.
__ADS_1
"Iya, kan Bunda sudah bilang kemarin," ujar Bunda Marwah tenang.
Perlahan dia menuangkan sirup dingin kedalam gelas, lalu membawanya mendekat pada Cia. Wanita paruh baya itu, mendudukkan diri didekat si gadis yang akan menjadi calon menantunya.
"Minum dulu." tawar Bunda Marwah.
Wanita yang sudah berganti kerudung itu, memberikan satu gelas sirup pada Cia.
"Jadi yang ada di video itu benar? Cici...,"
"Benar Mas Alkan, Dek Cici yang nangkap pencopet itu. Cuma dia yang berani, padahal di sana banyak orang tapi gak ada satu pun yang mau nolong." cetus seorang ibu ibu.
"Iya, saya juga lihat sendiri tadi, bahkan si Neng pakai lepas sandalnya segala waktu lari. Padahal di sana banyak batu tajam, lihat tumit sama jempolnya berdarah kena batu." timpal ibu ibu yang satunya.
Mereka terlihat menatap prihatin pada Cia, padahal saat ini Cia terlihat baik baik saja. Gadis itu tengah meminum sirup pemberian calon Ibu Mertuanya.
Sedangkan Alkan, si BapakĀ Penghulu berlesung pipi itu menatap lembut, terkesan sendu pada si gadis.
"Jadi siapa nama kamu?" tanya Lovy untuk kesekian kalinya.
Wanita cantik itu menghela napas kasar, kala melihat gadis cantik yang ada dihadapannya masih bungkam. Menurut dokter yang memeriksa, dia masih shock dengan kejadian yang sudah menimpanya.
Bahkan gadis ini terlihat menatap kosong ke arah kolam renang, Lovy terlihat melirik pada sang suami, yang tengah bersidekap dada di ambang pintu.
Nagara terlihat mengedikan bahu, tanda tidak tahu harus bagaimana. Sang Dokter menyarankan agar mereka terus mengajak bicara si gadis asing, agar bisa melenyapkan rasa shock nya secara perlahan.
__ADS_1
"Udah lah Mam, biarin aja! nanti biar Gala yang bawa dia ke kantor polisi, biar bisa balik lagi ke habitatnya. Orang kita tanya aja plonga plongo kayak gitu, geger otak kali bukan cuma shock." ucapan Gala yang terdengar pedas, dan terkesan sarkas. Membuat Lovy menghela napas kasar. Wanita cantik itu bangkit, dia terlihat menjauh dari si gadis asing dan mendekat pada Nagara.
"Abang belum nemuin identitas dia?" tanya Lovy pada suaminya.
"Belum sayang, sabar ya. Sepertinya dia juga masih shock, nanti setelah dia sadar sepenuhnya kita tanya lagi, ayo!" ucap Nagara menenangkan, satu tangannya terulur untuk merengkuh pinggang sang istri, dengan mesra.
Sementara Gala, si pria berambut ikal itu terlihat menatap intens pada gadis yang semalam menabrakkan diri pada mobilnya.
"Kalau kau terus saja tidak mau membuka mulut, bersiaplah aku akan membawamu keluar dari rumah ini, dan membawamu ke kantor polisi!" ucap Gala tidak main main.
Setelah itu Gala membalikan tubuhnya, hendak meninggalkan si gadis asing. Namun langkahnya terhenti kala mendengar suara lirih nan lembut dari mulut si gadis asing.
"C-Crystal, ha-nya i-tu ya-ng a-aku i-ngat." ucap lirih sang gadis terbata, membuat langkah Gala terhenti.
BANG GALAK JANGAN GALAK GALAK
SI CRYSTAL
**YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYY MUUUAACCHH**