Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Bersama Malam Ini


__ADS_3

Alkan sudah berdiri di depan pintu kamar Cia, entah kenapa ada rasa ragu kala dia hendak membuka kenop pintu.


Ini pertama kali untuknya, berdua dengan seorang gadis didalam satu ruangan. Untungnya si gadis sudah menjadi mahramnya, jadi tidak ada yang harus dia takutkan lagi, bukan.


Alkan menghela napas kasar, lalu dengan yakin dia membuka kenop pintu pelan. Alkan tidak ingin membangunkan penghuninya, yang tengah berlayar ke alam mimpi.


Benar saja, saat Alkan masuk kedalam, Cia masih tertidur lelap. Bahkan gamis yang masih Cia pakai saat ini, tidak mengganggunya sedikit pun, untuk menyelami lebih dalam lagi mimpi indahNya.


Alkan mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar sang istri, sangat rapi, wangi dan menenangkan jiwa. Sentuhan warna baby blue, memberikan kesan tenang serta damai didalamnya.


Alkan terus saja menyusuri potret Cia yang terpajang di dinding, kedua sudut bibir Alkan terangkat, membentuk senyuman tipis kala melihat senyuman lebar Cia, kala gadis itu wisuda kuliahnya.


Alkan baru tahu kalau sang istri lulusan S1 tata busana, pantas saja Cia lebih memilih bekerja di butik. Tapi penampilan gadisnya terlihat apa adanya, tidak seperti para wanita yang sangat menggilai fashion.


Alkan mendudukkan dirinya di atas sofa yang ada disana, satu tangannya meraih majalah fashion yang tergeletak di sisinya. Kedua mata Alkan membulat, kala melihat gambar yang ada di dalam majalah.


Bahkan si Bapak Penghulu segera menutupnya, saat melihat beberapa model bikini sampai lingerie terpampang di halaman tengah.


Alkan bahkan meraup wajahnya kasar, dia segera bangkit lalu berjalan menuju salah satu pintu, yang Alkan yakini pasti itu adalah pintu kamar mandi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 malam, Alkan berniat mencuci tangan serta kaki sembari berwudhu, agar dia bisa tidur dengan nyenyak.


Alkan terperangah kala melihat suasana yang ada di dalamnya, kamar mandi Cia bahkan terlihat lebih mewah dari yang dia bayangkan. Karena di kamar mandi pribadi Alkan, hanya ada shower dan perlengkapan mandi yang normal.

__ADS_1


Tapi apa ini, kenapa di dalam kamar mandi Cia bisa menampung hampir seluruh alat perlengkapan mandi wanita.


"Butuh berapa jam kalau pakai ini semua?" monolog Alkan.


Si Bapak Penghulu menatap ngeri pada jejeran scrub mandi dan berbagai macam benda lainnya, yang berjejer rapi di didalam lemari kaca.


Alkan menghela napas pelan, kala menemukan wastafel dan sebuah facial wash, mungkin milik sang istri. Alkan akan memakainya sedikit, untuk membersihkan wajah kotor serta lelahnya.


Sedangkan di luar kamar mandi, Cia terlihat menggeliat pelan. Kedua matanya mengerejab, kantung kemihnya terasa penuh. Cia juga mulai terganggu dengan pakaian yang masih menempel di tubuhnya.


Secara tidak sadar, Cia menurunkan resleting gamisnya. Lalu sekali tarik, gamis putih bersih itu terjatuh begitu saja dilantai. Saat ini Cia hanya memakai br*a merah menyala dan legging dibawah lutut berwarna hitam.


Dengan mata yang masih mengantuk, Cia menuju pintu kamar mandi. Bahkan untuk berjalan pun, Cia harus meraba karena kedua matanya tidak mau terbuka.


Clek!


Glek!


Alkan menelan pasta gigi yang ada di dalam mulutnya tidak sengaja, saat melihat Cia dengan santai membuka legging di hadapannya. Bahkan gadis itu dengan santai mendudukkan diri diatas closet. Tanpa ingin membuka kedua mata, agar dia bisa melihat kalau ada Alkan di dalamnya.


Alkan segera mengalihkan pandangannya kearah lain, si Bapak Penghulu segera menyalakan kran air dan berkumur. Alkan sampai tidak jadi untuk menggosok gigi, karena ulah si Cimutnya.


Cia yang tengah memejamkan kedua mata sembari buang air kecil, segera tersadar dan membuka kedua matanya lebar lebar, kala mendengar suara air kran menyala sendiri. Kepalanya segera menoleh, seketika Cia membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak, saat melihat Alkan berada di dalam kamar mandi bersamanya.

__ADS_1


"M-Mas Al?" cici Cia.


Gadis itu segera menyiram closet dan membersihkan area surganya, dia memanfaatkan palingan wajah Alkan, untuk segera menaikan celana da*lam serta legging yang saat ini masih melorot di lututnya.


"Ayo tidur lagi!" ajak Alkan lembut, dia segera membawa Cia keluar dari dalam kamar mandi.


Sedangkan Cia, gadis itu masih menahan malunya setengah mati. Walaupun Cia sudah siap untuk di sentuh oleh Alkan, namun kalau sang surganya di lihat secara tidak sengaja seperti ini, tetap saja malu.


"Tidur, ayo tutup matanya." ucap Alkan lagi.


Pria itu tidak peduli dengan kondisi Cia, yang hanya memakai br*a di bagian atas tubuhnya.


Alkan segera menyelimuti tubuh dingin sang istri, lalu menutup kedua matanya. Alkan bahkan masih merasakan, rasa pedas pasta gigi yang tidak sengaja di telan tadi, di tenggorokannya.



MAS AL DIRIMU SAMPAI KEBAWA MIMPI LOH😭😭😭



**BENING BENER BINI ORANG


YUHUUU SATU PART LAGI AGAK SIANGAN YA

__ADS_1


POKOKNYA JANGAN LUPA DUKUNGAN KALIAN


SEE YOU DI PART SELANJUTNYA NANTI SIANG MUUUAAAACCHH**


__ADS_2