
Alkan terus saja menatap pada seorang pria, yang tengah memandangnya datar, penuh misteri.
"Ada perlu apa, kau datang kemari?" satu pertanyaan, keluar dari mulut pria paruh baya berwajah asing, yang tengah menatap datar padanya.
Kedua mata abu abu beningnya, terlihat begitu mengintimidasi Alkan. Sedangkan, wanita cantik yang ada disebelahnya, lebih terlihat ramah.
Sementara, si gadis yang tengah dia perjuangkan, terlihat menatap prihatin padanya. Bagaimana tidak prihatin, saat ini Alkan tengah diapit oleh beberapa pria bertubuh besar, berbaju hitam, bahkan ada yang bertatto pula.
"Saya mau meminta izin, untuk ta'aruf dengan Grecia, dan meminta izin membawanya, menemui Bunda saya." ucap yakin Alkan, tidak ada keraguan didalamnya. Walaupun didalam hatinya saat ini, berbanding terbalik dengan nada bicaranya tadi.
Pria paruh baya, berwajah bule itu melirik pada sang Putri, yang tengah menatap prihatin pada pria pujaannya.
"Apa yang kau lihat dari, putriku?" satu pertanyaan kembali dilontarkannya.
Alkan menghirup napas dalam, tanpa mengalihkan pandangan dari kedua manik mata abu abu, yang terus saja mengintimidasinya.
"Hatinya," ujar Alkan lagi.
Salah satu sudut bibir, pria paruh baya itu kembali terangkat. Menampilkan senyuman tipis terkesan sinis.
"Hati? memangnya kau bisa mel...,"
" Sifatnya, sikapnya, raganya, dan segala yang ada didalam dirinya." lanjut Alkan, bahkan dia menyela ucapan si calon Bapak mertua.
Alkan mengernyit heran, kala melihat si gadis yang tengah dia perjuangkan, dan juga wanita yang sedikit mirip dengan sang gadis, menahan senyum kala mendengar ucapannya. Apa lagi saat melihat wajah kesal, si pria paruh baya berwajah bule yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Wah belum jadi mantu, udah berani sama calon mertua, suruh pulang aja, Pi! palingan dia gak bakalan bisa, buat ngelindungin Cici." ucap pedas seorang pria, yang baru saja menuruni tangga, membuat atensi mereka menoleh ke arahnya.
Pria berambut ikal itu, mendudukkan diri dengan santai, di dekat si gadis yang tengah menatap nyalang kearah si pria.
"Kalau masalah melindungi, Insya Allah saya akan melindungi Grecia sebisa saya." jawab Alkan berani.
"Memangnya kau bisa apa? jenis bela diri apa yang kau kuasai?" si pria kembali bertanya.
Alkan terlihat menipiskan bibirnya, pandangan lembut terus saja dia tampilkan, pada orang orang yang tengah menatap penuh rasa penasaran, padanya.
"Taekwondo," ucap Alkan santai.
Si pria berambut ikal kembali menaikan sebelah alisnya, tatapan remeh masih terpatri kedua matanya.
"Hanya itu, yang kau ku...,"
Si pria berambut ikal itu, terlihat tak berkedip sedikit pun. Sedangkan pria paruh baya, yang ada dihadapan Alkan, terlihat melirik pada sang putri. Yang diam diam tengah mengembangkan senyuman, namun sebisa mungkin dia menahannya.
"Baiklah, kau boleh membawanya! aku pegang semua ucapan mu anak muda! keluarga ini sangat menjunjung tinggi sebuah kepercayaan, jadi jangan sampai kau menghilangkan rasa percaya kami, padamu," ujar pelan si calon Bapak mertua, namun sarat akan arti.
"Pi, gak bisa gitu dong! gampang banget tau gak, kita harus uji coba dulu, bisa saja dia cuma omong kos..,"
"Bang! gak usah ngomporin Papi kayak gitu, kenapa sih!" sentak Cia, dia sudah cukup gugup saat Alkan terus saja cecar oleh sang Papi.
Dan kini, Galaska ikut mengompori sang Papi untuk melakukan hal yang lebih ekstrim lagi. Tidak, Cia tidak akan membiarkan itu terjadi, dia tidak mau melihat Alkan terluka.
__ADS_1
"Ini demi kebaikan kamu, Cici! biar ada yang bisa ngelin...,"
"Cici itu lagi nyari suami, bukan nyari tukang pukul! ngapain pakai di uji coba? Abang pikir, Mas Al mobil baru yang harus di reyen?" protes Cia memotong ucapan Galaska.
'Di reyen nya sama aku aja besok, bukan sama Bang Galak.' lanjut Cia dalam hati.
"Terserah! tapi ingat ya, kalau kau tidak bisa melindungi Cici kami, aku sendiri yang akan menyeret bocah ini pulang!" ancam Galaska, dan terdengar penuh peringatan untuk Alkan.
"Insya Allah, saya akan melaksanakan amanat Mas dan Tuan. Melindungi Grecia, seperti apa yang saya ucapkan tadi." timpal Alkan dengan nada serius.
SI PEJUANG
YANG DI PERJUANGKAN
**KOMPOR MELEDUK
YUHUUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYY MUUUAAAACCHHH**