Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Gosip, Digosok Makin Sip


__ADS_3

Pagi ini Alkan tidak ke kantor, Alkan meminta izin pada kepala kantor KUA tempatnya bertugas, untuk cuti satu hari.


Alkan akan membantu sang Bunda mempersiapkan segala keperluan, yang akan di bawa ke kediaman orang tua Cia nanti malam.


Mulai dari makanan, dan barang yang sudah di persiapkan oleh Bunda Marwah untuk gadis nya. Alkan terlihat tengah mengocok kuning telur, serta gula pasir menggunakan mixer, hari ini dia dan Bunda Marwah akan membuat cake, yang akan mereka bawa nanti.


Sedangkan Bunda Marwah, wanita paruh baya itu tengah berbelanja di


tukang sayur langganannya, yang saat ini tengah menjadi rebutan para ibu ibu.


"Apa benar Mas Alkan, mau nikah Mak Mar?" tanya seorang tetangga padanya.


Bunda Marwah yang tengah memilih sayuran menoleh, wanita berkerudung maroon itu tersenyum kecil, lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


"Ya mau lah, kan anak saya belum nikah, Bu Santi." jawab Bunda Marwah santai.


"Sama Dokter Elina? anaknya Bu Sarah?" tanya si tetangga lagi.


Dahi Bunda Marwah terlihat berkerut mendengar ucapan si tetangga kepo, namun wanita paruh baya itu hanya tersenyum kecil, walau pun dalam hatinya begitu penasaran, kenapa si tetangga bisa menyimpulkan seperti itu.


"Bukan Bu Santi, tapi sama gadis lain." ucap tenang Bunda Marwah.


Kedua tangannya kembali sibuk meraih dua ikat kangkung segar, dan beberapa potong tahu serta tempe.


Bunda Marwah sedikit terkejut dengan ucapan tetangganya ini, apa lagi saat dia berkata kalau Alkan di ambil pelakor? memangnya siapa yang menjadi pelakor? Grecia? dari mana mereka menyimpulkan kalau Cia pelakor. Bahkan Alkan saja tidak memiliki hubungan apa pun dengan dokter cantik itu. Jadi dari mana mulut lemes itu menyimpulkan kata sensitif itu.


"Maaf Bu Santi, Alkan sama Dokter Eli tidak ada hubungan apa pun selama ini. Jadi tidak ada yang menjadi pelakor, antara Putra saya dan Dokter Eli. Kenapa Bu Santi bisa menyimpulkan, kalau calon menantu saya adalah pelakor? dari mana Bu Santi dapat informasi tidak benar itu? hati hati loh, nanti bisa jadi fitnah." ucap Bunda Marwah panjang lebar, penuh peringatan.

__ADS_1


"Aduh Mak Mar maaf, kalau kata kata saya menyinggung. Tapi saya dengar langsung dari Bu Sarah, kata dia Mas Alkan sama anaknya lagi dekat. Makanya saya sama ibu ibu yang lain bisa menyimpulkan itu." ucap Bu Santi merasa tidak enak.


Tapi benar para ibu ibu penghuni lingkungan Alkan, memang tahunya si Bapak Penghulu ganteng itu, tengah menjalin hubungan dengan Dokter Elina. Makanya mereka heran, kenapa Alkan malah menikah dengan gadis lain? jadilah kata pelakor terucap dari bibir mereka untuk Cia.


"Itu tidak benar, sama sekali tidak benar ibu ibu. Saya harap fitnah ini tidak sampai ke telinga anak saya, kalau begitu saya permisi ya. Di rumah masih repot, nanti malam kami akan melamar calonnya Alkan, mohon doanya ibu ibu," ujar tenang Bunda Marwah.


Walau pun di dalam hatinya saat ini tidak tenang sedikit pun, Bunda Marwah bingung, kenapa Bu Sarah bisa mengatakan kalau Alkan dan Elina memiliki hubungan, padahal mereka tahu kalau Alkan tidak pernah merespon gadis mana pun selama ini, kecuali Grecia.


"Aku harus segera menikahkan mereka kayaknya, kalau perlu malam nanti." gumam khawatir Bunda Marwah.


Dia khawatir akan banyak fitnah dunia, yang terus saja mengusik sang putra.


__ADS_1


NAGAPAIN MAK, MAU NYADAP KARET? HAYUK MAK MUMPUNG HARGANYA MASIH LUMAYAN


__ADS_2