Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Perasaan Sesungguhnya


__ADS_3

Crystal masih terdiam kala Galaska terus saja memainkan helaian rambutnya, gadis berkulit seputih susu itu tidak berani membalikan tubuh, untuk menghadap Galaska secara langsung.


"Kau belum mati kan? kenapa tidak berbicara?" ucap Galaska mulai kesal, dia bukan tipe orang yang suka menunggu.


Namun seharusnya Galaska bisa mengendalikan semuanya, walaupun tidak mudah. Crystal terlihat menghela napas pelan, bahkan untuk sekedar menghirup udara pun rasanya tidak bebas saat dia bersama Galaska.


Dengan terpaksa Crystal membalikan tubuhnya secara perlahan, karena area punggungnya masih sakit dan perih dia melakukannya secara perlahan. Saat tubuhnya menghadap sempurna pada Galaska, dahinya mengernyit kala melihat si pria bermulut pedas tengah tersenyum manis padanya.


Senyuman limited edition milik Galaska, karena biasanya si pria bermulut cabai plus syaiton ini lebih sering terlihat jutek dan judes.


Crystal mengerjabkan mata berkali kali, dirinya masih tidak percaya dengan apa yang tengah dia lihat saat ini.


"Ayo kita menikah!" ajak Galaska untuk kesekian kalinya.


Pria keturunan gen Samudera dan Linochyl itu semakin melebarkan senyumannya pada Crystal, bahkan kedua tangan Galaska sudah meraih tangan Crystal dengan lembut.


"Maaf, kalau aku pernah berlaku kasar padamu. Kau tahu kan kalau beginilah sifatku, aku tidak bisa seromantis pria lain saat melamar, aku kaku tidak bis-,"


"Aku masih marah sama Bang Gala, karena sudah membiarkan Raiden membawa ku begitu saja saat itu." potong Crystal.


Kedua mata biru bening itu menyendu, Crystal masih merasa tidak di harapkan sama sekali oleh Galaska. Padahal saat itu dia sudah merendahkan diri minta di nikahi oleh Galaska, namun apa yang Crystal dapatkan? Galaska malah menyuruhnya ikut bersama Raiden.


"Maaf," kata maaf pertama yang Galaska ucapkan pada orang lain, selain Mami dan Papinya.


Kedua mata abu abunya menatap penuh harap pada sang gadis, bahkan genggaman tangan Galaska semakin mengerat.


"Kenapa Abang nolak aku waktu itu? padahal aku berharap Bang Gala bilang 'iya', bukan malah pasrah waktu Raiden bawa aku pergi." emosi Crystal yang selama ini dia pendam akhirnya meledak juga.


"Maaf," ucap Galaska lagi, dia bingung harus berbicara apa saat ini.

__ADS_1


Galaska tengah berusaha merendahkan diri dan keegoisannya pada Crystal, Galaska berharap kalau sang gadis akan sudi memaafkannya.


"Kenapa Abang mau menikah dengan ku? apa hanya karena tidak ingin di lang-,"


"Karena aku tidak mau melihat kamu di nikahi pria lain," potong cepat Galaska.


Kedua matanya menatap lekat pada Crystal, netra yang biasanya menatap dingin pada setiap orang, kini terlihat menyendu kala bersitatap dengan kedua netra biru bening Crystal.


"Hanya karena itu?" tanya Crystal, bahkan sang gadis menyunggingkan senyuman tipis pada Galaska, sebelum dia menarik kedua tangannya dari genggaman Galaska.


Galaska terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Karena yang ada di dalam hatinya saat ini adalah dia benar benar tidak mau melihat Crystal menikah dengan Raiden.


"Kalau Bang Gala masih ragu pada perasaan sendiri, maaf aku tidak bisa menerimanya sebelum Bang Gala menyadari perasaan yang sebenarnya. Pernikahan bagi aku cukup sekali seumur hidup, jadi buat apa menikah dengan orang yang tidak mencintai aku," ujar lirih Crystal.


Posisinya yang tengah menyamping, membuat air matanya lolos begitu saja tanpa di minta. Crystal tidak mau kalau hanya di jadikan bahan uji coba perasaan Galaska, begitu saja.


"Kalau aku mengatakan ini apa kau akan percaya?" tanya Galaska serius.


Pria berambut ikal itu mengepalkan kedua tangannya, saat melihat air mata Crystal kembali menetes karenanya.


Ingin rasanya Galaska menyeka cairan bening tidak tahu diri itu, namun kedua tangannya terasa kaku saat Crystal melepaskannya tadi.


"Apa?" sahut Crystal serak.


Gadis itu menyeka air matanya kasar, bahkan tidak segan segan menarik ingusnya yang hampir keluar dengan cepat.


Crystal tidak peduli kalau Galaska akan ilfil padanya, justru dia mau melihat apa benar pria ini memiliki rasa padanya.


"Akusukasamakamu," ucap cepat Galadska, bahkan terdengar seperti orang kumur kumur.

__ADS_1


Crystal mengernyitkan dahi, rasa sedihnya hilang begitu saja berganti dengan rasa penasaran tingkat akut.


"Abang ngomong apa sih?" tanya Crystal pelan.


Sementara Galaska sudah mati matian menahan sesuatu yang bisa saja meledak saat ini juga, apa lagi saat melihat wajah penarasan Crystal, rasanya dia ingin sekali berteriak kencang.


"Sudahlah, lupakan saja!" tukas Galaska.


Pria itu membuang wajahnya kearah lain, dia tidak ingin menatap wajah penasaran Crystal lebih lama lagi.


"Kok gitu, ya sudah aku juga bakalan pulang ke rumah Raiden kalau sembuh nanti. Setidaknya Raiden mau menikahiku dengan alasan jelas, walaupun hanya karena harta, tidak apa apa aku akan memberikan semua itu pada Ra-,"


"Aku suka sama kamu, puas!" ucap Galaska cepat, dia segera memotong ucapan Crystal sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya.


"Dan jangan pernah berharap kamu nikah sama pria lain, terutama si parasit itu. Aku sudah memasukannya kedalam bui, jadi jangan pernah membicarakannya lagi!" lanjut Galaska.


Pria bermulut cabai syaiton itu kembali membuang wajahnya ke arah lain, saat melihat senyuman kemenangan di kedua sudut bibir Crystal.


"Senyum aja terus, lama lama ku cium juga kamu." ancam Galaska penuh kekesalan, dan itu membuat senyum kemenangan Crystal semakin melebar.


Kapan lagi dia bisa mengalahkan Galaska, kalau bukan saat ini dan pastinya akan ada saat saat yang lainnya lagi nanti.



SENYUM KEMENANGAN



SENYUM KESEL😂😂

__ADS_1


__ADS_2