
Prang!
Satu buah vas kaca melayang begitu saja, menghantam cermin didalam sebuah kamar bergaya feminim.
Kedua tangan si pelaku mengepal erat, perlahan butiran kristal bening mengalir di pipinya. Dia tidak menyangka, perjuangannya selama bertahun tahun sama sekali tidak membuahkan hasil.
Pria pujaannya tidak mau melirik sedikit pun padanya, menyadari rasa sayang serta cinta, yang selalu dia tampakkan ketika mereka bertemu.
"Apa kurangnya aku, Mas?" tanyanya pada diri sendiri.
"Bertahun tahun aku sabar menunggu kamu, walaupun kamu terkesan acuh tak acuh, tapi aku tetap berharap suatu saat nanti, kamu bakalan luluh sama aku. Tapi- tapi kenapa kamu lebih memilih wanita, yang baru beberapa bulan kamu kenal. Padahal kita sudah kenal selama bertahun tahun, apa yang salah serta kurangnya aku, Mas Alkan?" raungnya frustasi.
Dia sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata pria pujaannya lebih memilih wanita lain. Wanita yang pernah bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu, wanita yang katanya seorang anak sultan.
Apa karena wanita itu lebih kaya darinya, lalu Alkan memilihnya? Elina terlihat menyunggingkan senyuman tipis di depan cermin retak.
Dengan kasar dia menyeka butiran bening, yang terus saja keluar dari pelupuk matanya. Elina menghirup napas dalam, kedua sudut bibirnya tertarik keatas, membentuk senyuman lebar.
"Kenapa aku tidak berpikir ke sana, aku yakin Mas Alkan memilihnya, hanya karena wanita itu lebih kaya dari ku. Tidak ada cinta, itu hanya sandiwara Mas Alkan saja. Ya aku yakin, aku yakin sekali!" monolognya penuh keyakinan.
Senyuman Elina semakin lebar, bahkan perlahan salah satu tangannya, meraih pecahan kaca yang ada di hadapannya.
"Kalau aku tidak menjadi yang pertama, bukankah masih bisa menjadi yang kedua." ucapnya penuh obsesi.
__ADS_1
Elina memang terlalu terobsesi untuk mendapatkan cintanya Alkan, dia ingin menunjukan pada wanita lain, kalau hanya dia yang mampu merebut hati seorang Alkan. Walaupun kenyataannya, bukan dia yang berhasil merebutnya, melainkan seorang Grecia.
Elina tidak tahu saja, kalau cinta keduanya lebih berharga, di bandingkan sebuah bongkahan berlian. Grecia rela meninggalkan seluruh kemewahannya, hanya demi Alkan. Lalu Alkan, bersumpah akan memberikan seluruh hidup serta kebahagiannya untuk Grecia. Mereka akan saling melengkapi satu sama lain.
🕊
🕊
🕊
"Dia gadis gila!" desis seorang pria, yang tengah di obati oleh sang asisten.
Sementara gadis yang di katai gila, hanya menatap nyalang pada pria berwajah campuran Arab serta Turki itu. Si gadis berhasil menghantam wajah tampan si pria dengan sepatu flat miliknya. Namun rasanya dia belum puas, gadis cantik berkaos putih itu ingin sekali menghantamkan heels milik Jeddin, sebagai tambahannya.
"Dasar gila, manis dari mananya! kau tidak lihat, dengan kejamnya dia menghantam wajahku, dengan sepatu murahannya! kau pikir ini tidak serius huh! aku tidak akan bisa bekerja selama dua minggu, gara gara luka sialan ini!" makinya pada sang asisten.
Pria berwajah tegas dan terkesan dewasa itu, menatap penuh dendam pada gadis manis yang tengah santai menyeruput es bobba, setelah dia puas menganiayanya.
"Hanya lecet sedikit, astaga Elvir! kau terlalu parno'an. Para desainer tidak akan melihat kening mu ini, tapi tubuh sexy mu." oceh sang asisten.
Namun sepertinya sang model tidak peduli, kedua matanya terus saja menatap nyalang pada gadis manis, yang tengah mengacungkan sebelah heels tajam ke arahnya.
"Awas saja kau bocah!" desisnya.
__ADS_1
**ELVIR MILES
SI MODEL MATA DUITAN, KATA YASMINE
READERS SAYANG, MAAF YA HARI INI UPNYA 3 BAB
AKU HARUS KE DOKTER, DAN ISTIRAHAT SEHARIAN INI, SEMOGA SAKITNYA GAK BERKELANJUTAN YA GAES
MOHON DOANYA
GARA GARA SIBUK DI DUNIA NYATA, AKHIRNYA BADAN DROP
JANGAN NGAMBEK YA, NANTI OTHOR KASIH SINGKONG THAILAND SATU SATU
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUUAACCHH**
__ADS_1