Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Lebih Ringan Dari Dosa Cici


__ADS_3

Seorang pria berambut ikal, berwajah  bule tengah mengetuk ngetukan jarinya di atas stir mobil. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, dia baru saja pulang dari tempat Suparman.


Alunan lagu DJ didalam mobil, membuat suasana semakin ramai, biar pun dia sendirian saat ini. Namun tidak lama, kaki berbalut sepatu kets nya tiba tiba menginjak rem mobil sekuat tenaga, kala ada sesuatu yang melewati mobil Jeep nya begitu saja.


Bahkan terdengar suara dentuman, karena sesuatu yang lewat itu menabrak bagian depan mobilnya.


"Woi! nyebrang kagak lihat lihat! buta mata kau!" teriaknya dari dalam mobil.


Jujur detak jantungnya saat ini sedang tidak aman, untung saja dia menyetir dalam kecepatan normal, coba kalau dia sedang ngebut, bisa melayang nyawanya.


Karena melihat tidak ada pergerakan, pria berambut ikal sedikit pirang itu memutuskan untuk keluar dari dalam mobil.


Dengan hati hati dan perlahan, bahkan salah satu tangannya sudah membawa sebuah kunci inggris besar, untuk antisipasi. Siapa tahu ini adalah modus begal atau perampokan.


Namun saat dia sudah bisa melihat jelas, apa yang tadi menabrak mobilnya. Dia meletakan kunci berbahan besi itu di atas kap mobil, dahinya berkerut kala melihat seorang manusia tergeletak dibawahnya.


"Astaga, dia manusia atau sejenis kunti? kalau dia manusia, kenapa berkeliaran di jalanan sepi kayak gini? hei! kau masih hidup atau sudah mati." dengan tidak berperasaan, si pria berambut ikal, menyentuh lengan kecil itu menggunakan ujung sepatu kets nya.


"Heh! kau pingsan atau mati! jangan bikin orang bingung, kau yang salah. kenapa mobil lewat malah ditabrak!", omelnya.


Bukannya cepat membantu, dia malah marah marah tidak jelas. Pria berambut ikal itu, mengedarkan pandangannya ke area sekitar. Jalanan ini begitu sepi, ingin rasanya dia meninggalkan orang setengah mati ini disini. Tapi jiwa kemanusiaannya kembali berteriak jangan.


"Ck! nyusahin banget sih!" ucapnya kesal, dengan terpaksa dia berjongkok untuk membangunkan si korban.

__ADS_1


Korban? korban apa? memangnya dia melakukan apa pada orang ini?


Si pria berambut ikal itu, segera meraih tubuh si korban omelan nya, dahinya mengernyit kala merasakan betapa ringan tubuh yang ada didalam gendongannya, saat ini.


"Ini orang makan apa enggak sih? kenapa ringan banget? beratan dosanya Cici." ocehnya lagi.


Dia belum tahu orang ini laki laki apa perempuan, gelapnya malam membuat dia tidak bisa melihat jelas area sekitar, yang memang sama sekali tidak ada pencahayaan. Apa lagi, orang yang ada di gendongannya, terlihat memakai jaket hoodie yang menutupi kepala serta wajah si korban.


"Dibawa kemana nih? kalau ke rumah sakit bisa panjang urusan, kalau dibawa ke rumah? si Mami ngomel gak ya? peduli ah, bawa ke rumah aja. Ribet banget nih hidup, gara gara kau sih!" omelnya lagi, lalu tidak lama dia segera melajukan mobil kesayangannya.


🕊


🕊


🕊


Setelah bertemu dengan Nagara dan Lovy, untuk mengembalikan anak gadis mereka. Alkan segera pamit pulang, karena waktu sudah malam, Sang Bunda juga sendirian di rumah.


"Mas Al, hati hati nyetirnya, besok aku ke rumah pagi pagi." ucap Cia bersemangat, entah kenapa dia tidak sabaran menanti besok pagi. Padahal Cia hanya akan di ajak ke pasar oleh si calon ibu mertua, bukan di ajak liburan keluar negeri.


"Iya, kamu langsung tidur, jangan begadang. Tidak baik untuk kesehatan," ujar Alkan lembut.


Cia yang mendengar itu, hanya tersenyum tipis sembari menganggukkan kepala pelan.

__ADS_1


"Iya Mas Al, aku bakalan lang...," ucapan Cia terputus kala melihat sebuah mobil Jeep hitam, memasuki area rumahnya.


Alkan dan Cia menyipitkan mata mereka, kala lampu mobil itu menyorot pada mereka berdua. Dahi Cia berkerut, kala melihat si pemilik mobil keluar dari dalam mobil, sembari membawa seseorang.


Seseorang? dahi Cia semakin berkerut, bahkan gadis itu terlihat mendekat pada pria berambut ikal, yang tengah menggendong seseorang.


"Abang bawa siapa?" tanya Cia tanpa basa basi.


"Orang gila yang tiba tiba nabrak badannya ke mobil, kalau makhluk ini kucing, udah Abang buang dari tadi. Sayangnya dia manusia, jadi rasa kemanusiaan Abang meronta ronta, udah minggir berat nih! lebih berat dari dosa kamu." ucap pedas si pria rambut ikal.


Cia mengembang kempiskan hidungnya, kala mendengar ucapan si Abang gantengnya, tapi selalu membuat dia darah tinggi.


"ABANG...," teriakannya tidak terlaksana, kala melihat wajah Alkan.


Wajah lembut dan damai itu, mampu membuat amarah Cia perlahan mereda. Bahkan rasa panas di hatinya, perlahan menyejuk dan dingin.


"ASTAGA, KAMU BAWA ANAK PERAWAN SIAPA, GALASKA?!" suara teriakan Lovyna dari dalam rumah, membuat Cia dan Alkan saling pandang, lalu dengan cepat mereka kembali masuk kedalam rumah.



**KALO NGOMONG SUKA ASAL JEPLAK AJA, KAYAK JEBAKAN TIKUS


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH**


__ADS_2