
Cia menggenggam gelas dengan tangan bergetar, kedua netra abu abu beningnya terus saja berair. Napasnya tercekat kala melihat Alkan masih di tangani oleh dokter di IGD, wanita yang tengah mengandung bayi kembar tiga itu terus saja bergumam. Memanjatkan banyak doa pada Sang Maha Kuasa, meminta keselamatan, kesembuhan serta kesehatan untuk suaminya.
"Cici?" dengan tubuh bergetar menahan tangis, Cia menoleh.
Air matanya semakin mengalir saat melihat Bunda Marwah tiba bersama Galaska dan Crystal, Cia segera bangkit dan memeluk tubuh ibu mertuanya erat. Cia menumpahkan segala rasa dalam tangisan, karena sejak tadi Cia sendirian di ruang tunggu tidak ada satu orang pun yang menemani, wanita hamil itu hanya bisa terisak pelan tanpa ada sandaran.
"Mas Al, Bunda." lirih Cia.
Tangisannya semakin terdengar, membuat Bunda Marwah ikut menangis, bahkan Crystal pun ikut memeluk tubuh rapuh adik iparnya.
"Cici gak rela kalau Mas Al-,"
"Sstt- anaknya Bunda gak bakalan kemana mana! dia bakalan terus sama kita. Sampai kapan pun, ingat ada si kembar disini kamu jangan terlalu berpikir macam macam." nasihat Bunda Marwah pada anak menantunya.
Jujur Bunda Marwah merasa kalau separuh hidupnya hilang, saat mengetahui kalau putra semata wayang serta menantunya mengalami musibah. Jantungnya kembali bereaksi saat mendengar berita itu dari Galaska, kala kakak Ipar sang putra menjemputnya. Dia semakin khawatir pada keadaan ke tiga calon cucunya.
Bahkan Lovyna dan Nagara yang tengah mengantar Padre Crish berobat ke Singapura belum di kabari oleh Galaska atau pun Cia.
"Keluarga pasien?"
__ADS_1
Cia dan yang lainnya segera menoleh saat mendengar seorang perawat memanggil, mereka juga belum tahu keluarga pasien mana yang dicari oleh sang perawat.
"Apa ini keluarga pasien yang kecelakaan tadi?" tanyanya lagi.
"Iya Sus, saya istrinya." sahut Cia cepat.
Wanita itu menyeka air matanya kasar, mau Cia tahan pun air mata itu terus saja mengalir tanpa henti. Dadanya masih terasa sesak dan sakit karena terlalu lama menahan tangis.
"Pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan, mari." ajak sang perawat.
Cia mengangguk, lalu segera meraih lengan ibu mertuanya. Sedangkan satu tangannya lagi terus saja menyeka kasar air mata yang tidak tau diri, karena terus saja mengalir.
🕊
🕊
🕊
Cia terus saja menggenggam erat salah satu tangan Alkan, bahkan wanita yang tengah mengandung itu memberikan banyak kecupan dipunggung tangan suaminya.
__ADS_1
Sementara Bunda Marwah, si calon nenek itu terdengar melantunkan banyak doa, Bunda Marwah mengaji untuk kesembuhan putra semata wayang, serta ketenangan hati menantunya.
Sedangkan Galaska dan Crystal tengah keluar, sepasang suami istri itu memutuskan untuk membeli makanan dan susu ibu hamil untuk Cia. Mereka yakin kalau adiknya itu belum memakan apa pun sejak tadi, Galaska dan Crystal khawatir dengan kesehatan Cia dan bayinya kalau wanita itu tidak mengkonsumsi apa pun.
"Mas Al, kenapa belum bangun? Cici pingin lihat Mas Al bangun." lirih Cia.
Cia menelungkupkan wajahnya di lengan sang suami, napasnya perlahan teratur. Wanita itu tertidur kelelahan karena terlalu lama menangis, bahkan sampai siang ini Cia belum memakan apa pun membuat perutnya sedikit perih.
**CEPET SEMBUH MAS AL
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR HARI INI
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**
__ADS_1