Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Sah Secara Agama dan Negara


__ADS_3

Suasana di kediaman Nagara begitu ramai, kedua pasang pengantin terlihat begitu bahagia menjadi ratu dan raja selama sehari. Cia dan Crystal tidak henti hentinya mengembangkan senyum, pada para tamu yang memberikan selamat pada mereka. Alkan pun ikut tersenyum ramah pada para tamu, namun lain dengan Galaska pria bertuxedo berwarna putih gading itu berkali kali menghela napas kasar.


Kalau ada kesempatan, Galaska akan memilih lari dari atas pelaminan, membawa Crystal kedalam kamar lalu mengurung istrinya disana.


"Bang?" panggil Crystal.


Wanita itu menarik ujung jas yang di pakai suaminya, Crystal bisa melihat jelas kalau saat ini Galaska sudah bosan serta lelah, karena terus saja duduk lalu berdiri lagi begitu seterusnya.


"Iya Sayang," sahut Galaska pelan.


Wajah tak bersahabatnya tadi seketika berubah menjadi manis, kala mendengar panggilan Crystal. Bahkan senyuman limited milik Galaska terus saja terpatri, dan pastinya hanya tertuju untuk sang istri seorang.


"Dih, dasar bucin! akhirnya ada yang kemakan ucapan sendiri. Kayaknya perlu di rayain nih, ajak Yasmine sama Kak Bell deh nanti, tante Elira juga bakalan aku ajak kayaknya." cibir Cia.


Senyuman si calon ibu muda itu semakin melebar, kala melihat wajah garang Galaska. Cia yakin kalau saat ini ubun ubun pria bermulut syaiton namun sudah jinak itu, sudah siap menyemburkan kata kata super pedasnya.


"Cimut?" peringat Alkan.


Satu tangannya merengkuh tubuh sang istri, Alkan membawa Cia duduk. Dia tidak ingin Cia terlalu lelah, bahkan Alkan sudah berbicara pada Lovyna tadi kalau Cia tidak bisa terlalu lama berdiri menyambut para tamu undangan.


"Kamu lapar?" tanya Alkan lembut.


Satu tangannya terulur untuk menyeka keringat di dagu serta dahi istrinya, senyum Alkan terus saja mengembang melihat penampilan Cia saat ini. Wanita yang tengah hamil muda ini begitu anggun serta cantik, saat memakai gaun pernikahan lengkap dengan hijab yang dipakainya.

__ADS_1


Alkan sampai tidak berkedip saat pertama kali melihat penampilan Cia tadi, istrinya lebih memilih memakai hijab saat resepsi pernikahan mereka.


"Cici haus," tutur Cia manja.


"Tunggu ya, Mas mau ngambil minum dulu."


Cia mengangguk, saat ini dia memang tidak lapar karena tadi sudah memakan sepotong besar cheesecake.


Di sisi lain, seorang gadis bergaun simpel namun elegan menatap bahagia pada kedua pasang pengantin. Walaupun dia tidak di temani oleh pasangannya, itu bukan masalah besar untuknya.


"Yas?"


Gadis itu menoleh saat mendengar seseorang memanggil, kedua sudut bibirnya terangkat kala melihat Elira mendekat membawa putranya.


Yasmine segera meraih tubuh kecil Segara, bayi yang baru berusia beberapa bulan itu hanya menatap sang gadis tanpa berkedip.


"Kak, aku bawa Segara ya. Mau nyari Mami, nanti kalau nangis aku kembalikan deh." izin Yasmine, tanpa menunggu persetujuan dari Elira gadis itu membawa Segara pergi.


Yasmine terus saja tersenyum, dia tidak peduli dengan tatapan menyelidik orang orang yang baru dia lewati. Setidaknya malam ini Yasmine memiliki pasangan bukan, karena Elvier tidak bisa hadir di resepsi pernikahan saudara sepupunya. Dengan alasan ada pekerjaan yang harus Elvier selesaikan sebelum hari pernikahan mereka tiba.


Sebenarnya Yasmine bersyukur kalau Elvier tidak hadir bersamanya malam ini, bukankah lebih bagus kalau pria itu tidak ada.


Yasmine terus saja mencoba satu persatu hidangan yang ada di pesta, tanpa peduli dengan tatapan yang tertuju padanya. Bahkan sekarang banyak para pria muda menatap ke arahnya, ada yang menatap geli, heran, kagum, atau lebih parahnya pandangan terpesona penuh puja.

__ADS_1


"Segara mau?" tawar geli Yasmine pada bayi imut itu.


Yasmine terkekeh geli saat melihat Segara berkedip lucu, bahkan bayi itu berusaha meraih sendok yang ada ditangan Yasmine.


"Ayo kita cari Mama kamu," ajak Yasmine pada Sang Bayi


Kedua sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyuman, namun senyum itu perlahan surut saat melihat seorang pria mendekat padanya. Pria yang tidak dia harapkan datang, namun ternyata sang pria tidak mau di cap buruk oleh keluarganya, hingga dia bisa menghadiri acara ini walau terlambat.


'Ck nyebelin banget sih, ngapain datang!' pekik Yasmine dalam hati.



NGAPAIN CICI PREWEDD DI BAWAH POHON KELAPA



**MUNDUR MAS AL


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2