Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Mulai Berani


__ADS_3

Galaska menatap sengit, pada gadis yang tengah memalingkan wajahnya kearah luar mobil. Kalau saja bukan perintah mutlak sang Mami, Galaska tidak akan mau menjemput gadis ini.


"Kau bisu ya?" tanya Galaska tiba tiba.


Si pria berambut ikal itu, terus saja menatap sang gadis tajam, tatapan Galaska memang seperti bunglon, berubah ubah.


Sedangkan si gadis berwajah lembut, hanya menyimpulkan senyuman kecil. Dia belum berani membuka suara, dia takut kalau ucapannya nanti akan membuat pria bermulut cabai ini, semakin murka padanya.


"Selain bisu, apa kau juga tuli, huh?!" sarkas Galaska.


Kali ini gadis sebening Crystal, yang sesuai dengan namanya, terlihat menoleh pada Galaska.


"Nanti kalau aku jawab, kamu marah lagi." ucap pelan Crystal.


Kedua mata biru beningnya, terus saja menatap wajah judes dan angkuh seorang Galaska. Si pria berambut ikal menatap Crystal dengan tajam, bahkan lebih tajam dari sebelumnya.


Crystal tersenyum kecil melihatnya, tebakannya benar bukan. Pria berwajah bule ini, akan marah lagi padanya.


"Tuhkan, aku baru bicara begitu saja, kamu sudah melotot." lanjut Crystal.


Kedua sudut bibirnya terus saja terangkat, kala melihat tatapan Galaska padanya. Pria ini pendek sumbu, terlalu cepat marah dan terpancing emosi. Bahkan Galaska bisa marah tidak jelas pada orang lain.

__ADS_1


"Sebenarnya aku salah apa sama kamu? kenapa kamu tidak meninggalkan aku saja, waktu aku menabrak mobilmu. Mungkin itu akan lebih baik, dari pada setiap hari harus melihat serta mendengar orang marah tanpa alasan." celoteh Crystal panjang lebar.


Entah kenapa rasa takut Crystal semakin hilang pada Galaska, padahal saat pertama kali dia melihat pria ini, Crystal begitu takut. Apa lagi saat Galaska memaksanya ikut masuk kedalam mobil, lalu membuangnya begitu saja di jalanan sepi.


Namun setelah melihat Galaska, mau dan sudi menemaninya selama di rumah sakit, walaupun secara paksaan dari sang Mami. Crystal yakin, kalau Galaska masih memiliki hati serta rasa peduli.ย 


"Gak usah senyum gitu, gak ada cantik cantiknya juga. Diam, mingkem, gak usah cengengesan!" sentak Galaska.


Pria itu kembali fokus kearah jalanan, sementara Crystal malah semakin melebarkan senyumannya.


"Tuh kan, kamu marah lagi. Padahal aku akan tidak berbuat apa apa, tapi kamu malam mar-," ucapan Crystal terputus.


"Bisa diam gak sih! ngomong sekali lagi, ku turunkan sekarang juga kau ya!" ucap Gala galak.


๐Ÿ•Š


๐Ÿ•Š


๐Ÿ•Š


"Wah pantes aja Mas Alkan lebih memilih gadis itu, dari pada anaknya Bu Sarah. Ternyata istri Mas Alkanย  anak sultan, rumahnya aja tiga lantai, mewah lagi." ucap seorang Ibu Ibu, di waktu berbelanjanya bersama ibu ibu lain.

__ADS_1


"Jadi, kesimpulannya Pak Penghulu ganteng , matre? tapi kayaknya gak mungkin deh, kalau Mas Alkan kayak gitu." sahut si ibu berdaster hijau lumut.


"Duh saya gak bilang kalau Mas Alkan matre, atau apalah itu ya. Saya cuma bilang, Saya gak nyangka aja, Mas Alkan lebih memilih gadis yang ternyata lebih kaya, dari pada keluarga Bu Sarah." kilahnya.


"Udah Ibu Ibu, jangan gosip terus! ini jadi gak belanjanya? jangan bikin sayuran saya kena Vertigo, gara gara di bolak balik terus sama ibu ibu, tapi gak jadi dibeli." omel kang sayur, membuat beberapa ibu ibu itu saling lirik.


Tanpa mereka tahu, dibalik sebuah pintu gerbang yang sedikit terbuka, seorang wanita tengah menguping pembicaraan mereka.


"M-Mas Alkan, sudah menikah?" tanyanya pada diri sendiri.


Dia terus saja menajamkan pendengarannya, dia masih belum percaya dengan apa yang dengar. Niat hati ingin joging sore, dia malah mendengar sesuatu hal yang membuat dadanya bergemuruh.


"Aku harus memastikannya sendiri!" monolognya lagi.



SI PETASAN BANTING SENYUMIN AJA YA



**ABANG KALO RAMBUT PENDEK TAMBAH GANTENG LOH, ITU SIAPA LAGI BAJU KUNING NYEMPIL

__ADS_1


YUHUUU 2 PART LAGI AKU UP AGAK SIANG YA, KEMAREN SIBUK BANGET CUMA BISA NULIS 3 BAB AJA๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


MOHON SABAR, SEE YOU NANTI MUUUAACCHH**


__ADS_2