Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Bertambah


__ADS_3

Cia meraba sebelah sisi tempat tidurnya, dahi Cia berkerut kala merasakan tempat itu kosong. Dengan malas wanita itu membuka kedua mata, dahi Cia semakin berkerut saat melihat jam yang tergantung di dinding.


Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi, setelah sholat subuh tadi Cia dan Alkan memutuskan untuk tidur kembali, karena di luar hujan mulai kembali turun.


Bahkan saat ini pun masih turun, walaupun hanya gerimis. Cia segera mengganti lingerie sexy yang dia pakai, dengan baju tidur panjang bermotif Panda.


Cuaca pagi ini begitu dingin, Cia tak kan sanggup kalau tidak memakai pakaian panjang. Setelah mencuci wajah dan menggosok gigi, Cia segera turun ke lantai bawah.


Wanita berambut panjang itu segera menuju dapur, namun kedua matanya terus saja mencari keberadaan Alkan.


"Nyari Alkan ya?" tanya Lovyna.


Wanita paruh baya itu sedari tadi memperhatikan gerak gerik Cia, dari pertama turun dari lantai atas, hingga dapur. Senyuman Lovyna semakin mengembang kala melihat Cia menganggukkan kepalanya.


"Alkan lagi lari di ruang gym sama Abang, tadinya suami kamu mau lari keliling komplek, tapi Mami larang. Baru sehat kok udah mau main hujan hujanan, ya udah Mami suruh Alkan ke ruang gym." ucap Lovyna panjang lebar.


Wanita beranak dua itu hanya menggelengkan kepala, saat melihat menantunya memaksa ingin lari pagi, padahal di luar masih gerimis. Walau pun Alkan bilang hanya ingin mencari keringat, tapi Lovyna benar benar melarangnya.


"Ya udah Cici mau bikin teh dulu ya, Mi." pamit Cia.

__ADS_1


Cia meninggalkan Sang Mami yang tengah mengganti bunga mawar putih di Vas, si Nyonya Alkan segera menuju dapur untuk membuatkan teh safron untuk suaminya.


"Bunda, udah sarapan?" tanya Cia, saat dia melihat Bunda Marwah hendak meminum obat jantungnya.


Cia mendekat, kedua mata abu abu bening itu menatap penasaran pada botol obat yang di pegang ibu mertuanya.


"Bunda udah sarapan, baru mau minum obat." sahut Bunda Marwah pelan.


Wanita bergamis hijau itu hendak memasukan beberapa butir obat kedalam mulut, namun tangannya tertahan saat Cia menahannya.


"Kenapa Ci? Bunda mau minum obat dulu." tanya Bunda Marwah heran.


Selama hampir satu minggu ini Cia memang mengontrol obat Bunda Marwah, tapi dia tidak memberikan begitu banyak obat untuk ibu mertuanya. Terus kenapa sekarang butiran pil itu bertambah, perasaan Cia kemarin jumlahnya lebih sedikit.


"Kenapa obat Bunda bertambah? bukannya kemarin cuma tiga? kenapa sekarang jadi lima?" tanya Cia penuh penasaran.


Cia bahkan segera meraih butiran obat itu dari tangan Bunda Marwah, dahinya berkerut kala memperhatikan butiran obat yang ada di tangannya.


"Siapa yang ngasih Bunda obat ini?" tanya Ci lagi.

__ADS_1


Kini wajah cantiknya terlihat serius, Cia menuntut jawaban jujur dari ibu mertuanya.


"Obat itu dari Dokter Eli, kemarin Dokter Eli menelepon Bunda katanya ada vitamin yang harus Bunda konsumsi, tapi dia tidak bisa mengantarkannya jadi di kirim lewat kurir." penjelasan Bunda Marwah pada Cia.


Dahi Cia semakin berkerut mendengar ucapan ibu mertuanya, kedua matanya menatap penuh penasaran pada botol obat yang masih penuh itu.


"Bunda maaf, bukannya Cici su'uzdhon tapi kalau Bunda ngizinin, Cici mau bawa Bunda ke dokter lain, soalnya setahu Cici kalau seorang dokter memberikan obat tambahan atau pun vitamin untuk pasiennya, Bunda harus di periksa lebih dahulu, bukan cuma lewat telepon atau pun kurir. Maaf, kalau ucapan Cici buat Bunda gak nyaman, tapi ini buat kesehatan Bunda. Cici gak mau nanti Bunda kenapa napa, Cici gak mau lihat Mas Al sedih." ucap panjang lebar Cia.


Wanita itu mencoba memberikan penjelasan pada ibu mertuanya, semoga Bunda Marwah mengerti dan tidak menyalah artikan ucapan serta tindakannya.


"Cici mau hubungin Dokter Hanna dulu, dia adalah dokter jantung Mace Reina dan Pace Ilham, Bunda tunggu ya jangan di minum dulu obatnya, jangan pokoknya!" titah mutlak sang menantu.



**CICI MERINTAH MERTUA😂😂😂


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORIYNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**


__ADS_2