Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Calon Istri Gak Tuh


__ADS_3

"Lapar nih, makan dulu yuk. Udah dangdutan didalam sini Kak Ci, lapar." rengek Yasmine, salah satu tangannya bergelayut di lengan Cia.


"Ya udah ayo, mau makan apa nih? mi ayam, bakso, pecel lele, ayam geprek, apa nasi pad...,"


"Nasi padang, ayo aku udah gak sabar buat makan kikil sama perkedelnya!" dengan cepat Yasmine menyela ucapan Cia.


Cia bahkan sedikit terseret, kala Yasmine menarik lengannya cukup kencang. Kedua gadis cantik itu, segera meninggalkan ruang kerja. Bahkan tanpa sadar, Cia masih memakai sandal jepit milik Berliana, yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya.


Mobil Jazz merah milik Cia keluar dari area DIAMOND QUEEN, masih tetap dikawal ketat oleh Melody. Untung saja ada Yasmine. Kalau tidak, mungkin Cia akan lebih banyak menggerutu, saat ini.


Tidak lama, mobil Jazz merah itu sampai disalah satu resto Padang. Kedua mata Cia berbinar, kala melihat begitu banyak makanan didalam sana.


Ketiga gadis itu melangkah masuk kedalam resto, bahkan penampilan Cia menjadi sorotan pengunjung disana. Saat ini Cia tengah menggunakan celana bahan panjang, dengan kemeja dan jaket hitam, yang membalut tubuhnya, entah kapan Cia berganti pakaian. Jangan lupa, sandal jepit swallow kesayangan sang Ratu, yang dia pinjam tanpa izin.


"Wow, bakalan lupa diet ini mah." ucap Yasmine senang, kedua mata coklatnya berbinar kala melihat, begitu banyak makanan lezat, dihadapannya saat ini.


"Jangan terlalu banyak memakannya, Nona. Santan tidak terlalu bagus, untuk kes...,"


"Iya Kak Mel iya, udah sekarang kita makan aja dulu, nanti setelah makan, Kak Melody lanjutin lagi tausiahnya." potong Yasmine cepat.


Cia masih belum bereaksi, melihat makanan lezat dihadapannya saat ini. Karena dia tengah sibuk berbalas, pesan dengan seseorang.


"Kak Ci, mau makan yang mana?" panggil Yasmine.


Kedua mata gadis remaja itu menatap lapar, kearah gulai kikil dan perkedel kentang kesukaannya, jangan lupa sambal hijaunya juga.


"Aku sama ayam bakarnya aja deh, tunggu ya mau cuci tangan dulu." Cia meletakan ponsel, lalu segera bangkit dan berjalan menuju wastafel.

__ADS_1


Cia dengan santai membersihkan kedua tangannya, tidak peduli dengan area sekitar. Bahkan saat ada seseorang disampingnya saat ini, Cia pun tidak menyadarinya. Barulah, saat dia selesai mencuci tangan, dan hendak berbalik.


Tubuhnya, hampir saja menabrak dada seseorang didepannya. Untung saja, reflek Cia bagus, kalau saja tidak, mungkin Dia sudah tersungkur didalam dekapan orang itu.


"Maaf," ujar Cia pelan, bahkan dia memundurkan langkahnya sedikit.


"Cici?" panggilnya.


Dahi Cia berkerut, kala mendengar suara orang yang hampir dia tabrak. Saat Cia mendongak, kedua mata mereka bertemu. Perlahan senyuman Cia hadir, bahkan kedua matanya sudah berbinar.


"Mas Alkan?" panggil seseorang.


Padahal Cia saja baru mulai membuka mulut, belum mengeluarkan suara emasnya. Tapi, suara seorang wanita, dari arah belakang tubuhnya, membuat Cia menoleh.


Dahi Cia semakin berkerut, kala melihat wanita itu tersenyum pada orang, yang ada dihadapannya saat ini.


Namun tidak dengan Cia, kedua matanya tidak lepas dari orang yang hampir dia tabrak, dan ternyata orang itu adalah Alkan. Kemudian netra itu bergulir lagi, pada wanita yang pernah Cia lihat, saat mengintip rumah Alkan, di malam itu.


"Mas Alkan?" panggil wanita itu lagi, kala melihat Alkan masih terdiam, bahkan kedua matanya tertuju ke arah lain.


"Maaf, saya tidak bisa Dokter Eli, saya sedang bersama teman saya." tolak halus Alkan, dia berusaha agar wanita ini tidak tersinggung dengan penolakannya.


"Wah, kalau begitu sekalian saja, Mas Alkan bisa bawa temannya makan bareng kita." kekeuh dokter wanita itu.


"Ma...,"


"Maaf, Ibu Dokter, Mas Al sedang makan bersama saya, jadi rasanya tidak sopan sekali, kalau anda tiba tiba memaksanya, untuk makan bersama Ibu Dokter dan teman Ibu Dokter, iya kan?" sahut Cia tiba tiba, bahkan dengan cepat gadis itu menyela ucapan Alkan.

__ADS_1


Cia bukan orang yang sabar, dia terlalu muak kala melihat Alkan terus saja dipaksa begitu, Cia bahkan paham kalau saat ini Alkan tengah merasa, tidak enak serta tidak nyaman.


"Maaf, kamu siapa ya? kenapa kamu kenal dan bersama Mas Alkan?" tanya  si dokter cantik itu, penuh penasaran.


Membuat kedua sudut bibir Cia terangkat sempurna, bahkan Cia terlihat sedikit melirik pada Alkan.


"Hallo, perkenalkan, saya Grecia Vyga, calon istri dari Alkan Arthama Syarief." ucap Cia penuh percaya diri, sekaligus bisa membuat si dokter wanita itu, menatap tak percaya pada Alkan serta padanya.


"Ca-calon is-tri,"



NGOPI BANG, KAGAK NGAJAK NGAJAK



TATAPAN CIA, PADA ALKAN



**BUTUH SANDARAN BU DOKTER?


YUHUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUUAAACCCHHHH**

__ADS_1


__ADS_2