
"Mau apa kau kesini?" tanya sinis Galaska, pada gadis yang baru saja datang ke bengkelnya.
Bahkan pria berambut ikal, dengan tampilan urakan itu enggan menatap pada si gadis. Padahal gadis cantik berambut panjang itu, dengan suka rela membawakan makan siang dari rumah.
"A-aku di suruh Nyonya Mami untuk ngantar makan siang," ujar pelan sang gadis.
Bahkan suaranya sedikit tercekat, dia tahu ini sudah lewat jam makan siang, karena waktu sudah menunjukan pukul 2 siang. Karena taksi yang Lovy pesan tadi mengalami pecah ban, jadi mau tidak mau si gadis harus sabar menunggu.
"Makan siang?" beo Galaska.
Salah satu alis tebalnya terangkat, bahkan Galaska menyunggingkan senyuman tipis terkesan sinis pada si gadis.
"Kau tidak lihat jam berapa sekarang?" sarkas Galaska.
Pria bermulut cabai syaiton itu, kembali sibuk dengan mobil yang saat ini tengah dia perbaiki. Dia tidak peduli dengan wajah lelah sang gadis, Galaska tidak tahu bagaimana perjuangannya untuk sampai kesini.
"Ya sudah kalau kamu gak mau, nanti aku kasihkan sama anak jalanan saja." gumam pelan sang gadis.
Galaska menoleh sekejab pada sang gadis, namun setelah itu dia kembali fokus pada pekerjaannya.
"Boss? ada telepon." seru salah satu karyawan bengkel Galaska.
Gala terlihat menghela napas kasar, bahkan dengan kesal dia membanting kunci pass yang tengah dia pegang ke lantai.
"Siapa sih? ganggu aja! gak tau apa orang lagi sibuk!" omel kesal Galaska.
Dengan kesal dia meraih ponsel dari tangan karyawannya, kedua mata Gala mengerejab kala melihat nama kontak di layar ponselnya.
[Mami Tercinta❤❤ Calling]
Galaska menelan saliva susah payah, dia berdosa sangat berdosa, sudah mengumpat kasar pada orang yang menelponnya.
"Hallo Mami sa-,"
"Crystal udah sampaikan? Mami pesan sama kamu, jangan marahin Crystal! awas kamu ya kalau sampai kayak gitu! pulangnya jangan lupa Crystal dibawa, makan makanan yang dia antar! Crystal telat karena taksi yang dia naikin pecah ban! awas kalau masih bandel, Mami sunat kamu!" suara menggelegar Lovyna, membuat Galaska menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga.
Bahkan Galaska menatap nanar pada benda pipih itu, kala sang Mami mematikan panggilan secara sepihak.
__ADS_1
Pria berambut ikal dengan kunciran asal itu, menghela napas kasar. Pandangannya tertuju pada gadis yang tengah menatap para karyawan bengkel, yang tengah sibuk bekerja.
Dengan malas Galaska kembali ke tempat awal, bahkan ternyata si pria bermulut cabai syaiton mendekat pada sang gadis.
"Siniin kotak nasinya!" pintanya acuh tak acuh.
Kalau bukan karena ancaman Sang Nyonya Besar, Galaska tidak akan makan siang sebanyak dua kali hari ini.
"Eh gak usah, nanti aku mau kasih sama anak jalanan saja. Nyonya Mami pasti gak bakalan marah kok, kan Nyonya Mami baik, gak seperti-," si gadis yang tak lain adalah Crystal, menghentikan kalimatnya, saat melihat wajah tak bersahabat Galaska.
"Sini! kalau Mami gak maksa, aku juga gak bakalan mau! apa lagi dengar ancaman Mami." paksa Galaska, dan sedikit memelankan suara di akhir kalimatnya.
Crystal tersenyum samar, " Aku juga kalau gak di paksa Nyonya Mami, gak bakalan mau ngantarnya. Tapi karena Nyonya Mami orang baik, aku gak mau dia sedih, jadi ya udah aku antar kesini." ucap santai Crystal tanpa beban, dan itu sukses membuat Galaska tersedak.
🕊
🕊
🕊
Crystal menatap jijik pada lantai bengkel yang terlihat kotor di matanya, gadis berambut hitam lurus itu bangkit, Crystal terlihat berjalan menuju ember yang ada di luar bengkel.
Senyumannya mengembang kala melihat ember itu terisi air, dengan semangat Crystal mengangkat ember, lalu menyiramkan semua isinya kelantai.
Dengan cepat Crystal mengambil sapu, lalu menggosok lantai licin itu dengan semangat.
Hingga...
Bruk!
Suara sesuatu yang jatuh ke lantai, membuat Crystal menoleh. Kebetulan saat ini gadis itu tengah menghadap kearah jalan, jadi dia membelakangi bagian dalam bengkel.
Crystal mengigit bibirnya gugup, kala melihat apa dan siapa yang tengah berguling dilantai basah.
"Crystal?" panggilnya dalam dan tertahan.
Dan itu begitu terdengar mengerikan di kedua telinganya, suara yang terdengar seperti sebuah peringatan, bahkan ancaman serius untuk kelangsungan hidupnya.
__ADS_1
"I-iya?" cicit Crystal.
"Siapa yang nyuruh kamu ngepel?" tanyanya dengan suara dalam.
"Eng-enggak ada," cicit Crystal lagi.
Kali ini Crystal merasa bersalah, dia tahu pasti itu rasanya sakit sekali.
"Sudah tahu banyak oli tumpah, kenapa kamu pel! percuma cantik kalau- pulang! pergi ke mobil!" Galaska mencoba untuk mengontrol emosi saat ini.
Dia teringat pesan sang Mami, 'jangan marah pada Crystal'. Tapi gadis ini yang selalu memancing amarahnya, dia tidak salah bukan kalau marah.
"Ta-tapi-,"
"PERGI KE MOBIL SEKARANG!" sentak Galaska, membuat Crystal segera melemparkan sapu yang dia pegang, lalu segera berlari tunggang langgang, menuju mobil jeep Galaska.
"Astaga, gadis bodoh itu bikin aku encok!" ucap kesal Galaska, sembari memegangi pinggang serta bo*kongnya, yang benar benar terasa sakit dan panas.
SABAR BANG, INGET ANCAMAN NYONYA BESAR
**MUKA GAK BERDOSA, SETELAH BIKIN GALASKA KEJENGKANG
YUHUUUUU
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA YA
SAKIT MASIH LANJUT, TINGGAL BATUK SAMA SESAK😭😭 SEMOGA CEPAT ILANG NIH SI MEGATRON
JAGA KESEHATAN YA GUYS
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYYY MUUUAAACCHH**
__ADS_1