Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Akan Aku Kabulkan


__ADS_3

Cia menatap ragu pada gadis cantik, yang tengah menatap kosong ke arah pintu gerbang. Saat ini Cia dan gadis itu tengah berada di balkon lantai dua.


Entah apa yang tengah si gadis asing itu pikirkan saat ini, Cia bahkan melihat gadis asing itu, tidak bergerak dari tempatnya sejak pagi.


Bahkan sarapannya masih utuh, gadis asing nan cantik itu tidak menyentuh makanannya sama sekali.


"Non Cici, Ibu manggil!" suara panggilan seseorang dari arah belakang tubuh Cia, membuat gadis itu sedikit tersentak.


Cia menganggukkan kepala, ada rasa tidak rela kala meninggalkan gadis asing, yang dia tahu bernama Crystal itu. Crystal? kenapa namanya cantik sekali? sama seperti nama kakak sepupunya, Berliana.


Cia menghela napas pelan, setelah itu dia melangkah cepat turun ke lantai dasar, dimana sang Mami berada saat ini. Walau pun ada ada rasa tidak rela, kala meninggalkan Crystal sendiri. Karena Cia rasa, gadis itu butuh seseorang untuk mengajaknya berbicara, walaupun Crystal tidak menyahuti ucapan Cia maupun Lovyna.


Di sisi lain, Crystal terus saja berusaha mengingat siapa diri dia yang sebenarnya. Apa yang sudah terjadi padanya, hingga tidak ada sedikit pun ingatan di dalam otaknya.


Hanya nama Crystal yang dia ingat, dia pun tidak tahu itu nama aslinya, atau nama orang lain.


Kedua mata Crystal terus saja menatap pada pintu gerbang besar, yang cukup jauh dari tempatnya berada saat ini.

__ADS_1


Crystal terlihat berdiri, gadis itu membalikan tubuh lalu berjalan menuju tangga. Langkah gadis itu terlihat tergesa, bahkan dia hampir saja terjerembab dari tangga. Kedua kaki telanjangnya, menapaki ubin mahal itu satu persatu.


Gaun selutut berwarna biru langit yang di pakai Crystal, bergerak ke sana kemari saat dia berlari. Tidak ada yang menyadari, kalau Crystal keluar dari kediaman Nagara. Bahkan para penjaga tidak terlihat ada satu pun diluar, entah apa yang sedang mereka lakukan siang ini.


Crystal terus saja berlari, dia tidak peduli dengan kedua kaki telanjangnya, yang terluka karena terkena kerikil tajam. Yang penting saat ini adalah, dia bisa keluar dari rumah mewah itu, dan segera mencari informasi tentangnya. Karena kalau Crystal meminta baik baik pada tuan rumah, dia yakin mereka tidak akan mengizinkannya keluar.


Hingga tidak lama setelah Crystal berhasil melewati gerbang, suara seruan keras seseorang dari belakang tubuhnya, membuat Crystal menoleh sekilas. Namun setelah itu Crystal kembali melanjutkan pelariannya, Crystal terus saja berjalan, menyusuri jalanan mulus perumahan mewah yang dia lewati saat ini.


Hingga tepat saat Crystal hendak keluar dari area perumahan itu, sebuah Jeep hitam memotong laju kakinya. Crystal terkejut bukan main, napasnya memburu karena dia terlalu lelah berlari.


Crystal menelan saliva sudah payah, kala melihat sorot dingin, yang di tampilkan oleh kedua netra abu abu pria yang semakin mengikis jarak dengannya.


"Kau mau pergi?" tanyanya lagi datar.


Grep!


Satu lengan Crystal berhasil di raih pria bermata abu abu bening itu, tanpa menunggu lagi pria itu menyeret tubuh ringkih Crystal masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Kalau kau mau pergi, akan aku kabul kan. Ayo, aku antar kau ke habitat mu, yang sebenarnya," ujar dingin si pria.


Bahkan tubuh Crystal terjerembab, kala pria itu mendorong kasar tubuhnya, saat masuk kedalam mobil.


"Kau benar benar tidak tahu diri, sudah bagus Mami ku menampung mu! kau malah kabur, kalau memang kau ingin pergi, baiklah aku yang akan mengantarmu dengan senang hati!" pria itu terus saja mengoceh sendiri.


Si pria berambut ikal itu tidak peduli, walaupun gadis asing ini tidak bersuara sedikit pun. Justru dia merasa puas, karena ucapannya tidak di bantah olehnya, berarti gadis itu sudah rela untuk dia antar ketempat yang sesungguhnya.



**CRYSTAL YANG RAPUH


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHHH**

__ADS_1


__ADS_2