Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Rekaman Suara


__ADS_3

"Kalian menginap saja ya, hujan juga masih turun." rayu Lovyna pada Cia dan Bunda Marwah.


Sampai ba'da isya pun hujan masih mengguyur, itu membuat Cia dan Bunda Marwah memutuskan untuk menginap.


Bahkan setelah sholat isya dan makan malam, Alkan kembali tertidur. Tadi suhu tubuh si Bapak Penghulu agak demam, Cia bahkan sampai memaksa Alkan makan agar bisa meminum obat.


"Iya Mi, Cici sama Bunda nginap kok. Mas Al juga masih demam tadi, tapi kayaknya agak turun sekarang." ucap Cia.


Wanita itu berusaha tenang agar Bunda Marwah dan sang Mami tidak khawatir. Walaupun sebenarnya Cia sangat khawatir saat Alkan demam tadi. Padahal mereka sudah melakukan skin to skin selama tiga puluh menit, sebelum Alkan dan Cia bangun dari tidur, untuk melakukan kewajiban mereka sebagai muslim.


Namun ternyata setelah suhu tubuh Alkan mulai normal, si demam ringan malah menyerang suaminya. Alhasil Cia kembali panik, karena Alkan tiba tiba saja menggigil tapi suhu tubuhnya tinggi.


"Ya sudah, Mbak Marwah istirahat saja. Ayo saya antar ke kamar." ajak Mami Lovyna pada besannya.


Karena usia Bunda Marwah lebih tua darinya, Mami Lovyna  Memanggil sang besan dengan panggilan Mbak, agar lebih sopan katanya.


"Iya Bunda istirahat ya, Cici juga mau lihat Mas Al dulu." ucap Cia menyetujui ucapan sang Mami.


Bunda Marwah yang memang sudah lelah hanya menurut, kedua wanita kelewat dewasa itu terlihat menuju ke salah satu kamar tamu. Karena Nagara dan Galaska tengah melakukan sesuatu, jadi kedua pria itu tidak ikut mengobrol. Bahkan Grandpa Crish ikut bersama mereka berdua, sedangkan Mace Reina dan Pace Ilham, berada di kediaman Samudera yang tidak jauh dari kediaman Nagara.


Setelah melihat Bunda Marwah dan Sang Mami pergi ke kamar masing masing. Cia juga memutuskan untuk segera menuju kamarnya, dia ingin segera melihat kondisi sang suami.


Cia bahkan tidak lupa membawa satu gelas teh safron, semoga saja saat ini Alkan sudah terbangun, jadi teh yang dia bawa saat ini bisa di nikmati oleh sang suami.


Clek!

__ADS_1


Dengan pelan Cia membuka pintu kamar, wanita itu tersenyum tipis saat melihat Alkan masih tertidur. Dengan perlahan Cia mendekat, bahkan wanita bergaun malam tipis di balik kimono tidurnya itu, terlihat menyeruput teh safron yang dia bawa.


"Mimpi indah kesayangan, Cici." gumam pelan Cia, di depan wajah Alkan.


Bahkan wanita itu masih sempat mengecup dahi serta bibir Alkan, yang tidak terlalu pucat seperti beberapa jam yang lalu.


Cia segera membaringkan tubuhnya di sisi Alkan, bahkan wanita itu membuka kimono tidurnya, dan kini hanya memakai lingerie sexy berbahan satin berwarna abu abu. Cia memeluk tubuh Alkan tanpa ragu, bahkan salah satu kakinya Cia belitkan pada tubuh sang suami.


🕊


🕊


🕊


'Ternyata dia sudah meminum obatnya, sebelum berhasil kabur,'


'Pantas saja dia tidak ingat dengan kita, kalau kita tidak membutuhkan kehadiran serta tanda tangannya, aku tidak sudi berbaik hati padanya. Aku malah bersyukur kalau dia lenyap dari dunia ini, tapi ternyata- memang sialan gadis itu!' 


Suara seorang wanita kembali terdengar oleh Galaskan, Nagara dan Crishtian dari tempat jauh.


Mereka benar benar tidak menyadari kalau obrolannya di sadap seseorang. Tidak sia sia Luan membayar mahal salah satu ART di kediaman keluarga rakus itu.


'Tenanglah, kita bersyukur dia tidak mati. Berarti kita bisa menjadikan dia sebagai boneka hidup, dan aku yang akan mengendalikannya. Aluna sudah yatim piatu, jadi siapa lagi yang akan dia andalkan, selain aku- calon suaminya.'


Suara pria itu kembali terdengar, Galaska dan Nagara saling pandang satu sama lain, entah apa yang tengah mereka bicarakan lewat telepati.

__ADS_1


"Rekamannya sempurna Gran jefe, saya sudah mengcopy nya beberapa." ucap Luan.


"Bagus, sepertinya ini akan menjadi bukti berharga untuk kalian, nanti." balas Crishtian tenang.


Salah satu tangannya menepuk pundak Galaska dan Nagara secara bergantian.


"Kita akan bergerak besok, bersiap lah dan terimakasih Luan." timpal Nagara.


"Apa pun untuk Anda, Tuan Muda Nagara." sahut Luan, bahkan pria berusia 52 tahun itu sedikit membungkukkan tubuhnya pada Nagara dan Galaska.



ABANG OTW DEK



**MAAF SAYA GAK KENAL


YUHUUUUU JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


DARI KEMAREN BANYAK YANG NUNTUT UP 5 BAB LAGI SEHARI, MAAF YA GUYS OTHOR MEMANG UDAH SEHAT, TAPI KALAU NULIS NYA TERLALU NGOYO DAN DI PAKSA KEPALANYA SUKA SAKIT, KAYAKNYA BELUM FIT 100%


JADI NIKMATI DULU 3 BAB INI YA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYYY MUUUAAACCHHH**


__ADS_2