Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mandi'in Again


__ADS_3

Cia menatap tak berkedip ke arah halaman rumah, pagi ini suasana rumah begitu ramai. Cia semakin mengernyitkan dahi, saat melihat begitu banyak tukang sayur keluar masuk kedalam area tempat tinggalnya.


Bahkan Alkan terlihat berbincang kecil dengan mereka, sesekali si Bapak Penghulu tersenyum ramah pada setiap orang yang melewatinya.


"Cici?" panggil seseorang.


"Ya, Bun?" sahut Cia.


Wanita yang masih memakai baju tidur panjang, bermotif kelinci itu sedikit tersentak, kala mendengar sang Ibu Mertua memanggilnya dari dalam rumah.


Dengan tidak rela, Cia kembali masuk kedalam rumah. Padahal saat ini dia masih ingin menatap lama, wajah pria yang setiap malam selalu dia kecup'i sebelum terlelap, menuju alam mimpi.


"Bunda manggil, Cici?"


Cia segera menghampiri Bunda Marwah, yang terlihat sibuk membereskan sayuran serta daging dan bahan bahan lain, yang di kirim oleh para pedagang.


"Nanti sore kan, Bunda mau ngadain syukuran. Jadi kamu sama Alkan, jangan kemana mana hari ini! Alkan juga sudah Bunda suruh izin cuti kerja, kemarin." ucap Bunda Marwah, tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan sayur.


"Pantesan Mas Al masih santai di depan," gumam pelan Cia.


Salah satu tangannya terulur untuk meraih plastik yang berisikan wortel, namun belum juga tangan Cia meraihnya, Bunda Marwah sudah menjauhkan wortel itu dari jangkauan sang menantu.


"Jangan pegang apa pun! sekarang kamu mandi! diam dikamar! jangan ke dapur, nanti ada Bu RT , Umy, sama tetangga kita yang bakalan urus ini semua. Udah sana, kamu belum mandi kan, hush hush hush!" ucapan Bunda Marwah penuh dengan perintah, yang tidak ingin di bantah.

__ADS_1


Bahkan wanita berdaster panjang itu, sedikit mengusir Cia dari dapur, layaknya tengah mengusir seekor ayam.


Cia tidak bisa membantah, hari ini sepertinya akan menjadi hari pingitan untuknya. Seharian di rumah, tidak melakukan apa pun, kecuali duduk cantik di dalam kamar.


Didalam kamar?


Senyuman licik Cia muncul, salah satu sudut matanya melirik kearah seseorang, yang baru saja masuk kedalam rumah. Dengan cepat, Cia segera pergi dari dapur dan mendekat padanya.


"Mas?" panggil manja Cia.


Wanita bermata abu abu bening itu, merentangkan kedua tangannya pada Alkan, untuk meminta pelukan. Alkan yang baru saja akan membuka pintu kamar, terlihat menoleh. Dahinya berkerut, kala melihat sang istri berjalan lemas padanya.


"Kamu kenapa?" tanya Alkan.


Pria berlesung pipi itu membiarkan Cia memeluk tubuhnya, bahkan saat Cia mendorong paksa dirinya masuk kedalam kamar, Alkan hanya pasrah.


Kali ini Alkan mengulurkan salah satu tangannya untuk menyentuh dahi Cia, tidak panas atau pun demam, suhu tubuh Cia normal. Tapi kenapa wanitanya terlihat lemas dan tidak bersemangat.


"Bunda ngelarang Cici ke dapur, katanya Cici sama Mas Al harus di kamar aja, gak boleh kemana mana. Padahal Cici kan pingin bantu bantu, walaupun cuma motong sayur." gumam Cia.


Bahkan saat ini wanita yang terus saja menempel pada suaminya itu, semakin mengeratkan pelukannya dengan begitu nyaman.


"Kalau Bunda sudah berbicara seperti itu, kita turuti. Kamu belum mandi kan? ayo mandi dulu! Mas juga harus lihat tukang tenda, soalnya didalam rumah kita gak bakalan muat, buat para tamu pengajian dan syukuran nanti malam." ucap lembut Alkan.

__ADS_1


Salah satu tangannya terus saja membelai lembut rambut panjang Cia, bahkan sepertinya Alkan semakin menikmati suasana romantis yang tercipta saat ini.


Cia mendongak, tanpa melepaskan dekapannya dari tubuh Alkan. Kini Cia bisa melihat dengan jelas, leher berjakun serta wajah Alkan dari bawah.


"Mandi'in," ujar pelan Cia tanpa malu.


Alkan yang sedari tadi memejamkan kedua mata, segera menunduk. Alhasil tatapan keduanya bertemu, kedua mata dark coklat Alkan menatap tak berkedip pada Cia.


Apa lagi saat melihat wanitanya mengumbar senyum, Alkan semakin mematung.


"Cici, mau di mandi'in sama Mas Al." ucap Cia lagi.


Kini lebih jelas dan lebih terasa di kedua telinga, Alkan.



**CICI MINTA DI MANDIIN, SENYUMIN AJA😂😂😂


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


UDAH HARI SENIN AJA


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2