Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Cuma Suami Aku Yang Bisa Seperti Itu


__ADS_3

"Su-suami?" beo Reki tidak percaya.


Pria itu terkekeh pelan, bahkan sampai tertawa. Entah apa yang tengah di pikirkan oleh Reki saat ini, Cia bahkan bangkit dari duduknya dan mendekat pada Alkan.


"Jangan ngaku ngaku kamu! mana mungkin kamu suaminya Cia. Astaga, aku tau kalau Cia suka sekali makanan murahan ini, tapi tidak mungkin kan kalau Cia juga mencari suami murahan di sini." ucap Reki merendahkan.


Pria yang pernah menjalin kasih dengan Cia, menatap Alkan remeh. Bahkan sangat jelas terlihat kalau Reki merendahkan si pria berlesung pipi itu.


Sedangkan Alkan, dia terlihat tenang tidak terpengaruh dengan ucapan sinis dan merendahkan pria muda ini. Lain dengan Cia, kalau saja Alkan tidak menggenggam tangannya agar tenang, sudah dapat di pastikan kalau wajah Reki saat ini akan penuh dengan saos dan sambal.


"Lihat, Cia saja diam mendengar ucapanmu. Kamu benar benar berharap mendapatkan tuan putri seperti Cia, astaga itu lucu sekali." Reki semakin tertawa kencang.


Bahkan tawanya membuat pusat perhatian pengunjung, Cia sudah mengepalkan salah satu tangannya. Dia benar benar tidak tahan, perlahan Cia meraba salah satu kakinya yang terangkat. Dengan pelan Cia melepaskan sepatu flatnya, bahkan Alkan dan Reki pun tidak menyadarinya.


HAP!


Cia menjejalkan sepatu miliknya pada mulut Reki, bahkan pria itu sampai terbatuk kala Cia terus saja menjejalkan sepatunya.

__ADS_1


"Ayo ngomong lagi, kenapa? udah gak bisa ngomong ya?" ejek Cia.


Bahkan Alkan dan pengunjung lainnya di buat spechlees oleh kelakuan Cia, Alkan tidak menyangka kalau sang istri akan melakukan hal itu.


"Dengar ya, ini belum seberapa Reki. Kamu boleh aja ngerendahin aku, dengan bilang aku lebih suka jajan atau barang murahan, tapi aku gak bakalan ngebiarin siapa pun ngerendahin harga diri suami aku. Kamu tau, mulut kamu yang katanya mahal ini lebih bau dari pada tempat pembuangan sampah. Hidup masih di bawah ketek orang tua aja bangga! aku mau tanya, gimana kuliah kamu? apa kamu bisa bayar sendiri? apa S2 kamu nanti bisa bayar sendiri tanpa nyusahin orang tua kamu? pasti enggak kan? ya enggaklah, Kamu kan anak manja yang gak punya pendirian, cuma suami aku yang bisa itu semua. Tanpa harta orang tua, tanpa warisan, tanpa hidup di bawah ketek orang tua." tukas pedas ala Cia.


Wanita berwajah blasteran itu menyunggingkan senyuman sinis pada mantan kekasihnya, apa lagi saat melihat Reki menatap tidak percaya padanya. Bahkan setelah Cia menjejalkan sepatunya, Reki masih berani berbicara lagi.


"Setidaknya aku tidak akan membuat kamu susah, Cici." kekeuh Reki.


Pria itu tidak peduli dengan ucapan sarkas dan pedas Cia, Reki sudah terbiasa saat dia mengejar Cia untuk kesekian kalinya. Cia pernah mengatakan kalau dia sudah bertunangan padanya, namun setelah dia mencari tahu ternyata itu tidak benar.


Cia menatap malas pada Reki, pria ini selain tidak tahu malu, dia juga keras kepala dan buta. Apa Reki tidak melihat ada cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya, bahkan dengan mesra Cia merangkul lengan Alkan, namun mata serta hati mantan kekasihnya ini sepertinya rabun minus 7.


"Aku tau kamu lagi menghindari aku, aku paham kalau kamu masih marah sama aku Cia. Tapi tidak perlu kamu mengaku kalau kamu sudah menikah, dan pria ini yang menjadi suami kamu. Sampai kapan pun aku tidak akan perca-," ucapan Reki terputus.


"Emang aku pikirin kamu mau percaya apa enggak! dengar ya Reki Atmajaya, pria yang sedang aku peluk ini suamiku, kami sudah menikah. Walaupun belum resepsi karena masih sibuk, tapi tenang nanti saat resepsi, kamu bakalan kita undang kok, ya kan Mas," ujar Cia.

__ADS_1


Bahkan senyuman sinisnya tidak luntur saat dia menatap Reki, sedangkan saat Cia menatap Alkan, senyuman manisnya terus saja mengembang.


"Ayo kita pulang, dede bayi mau ketemu sama Ayah." ucap Cia lagi.


Kali ini berhasil membuat Alkan menatap tak berkedip pada Sang Istri, apa lagi saat merasakan Cia mengecup pipinya.


Sedangkan Reki, pria itu menatap penuh amarah pada Alkan. Reki tidak menyangka kalau dia dikalahkan oleh pria berpenampilan sederhana ini. Padahal dulu Cia begitu modis, dan sangat menyukai pria berpenampilan wah, saat mereka masih sekolah. Bukan seperti pria ini, walaupun Reki mengakui dalam hati kalau pria yang tengah berdampingan dengan mantan kekasihnya itu, memang tampan walaupun berpenampilan apa adanya.


"Sialan! kamu akan menyesal karena berkali kali menolak ku, Cia." gumamnya pelan.



**LU GANTENG KI, TAPI MAAP UDAH BUKAN SELERA CICI,,SLEBEWW


MASUK KANTONG OTHOR AJA NYOK


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYY MUUUAAACCHH**


__ADS_2