Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mandi'in


__ADS_3

Fajar mulai menyingsing, waktu sudah menunjukan pukul 04.25 pagi hari. Sepasang anak manusia masih terlelap, sang gadis yang sudah berubah menjadi seorang wanita, terlihat memeluk tubuh seorang pria, yang bertelanjang dada dengan posesif.


Hampir 2 jam mereka melakukan tanam saham, dan kini keduanya di paksa bangun, karena waktu sebentar lagi akan memasuki waktu subuh.


Sang pria yang tidak lain adalah Alkan, terlihat menggeliat pelan saat merasakan tubuhnya ditindih sesuatu. Kedua netra dark coklatnya perlahan terbuka, karena suasana kamar remang remang, jadi Alkan tidak terlalu terganggu dengan cahaya, saat dia membuka kedua mata.


Alkan sedikit tersentak, kala melihat seseorang tengah tertidur di atas tubuhnya. Namun seperdetik kemudian Alkan sadar, kalau orang yang tengah tertidur di atas tubuh half nakednya itu adalah istrinya.


Secara perlahan Alkan melepaskan belitan tangan Cia, pria berlesung pipu itu dengan lembut menempatkan kepala Cia di atas bantal. Alkan menghela napas pelan, kala berhasil memindahkan tubuh sang istri, tanpa mengganggu tidurnya.


Alkan turun dari atas tempat tidur, dia melirik jam dinding yang tergantung di atas pintu masuk. Walaupun kondisi kamar tidak terlalu terang, namun Alkan masih bisa melihatnya.


Pria berlesung pipi itu segera berlalu menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri sebelum waktu subuh datang. Pria itu yang hanya memakai boxer ketat, untung saja Cia masih terlelap, karena kalau tidak, sudah bisa di pastikan kalau Cia takkan berkedip dibuatnya.


Alkan menghela napas kasar kala sudah masuk kedalam kamar mandi, dia segera menyalakan shower, air dingin dan segar terlihat membahasi tubuh sempurnanya. Kedua tangan Alkan bertumpu pada dinding kaca, matanya terpejam. Sebersit senyuman tercipta di kedua sudut bibirnya, kala teringat dengan malam panjang yang sudah dia lalui bersama Cia.


Malam indah yang begitu mengesankan, bahkan Alkan terlihat mengigit bibir bawahnya sendiri, kala mengingat Cia terus saja menatap sayu padanya. Bahkan wanitanya itu selalu tersenyum, kala mereka berdua mencapai puncak surgawi.


Deg

__ADS_1


Alkan tersentak kala merasakan ada dua buah tangan melingkar di tubuhnya, kedua mata yang terpejam tadi seketika terbuka lebar. Alkan menghela napas pelan, saat tahu kedua tangan siapa itu.


Tangan putih mulus yang sepanjang malam memeluk, bahkan mencakar pundak serta punggungnya berulang kali. Bahkan pundak Alkan tidak lepas dari gigitan manja Cia, kala Alkan berhasil melesatkan singkong thailand nya masuk kedalam surgawi Cia.


"Mas Al, gak bangunin Cici?" ucapnya manja.


Bahkan dengan nakal, Cia terus saja menaik turunkan tangannya yang melingkar di tubuh Alkan. Wanita itu mengusap lembut perut rata dan berotot milik sang suami. Cia tidak menyangka kalau tubuh Alkan lebih dari ekspetasinya selama ini, bukan hanya sempurna tapi juga berotot dan sangat hot.


"Kamu mau mandi?" tanya Akan pelan.


Pria berlesung pipi itu berupaya menghilangkan rasa gugupnya saat ini, jujur setiap sentuhan Cia, membuatnya tidak bisa berkutik. Wanitanya sangat pandai memancing sesuatu yang selama ini tengah hibernasi.


"Mau di mandiin, sama Mas Al," ujar Cia pelan.


"Ayo, Mas mandiin." sahut Alkan tenang.


Padahal di dalam hatinya saat ini, tidak ada kata tenang. Apa lagi saat dia berbalik menghadap Cia, kedua mata Alkan tidak berkedip sama sekali saat melihat tampilan wanitanya. Cia hanya memakai underwear merah menyala, tanpa atasan apa pun untuk menutupi kedua sumber kehidupan, calon anaknya nanti.


Cia tersenyum jahil kala melihat wajah tegang suaminya, kedua tangannya terulur untuk dia lingkarkan di pundak kokoh Alkan. Dengan nakal, Cia menatap Alkan dari atas hingga bawah.

__ADS_1


"Mas Al, mau gosokin tubuh Cici?" bisik sensual Cia, entah keberanian dari mana, namun Cia tidak peduli. Toh dia dan Alkan sudah sah menjadi suami istri, jadi tidak akan berdosa kalau menggoda suami sendiri. Dari pada nanti, ada ulet keket yang menggoda suaminya, jadi lebih baik dia saja bukan.


"Ayo Mas mandikan, nanti kalau kita di sini terus, Mas bisa ketinggalan sholat subuh." ucap Alkan lagi.


Dia tidak akan berlama lama bersama Cia saat ini, sang istri terlalu pintar dalam hal pancing memancing. Kalau di biarkan, bisa bisa subuh hari ini terlewatkan oleh Alkan.


"Tapi semuanya, ya," tawar Cia lagi, membuat Alkan semakin di buat tidak karuan, kedua tangannya bergetar kala menerima sebuah scrub mandi, yang di berikan oleh Cia padanya.


"Punggung dulu." titah Cia lagi, sembari berbalik memunggungi Alkan, Cia dapat melihat wajah bersemu Alkan dari cermin, saat ini.


'Jadi pingin gigit," ucap gemas Cia dalam hati.



**IKUTTTTTTTTT


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI?

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**


__ADS_2