Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Para Keponakan Laknat


__ADS_3

Hari resepsi pernikahan tinggal di depan mata, ternyata Nagara memajukan lebih cepat acara penting itu. Agenda yang seharusnya berjalan setelah pernikahan Yasmine, ternyata mendahuluinya.


Nagara dan Galaska ingin mempercepat semuanya, mereka juga ingin segera melihat Cia dan Alkan meresmikan pernikahan mereka secara negara.


"Pokoknya mulai hari ini sampai hari H, Mbak Marwah di sini. Cici sama Alkan juga udah gak boleh kemana mana lagi, Mami mohon nurut." ucap Mami Lovyna serius.


Saat ini wanita berkepala empat itu tengah menyidang ke empat anaknya, sementara anggota keluarga lain hanya menyimak. Nagara bahkan terlihat menikmati ocehan Sang Nyonya, omelan yang sudah sering dia dengar selama berpuluh puluh tahun.


"Buat kalian berdua, jangan pernah kabur lagi ya. Mami udah bilang selama satu minggu ini diam di rumah, jangan ada acara di luar. Kenapa pada bandel! apa omongan Mami kurang jelas, atau kalian berdua yang memang keras kepala!" Mami Lovyna kembali mengomel, bahkan kali ini pandanganya beralih pada Galaska dan Crystal.


Dua hari yang lalu sepasang suami istri itu kabur untuk menonton bioskop, sang Mami murka saat mereka tiba di rumah membuat Nagara mati matian merayu sang Nyonya agar tenang.


Lovyna menghela napas kasar saat melihat kelakuan putranya, Galaska terlihat asik memainkan rambut hitam panjang milik sang istri. Lovyna heran kenapa Galaska berubah menjadi budak cinta seperti ini, tidak pantas dengan sifat sikap serta penampilannya.


"Udah malam, mending kita tidur. Ayo Mam, Pa, Gara antar kalian ke kamar." timpal Nagara ikut angkat bicara.


Namun bukan untuk memberi ceramah pada anak serta menantunya, namun mengajak Mace Reina serta Pace Ilham beristirahat.


"Padre juga istirahat, Vy gak mau kalau asma Padre kambuh gara gara kurang tidur." perintah Lovyna pada Ayah mertuanya- Crishtian, qkhirnya wanita itu mengakhiri omelannya.

__ADS_1


Lovyna segera meraih lengan Ayah mertuanya, dia dan Nagara memaksa Crishtian untuk tetap di negara ini. Mereka berdua tidak mengizinkan pria yang usianya lebih dari setengah abad itu sendirian di Spanyol. Walaupun ada Luan yang menjaganya, namun sebagai anak satu satunya Nagara tidak akan membiarkan sang Ayah sendirian di masa tuanya.


"Bunda juga istirahat ya, ayo Cici antar." ajak Cia pada ibu mertuanya.


Kedua wanita beda usia itu bangkit, meninggalkan Alkan, Galaska, Crystal san Ragata. Sedangkan Elira dan si kembar tiga tengah berada didalam kamar. Elira memanfaatkan waktu untuk tidur, apa lagi ketiga anaknya tengah tertidur lelap saat ini, Elira tidak akan membuang kesempatan.


"Kita juga bobo yuk," ujar Galaska tiba tiba, bahkan saat mengucapkan kalimat itu raut wajah Galaska terlihat santai.


"Mentang mentang pengantin baru, gas pol terus." cibir Ragata.


Si hot Papa itu menatap sinis pada keponakannya, dia tidak menyangka si pria bermulut syaiton ini akan menjadi budak cinta seperti ini.


"Kenapa? Om mau jadi pengantin baru lagi, si kembar mau di kemanain. Udahlah, ayo Sayang kita ke kamar di sini ada yang iri." ucap songong Galaska, membuat ubun ubun Raga mendidih.


"Yang penting udah dapat 3 sekali cetak, masa iya sih kamu kalah sama kita berdua. Mana yang katanya si garang Gala, apa iya dia garang sesuai namanya, waktu lagi nyetak." ceplos Ragata lagi, saringan mulut Raga tertinggal di Spanyol sepertinya.


Ragata bahkan tersenyum mengejek saat melihat wajah datar Galaska, pria bertato itu segera menarik lengan Crystal tanpa mau membalas ucapan Omnya. Sementara Alkan si kalem yang gantengnya berlebihan, memilih untuk bangkit. Alkan pergi mengikuti langkah sang kakak ipar menuju kamarnya dan Cia.


"Heh para ponakan laknat! main kabur aja, ini siapa yang lanjutin caturnya?!" seru kesal Ragata.

__ADS_1


Galaska dan Alkan hanya menoleh, kalau Gala menampilkan wajah flat sembari merangkul pinggang Crystal posesif, Alkan justru tersenyum tipis pada Ragata.


"Saya mau isya'an dulu Om," ujar Alkan.


Si pria berlesung pipi, tampan lembut nan gagah itu kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai atas. Alkan yakin kalau saat ini Cia pasti sudah menunggunya di kamar.



HOT PAPA MILIK SEGARA REGINA REGATA DAN ELIRA



SI BUCIN CRYSTAL



**NIKMATIN AJA TSAAYY


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAAACCHH**


__ADS_2