Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mempersiapkan Modal dan Mental


__ADS_3

Alkan terus saja berjalan santai, tanpa peduli celotehan orang yang ada dibelakang tubuhnya. Si Bapak Penghulu itu baru saja selesai menunaikan ibadah sholat isya di masjid, yang tidak jauh dari rumahnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 malam, belum terlalu malam, malah terkesan masih sore bagi sebagian orang. Alkan terus saja mengembangkan senyuman, kala ada orang yang menyapanya, dan saat dia menyapa.


"Mas Alkan?" panggil seseorang dari dalam mobil, yang baru saja melintas di dekatnya.


Kedua mata Alkan menyipit, kala melihat siapa orang yang memanggilnya.


"Iya, ada apa Dokter Elina?" sahut Alkan seadanya.


Sepertinya si Bapak Penghulu tidak ingin berbasa basi, Alkan segera bertanya apa mau si dokter jantung itu.


"Emm- gimana kabar Bunda? sepertinya sudah beberapa hari ini, Bunda tidak pernah konsultasi lagi," ucap pelan Elina.


Bahkan si dokter spesialis jantung itu tersenyum manis pada Alkan, mobil mercedes bens yang dia kendarai, sudah berhenti tepat di sisi Alkan.


"Alhamdullilah, Bunda sehat. Kesehatannya stabil, Bunda sudah tidak merasa lelah lagi." ucap Alkan apa adanya.


Si Bapak Penghulu berkata apa adanya, Bunda Marwah memang terlihat bugar beberapa hari ini. Bukankah sang Bunda pernah bilang padanya beberapa hari yang lalu, kalau wanita berhijab itu tidak lelah saat mengejar pencopet bersama Cia, di pasar.


"Syukurlah kalau gitu, aku ikut senang mendengarnya." ucap Dokter Elina lagi.


Alkan menanggapinya dengan senyuman tipis, jujur dia merasa tidak enak pada setiap mata yang melirik padanya dan Elina, saat ini.

__ADS_1


"Saya duluan Dokter Elina, Bunda sendirian di rumah, permisi." pamit Alkan ramah.


Si Bapak Penghulu kembali melangkah, meninggalkan Elina yang masih menatap dalam pada punggung lebar Alkan, yang tertutup baju koko berwarna baby blue.


Entah apa yang tengah di rencanakan oleh otaknya saat ini, namun perlahan senyuman sinis Elina terbit. Setelah itu, dia kembali menyalakan mesin mobil mewahnya, dokter cantik itu tidak peduli dengan begitu banyak mata menatap ke arahnya.


πŸ•Š


πŸ•Š


πŸ•Š


"Assalamualaikum!' seruan salam yang Alkan ucapkan menggema.


Alkan menghela napas kasar, si Bapak Penghulu meraup wajahnya kasar. Beberapa hari ini Alkan masih mempersiapkan modal serta mental, untuk mempersunting Cia. Mungkin dalam waktu dekat ini, dia dan sang Bunda akan pergi kekediaman Cia.


"Kamu sudah pulang, Kan?" tanya Bunda Marwah yang tengah menyetrika.


"Sudah Bun," sahut Alkan lembut.


Tangan si Bapak Penghulu terulur, untuk meraih tangan Bunda Marwah dan menciumnya takzim.


"Alkan ke kamar dulu ya, Bun." ucap Alkan lagi.

__ADS_1


Bunda Marwah yang masih sibuk, hanya menganggukkan kepala. Padahal Alkan sudah menyuruh Sang Bunda, untuk melaundry kan pakaian mereka. Agar Bunda Marwah tidak repot mencuci dan menyetrika, namun wanita paruh baya itu tidak menuruti ucapan putranya.


Bunda Marwah bilang, kalau dia masih sanggup mencuci dan menyetrika pakaian Alkan sendiri, karena pakaian yang paling penting disetrika hanya kemeja Alkan saja.


Setelah masuk kedalam kamar, Alkan segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kedua matanya terpejam, namun kedua sudut bibirnya terangkat ke atas, membentuk senyuman hingga menampilkan lesung pipinya.


Alkan sudah yakin dengan keputusan yang akan dia ambil, entah besok atau lusa Alkan akan datang kembali kehadapan kedua orang tua Cia, untuk meminangnya.


"Bismillah, semoga engkau mempermudah segalanya, Aamiin ya robbal allamin." gumam pelan Alkan.


Senyumannya tidak kunjung surut, bahkan saat Alkan mulai memasuki alam mimpinya. Semoga malam ini Tuhan memberikan mimpi yang indah, bahkan Alkan tidak lupa berdoa sebelum tidur, agar tidurnya malam ini lebih nyenyak.


'Selamat malam, Cimut,' ujar pelan dalam hatinya.




**MODE KLIMIS DAN BERKUMIS, DAN ENTAH KENAPA DIRIMU GUUAAANNNNTENGNYA NAMBAH TEROS😭😭😭


SATU PART LAGI NANTI NYUSUL YA


EFEK OTHORNYA KEBURU TEPAR KARENA NGANTUK TADI MALAM LUPA SATU PART LAGI

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUUAACCHH**


__ADS_2