
Jder!
Suara petir kembali terdengar, Cia terus saja menatap ke arah luar rumah, saat ini dia dan Bunda Marwah masih berada di kediaman keluarganya Cia.
Waktu sudah menunjukan pukul 17.35 sore, Cia benar benar khawatir karena Alkan belum juga sampai. Si Bapak Penghulu sudah memberitahunya tadi, kalau dia akan langsung ke kediaman Nagara, selepas bekerja.
Tapi sampai kini Alkan belum juga kunjung sampai, Cia terus saja menggumamkan banyak doa untuk suaminya. Alkan kehujanan itu sudah pasti? tapi Cia tidak tahu saat ini Alkan sudah sampai mana.
"Cici, masuk! sudah nanti Alkan juga sampai, Bunda yakin suami mu itu sedang berteduh sekarang." ucap Bunda Marwah menenangkan.
Sebenarnya bukan hanya Cia yang mengkhawatirkan Alkan, namun Bunda Marwah pun sama khawatirnya seperti Cia. Apa lagi sore ini hujan turun dengan derasnya, namun Bunda Marwah berusaha baik baik saja, agar Cia tidak semakin berpikiran buruk.
"Cici khawatir, Bun." cicit Cia.
Kedua matanya terus saja menatap kearah pintu gerbang, rasa khawatirnya tidak bisa di ungkapkan oleh apa pun.
"Bunda tahu, ayo masuk dulu. Lihat kilatnya, bahaya kalau di luar terus." bujuk Bunda Marwah.
Satu tangannya sudah merangkul pundak sang menantu, wanita paruh baya itu menatap ngeri pada hujan. Dia berdoa semoga Tuhan selalu menjaga putranya.
Dengan tidak rela, Cia menganggukkan kepala. Kedua kakinya terasa berat saat meninggalkan teras rumah. Namun karena petir dan kilat terus saja menyambar, mau tidak mau Cia menurut.
__ADS_1
Baru saja Cia hendak menutup pintu, sebuah motor trail memasuki area kediaman rumah kedua orang tuanya, dengan kecepatan sedang. Tanpa peduli dengan suara petir dan sambaran kilat di langit kelabu, Cia kembali membuka pintu lebar lebar.
Cia kembali berlari ke arah teras, senyuman di kedua sudut bibirnya mengembang, kala melihat si pengendara membuka helm full face nya.
"Kenapa kamu di luar?" tanya Alkan, yang baru saja menginjak teras.
Alkan tahu kalau Cia pasti menunggunya, dia tahu kalau sang istri khawatir dengan keadaannya. Tapi Alkan juga tidak mau, kalau Cia berada di luar rumah dalam kondisi hujan badan dan kilat seperti ini.
"Mas Al, gak apa apa kan?" tanya Cia khawatir.
Bahkan kedua tangannya segera meraih helm full face Alkan yang basah kuyup, lalu meletakkannya di meja teras. Tanpa bertanya lagi Cia segera melepaskan jaket jeans yang Alkan pakai.
Bahkan dalam keadaan basah kuyup seperti ini, Alkan masih begitu mempesona di kedua mata dan hatinya.
Karena kata Bunda Marwah putrinya itu masih belum masuk kedalam rumah, setelah Bunda Marwah memaksanya tadi, dan ternyata benar Cia masih berada di teras bersama Alkan- suaminya.
Alkan terlihat kedinginan, untung saja laptop dan beberapa berkas penting Alkan tinggalkan di kantor KUA, kalau tidak pasti sudah basah dan rusak. Bahkan saat ini Alkan yakin kalau ponselnya sudah mati karena basah kuyup.
"Ini pakai handuknya, ayo masuk kedalam nanti kamu kena hipotermia." ucap panik Lovyna.
Alkan hanya menurut, dia segera masuk kedalam rumah. Sedangkan Cia masih membereskan jaket basah serta sepatu Alkan yang ada di teras.
__ADS_1
Lovyna segera menyuruh menantunya naik kelantai atas, Cia pun terlihat segera menyusul Alkan, setelah dia membuatkan teh safron untuk suaminya.
Setelah berada di dalam kamar, Alkan segera menuju kamar mandi. Hawa dingin di tubuhnya, membuat pria berlesung pipi itu segera membuka seluruh pakaiannya tanpa kecuali.
Bahkan saat Cia masuk pun sepertinya Alkan tidak menyadari sama sekali, pria itu menyalakan shower air hangat, lalu segera membasahi seluruh tubuh nakednya.
Kedua tangannya bertumpu di dinding kaca, kedua mata Alkan terpejam begitu menikmati hangatnya air yang menyirami seluruh tubuh.
Sementara Cia, wanita yang tengah memegang sebuah kimono mandi, hanya menatap tak berkedip pada Alkan. Bahkan Cia terduduk lemas di atas kloset, kala melihat pemandangan yang sudah biasa dia lihat.
Namun sepertinya, pesona Alkan akan selalu membuat hati dan raganya lemas berkepanjangan.
"Cimut?"
**LEMES BESTIE, LIHAT LAKIK ORANG😭😭😭😭
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**