
"Ikut," rengek Cia, kala melihat Alkan membuka payung.
Bahkan salah satu tangan Cia sudah menarik sarung yang di pakai suaminya, hujan di luar masih turun dengan deras, namun Alkan tidak bisa mengabaikan ajakan Pak RT.
"Hujan, kamu diam saja di rumah sama Bu RT ya." ucap Alkan pelan.
Si Bapak Penghulu memberikan pengertian pada sang istri, tapi sepertinya Cia sama sekali tidak luluh. Genggaman tangannya pada sarung Alkan semakin erat, kalau si Bapak Penghulu bergerak sedikit saja, sarung gajah jongkok yang dia pakai pasti terlepas.
"Ikut," rengek Cia lagi.
"Mas, Cici ikut," imbuhnya.
Alkan menghela napas kasar, bukannya dia tidak ingin membawa Cia, namun karena hujan masih deras Alkan tidak mau kesayangannya sakit.
"Ayo! pakai jaketnya." akhirnya Alkan mengalah.
Sementara Cia terlihat melebarkan senyumannya, wanita bergamis abu abu itu segera memakai jaket jeans milik sang suami. Berbarengan dengan Pak RT yang baru saja keluar dari kamar.
"Ayo Mas Alkan, kalau istrinya mau ikut ajak aja tidak apa apa." ucap Pak RT.
Pria paruh baya itu segera membuka payung, dan berjalan terlebih dahulu. Sementara Alkan segera meraih pinggang Cia, agar semakin mendekat padanya. Sepasang suami istri itu berjalan menembus hujan, Alkan terus saja merengkuh pinggang Cia dengan posesif, sementara salah satu tangannya memegangi payung agar tidak terbang tersapu angin malam.
__ADS_1
Entah kenapa Cia merasa ini mengasyikan, bukannya risih karena harus berbecek ria menginjak lumpur, wanita itu malah semakin memeluk tubuh Alkan begitu erat. Tidak peduli cipratan air yang membahasi pakaian mereka, keduanya saling berbagi kehangatan lewat dekapan, menembus gelap dan sapuan angin malam.
Tidak lama akhirnya mereka bertiga sampai di sebuah rumah sederhana, namun begitu asri dan nyaman. Ternyata para warga sudah berkumpul, dahi Cia dan Alkan mengernyit melihat salah satu pria tengah di cekal oleh beberapa pria.
"Cowok itu kenapa, Mas? kok di pegangin gitu?" bisik Cia pada Alkan.
Alkan menggeleng pelan, bahkan pegangannya di pinggang Cia semakin mengerat, kala salah satu sudut matanya tidak sengaja bertemu dengan pria yang tadi siang mencoba mendekati istrinya.
"Ini kenapa lagi? kenapa Denis di pegangi seperti ini?" tanya Pak RT.
Pria paruh baya itu menatap prihatin pada pemuda berusia 22 tahun itu, kenapa cinta bisa membuat orang gila. Pria muda itu nekat membuat keributan di rumah orang lain, demi bisa bertemu dengan gadis pujaan hatinya.
"Den Denis membuat keributan di rumah ini, Pak RT. Den Denis memaksa ingin bertemu sama Neng Kemala, padahal Pak Jamal melarangnya." ucap salah satu pria yang tengah mencekal pria yang bernama Denis.
Pria muda itu menatap sendu ke arah jendela kamar, di balik gorden putih terlihat siluet seorang gadis. Gadis yang sangat ingin dia temui, gadis pujaan hatinya.
"Sudah sudah, sekarang di mana Pak Jamal? kita bisa bicarakan ini baik ba-,"
"Tidak usah Pak RT, saya akan membawa Denis pulang!" suara seorang pria menyela ucapan Pak RT.
Semua orang menoleh padanya, termasuk Cia dan Alkan. Pria paruh baya dengan penampilan rapi itu mendekat pada Denis.
__ADS_1
"Kamu mau mempermalukan, Bapak? Bapak sudah bilang, jangan pernah temui gadis yang ada di rumah ini lagi. Bapak sudah mempersiapkan yang terbaik untuk kamu, dia berpendidikan, dari keluarga berada, apa kurangnya, Denis?" ucap angkuh si pria.
Semua orang saling pandang satu sama lain mendengar ucapan si pria, bahkan Cia mengusap dadanya tanpa sadar. Kenapa di jaman sekarang masih ada orang tua egois, lebih mementingkan harta dan tahta dari pada kebahagian anak anaknya.
"Bapaknya mata duitan ya, Mas." bisik Cia pada Alkan.
Cia menatap sinis pada pria paruh baya itu, untung saja sang Papi tidak memiliki sifat mata duitan dan gila jabatan. Kalau Nagara sampai begitu, Cia yakin dia akan lebih memilih kawin lari bersama Alkan.
"Maaf, saya ikut campur dalam masalah internal ini, saran saya lebih baik kita bicarakan masalah ini terlebih dahulu dari hati kehati. Sepertinya ini menyangkut masalah hati, seharusnya sebagai orang tua yang sudah berpengalaman dengan ini, anda bisa memahami perasaan mereka." tutur Alkan pelan.
**LAGI SERIUS NIH
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR KALIAN HARI INI
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUAAACCHH**