Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Sibuk Masing Masing


__ADS_3

Malam tiba, suasana kediaman Nagara masih ramai. Cia Alkan dan Bunda Marwah juga memutuskan untuk menginap, para anggota keluarga yang lain juga memutuskan menginap, kecuali Elvier dan Yasmine. Karena kedua calon pengantin itu akan melakukan pemotretan besok pagi, untuk foto prewedding.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Cia sudah diantar Alkan ke kamar. Wanita yang tengah hamil muda itu terlihat sudah mengantuk sekali, Berliana dan kedua anaknya pun sudah di pindahkan oleh Radja kedalam kamar, saat Ibu dan anak itu tertidur di atas karpet.


Karena menemani Lora dan Prince Aryan menonton kartun, akhirnya Berliana tertidur diikuti oleh kedua anaknya. Alhasil Radja harus menggendong para kesayangannya saru persatu ke dalam kamar.


Begitu juga dengan Ragata, dia dan Elira segera membawa si kembar tiga menuju peraduan mereka. Si kembar tiga sedikit rewel karena suasana ramai, selama di Spanyol si kembar tiga tidak pernah merasakan suasana seramai ini.


Bahkan Mace Reina ikut membawa salah satu cucunya kedalam kamar, agar Raga dan Elira tidak harus repot bolak balik.


Si kembar tiga milik Raga dan Elira berjenis kelamin laki laki dan perempuan, lebih tepatnya satu laki laki dan dua perempuan. Si kembar selalu membuat sang Papa kerepotan, apa lagi kalau mereka bertiga menangis secara bersamaan, seperti sebuah paduan suara. Raga akan memilih duduk di lantai, sembari mengigit bantal kecil milik SEGARA RISKON SAMUDERA, sang putra yang selalu menangis kencang melebihi kedua saudarinya. Sedangkan kedua putrinya yang dia beri nama REGINA SAMUDERA dan REGATA SAMUDERA, masih tenang saat menangis.


Ragata bingung harus menggendong siapa dulu diantara ketiganya, jadi sang hot Papa memilih diam dan ikut menangis sampai Mama mereka datang, kejam bukan?


🕊


🕊


🕊


Tok


Tok


Tok


Crystal terus saja mengetuk pintu kamar mandi, sudah hampir lima belas menit Galaska tidak juga kunjung keluar.


"Bang?" panggil Crystal khawatir.


Bahkan sang Nyonya Galaska itu menempelkan salah satu telinganya di pintu, dahi Crystal mengernyit kala tidak mendengar suara apa pun dari dalam.


"Bang Gala? Abang ngapain di dalam?" seru Crystal sedikit keras.


Salah satu telinganya masih menempel di daun pintu, hingga akhirnya pintu itu terbuka membuat Crystal sedikit terhuyung kedepan, menumbur perut polos Galaska.


Gadis itu segera menegakan tubuhnya, saat melihat sesuatu yang membuatnya salah tingkah. Kedua sudut bibir Crystal terangkat membentuk senyuman polos, dadanya bergemuruh kala melihat seringai kecil di sudut bibir suaminya.

__ADS_1


"Kamu ngapain nguping?" tanya Galaska geli.


Seringai Galaska semakin lebar kala melihat senyuman polos Crystal surut. Kedua mata abu abunya menatap liar pada Crystal, dari atas hingga bawah. Tubuh setengah telanjang Galaska terus mengikis jarak pada Crystal, membuat gadis berbaju tidur panjang itu reflek memundurkan langkah.


"A-aku mau ngambil baju dulu buat, Abang." hindar Crystal.


Gadis itu segera berbalik, namun belum sempat melangkah Galaska berhasil meraih pinggang Crystal dalam sekali rengkuh.


"Mau kemana?" tanya Galaska pelan.


Pelan namun begitu mengerikan di kedua telinga Crystal, kalau dia bisa memilih Crystal lebih memilih Galaska berbicara keras dari pada lembut, itu benar benar mengerikan.


"Kenapa diam?" tanya Galaska lagi, saat Crystal tidak kunjung berbicara.


Galaska bahkan mengernyitkan dahi kala melihat istrinya menghela napas pelan, apa rengkuhannya terlalu kencang hingga membuat Crystal tidak bisa bernapas.


"Kamu kenapa? kamu sesak gara gara Abang peluk." ucap khawatir Galaska.


Pria bertato itu membalikan tubuh Crystal agar menghadap sempurna padanya, satu tangan bertato Galaska terulur untuk menyentuh wajah Crystal.


'Crystal is mine,' gumam Crystal dalam hati.


Dada Crystal semakin bergemuruh setelah membaca tulisan di lengan suaminya, kedua netra biru bening itu beralih menatap pada Galaska yang juga tengah menatap dalam padanya.


"Sejak kapan?" tanya serak Crystal, satu tangannya mengusap lembut ukiran di lengan Galaska.


Entah kenapa Crystal menyukainya, bahkan dia melihat Galaska semakin sangar dengan tato ini.


"Sejak kapan ya?" sahut Galaska jahil, salah satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman geli saat melihat wajah masam sang istri.


"Ya udah, awas aku mau ke kamar mandi." ketus Crystal.


Sekuat tenaga gadis itu mendorong dada polos Galaska, namun semakin dia berusaha melepaskan rengkuhan suaminya, semakin erat pula Galaska merengkuh tubuhnya.


"Bang?" rengek Crystal.


Tapi rengekannya tidak berhasil membuat Galaska melepaskannya, pria yang sudah menyandang status sebagai suami itu semakin merapatkan tubuhnya pada Crystal. Satu tangan Galaska kembali terulur untuk menyentuh dagu hingga bibir bawah sang istri.

__ADS_1


Jakun Galaska naik turun kala melihat bibir tipis semerah cherry itu sedikit terbuka, antara ragu dan penasaran kini tengah menguasai otak Galaska.


"Ekhem, Abang mau pakai baju dulu." ucap Galaska tiba tiba.


Pria itu segera melepaskan rengkuhannya, lalu melangkah pergi meninggalkan Crystal yang masih linglung. Namun baru langkah kedua, Galaska kembali terhenti saat Crystal berhasil meraih handuk yang dia pakai.


Reflek, kedua tangan Galaska memegang erat handuk yang dia pakai, karena kalau tidak dia pegang erat, sudah dapat di pastikan layar putih itu akan membuka sosis Spanyol miliknya.


"Crystal?"


Pegangan Galaska semakin erat kala Crystal menarik handuknya, membuat dia kembali menghadap gadis itu mempertahankan kesucian si sosis Spanyol.


Cup


Kedua mata Galaska membulat kala Crystal mengecup bibirnya sekilas, namun hal yang sekilas itu lah yang membuat dadnya bergemuruh, bahkan sesuatu didalam dirinya mulai memberontak.


"Aku keluar dulu, kalau Abang mau pakai ba- aaaakkhhh!" ucapan Crystal terhenti berganti dengan pekikan keras, kala Galaska menggotong tubuh Crystal ala karung beras, lalu menghempaskannya di atas tempat tidur.


Untung saja kamar Galaska kedap suara kalau saja tidak, entah apa yang di pikirkan para penghuni lain saat ini.


Tanpa menunggu protesan Crystal, Galaska segera menyerang bibir tipis nakal itu dengan perlahan, bahkan pria itu tidak lagi memegangi handuknya. Satu tangan Galaska sudah berada di tengkuk Crystal, sedangkan satunya lagi sudah berkelana ke setiap sudut daerah sang istri.


Bahkan handuk yang Galaska pakai terjatuh dengan sendirinya, tanpa di sadari oleh si pemilik. Crystal yang sedari tadi masih saja menutup kedua mata, belum menyadari kalau ada sesuatu yang akan memporak porandakan tubuh bagian dalamnya sebentar lagi.



ADUH MAMAE GANTENG KALI KAU BANG, BOLEH LAH SENGGOL DIKIT



**CICI PUNYA BABY 4😂😂


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUAAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2