Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Pengawal Pribadi


__ADS_3

Galaska terus saja menghela napas kasar, sudah dua hari ini dia dan Luan mengintai kediaman Tjokro'aminoto, namun belum ada kejadian yang berarti.


Saat ini Galaska sudah siap dengan stelan ala bodyguard, Luan berhasil menyuap kembali salah satu ART di rumah itu, agar bisa merekomendasikan Galaska sebagai pengawal pribadi Crystal.


Dan hasilnya, Galaska berhasil masuk nominasi, dengan penyamaran yang begitu apik, memungkin kan Galaska tidak dikenali oleh Crystal maupun pria yang bernama Raiden Sastrawan.


Rambut gondrong sebahu, berjambang, kedua telinganya beranting, tidak lupa softlens berwarna hitam terpasang di kedua netra abu abu Galaska. Bahkan pria berwajah bule itu mentato sebagian lengannya.


Sungguh tidak main main penyamaran seorang Galaska Gavy Ranendra, demi adek Crystal. Entah kapan Galaska mentato lengannya, hanya dia dan Luan yang tahu. Galaska hanya menyiapkan mental saat Sang Mami marah besar padanya nanti.


"Ayo, mereka sudah mulai." ajak Luan.


Pria berusia setengah baya itu keluar terlebih dahulu dari mobil, Luan tidak masuk dia hanya memantau Galaska dari tempat yang strategis. Sedangkan Galaska, dia akan menjadi aktor utama di kediaman Tjokro'aminoto.


Galaska menghela napas kasar, penampilannya saat ini benar benar misterius. Bahkan saat dia berjajar mengikuti langkah calon para bodyguard saingannya, Galaska berdoa kalau penyamarannya tidak gagal.


Satu persatu calon pengawal pribadi keturunan terakhir keluarga Tjokro'aminoto di periksa. Baik itu fisik maupun mental, untung saja rambut Galaska estesion atau di sambung, bukan rambut palsu. Karena kalau sampai rambut palsu, bisa tumbang sebelum berperang.


"Siapa namamu?" tanya salah satu pria berbadan besar pada Galaska.


"Gavy," sahut Galaska cepat.

__ADS_1


Salah satu alis si pria besar menukik, namun setelah itu dia mengangguk. Tatapan tajamnya menatap Galaska dari atas hingga bawah.


"Apa yang kau bisa, untuk melindungi keturunan terakhir keluarga Tjokro'aminoto." tanyanya lagi.


Kali ini si pria bertubuh besar itu menoleh pada Raiden, entah apa yang mereka bicarakan lewat gerakan mata, namun Galaska tahu kalau kedua nya sedang berkomunikasi.


"Aku akan melindunginya, sebisa mungkin." sahut Galaska apa adanya.


Dia tidak ingin banyak bicara, karena kalau semakin banyak dia bersuara, pria yang bernama Raiden itu pasti akan cepat mengenali suaranya.


"Baiklah, selamat kau yang terpilih." tutur si pria bertubuh besar itu kembali.


Salah satu tangannya menepuk pundak Galaska, setelah itu beberapa orang memberikan alat komunikasi pada Galaska. Mulai dari earphone kecil, hingga sebuah pistol berjenis eagle dessert untuknya.


Pria berwajah Asia itu terus saja menatap Galaska penuh rasa penasaran, sedangkan Galaska berusaha tenang agar tidak menimbulkan rasa curiga.


Salah satu rekan bodyguard Galaska bergegas menuntun pria bermulut pedas itu, menuju halaman belakang. Galaska sempat terkagum dengan bangunan kuno moderen di kediaman Crystal. Galaska tidak menyangka kalau gadis yang lupa ingatan itu, adalah seorang putri dari keluarga darah biru. Karena Galaska dan keluarganya tidak pernah melihat Crystal, menampakan kalau dia berasal dari keluarga darah biru.


"Nona Aluna ada di sana, kau temui dia dan perkenalkan tugas mu." titah sang rekan.


Galaska tidak mengeluarkan suara sedikit pun, pria bermulut syaiton itu mengangguk. Bahkan Galaska menghela napas kasar, saat kedua kakinya mulai mengikis jarak Crystal.

__ADS_1


Galaska berdehem pelan, guna menetralkan rasa yang ada di dalam dadanya.


"Selamat siang Nona Crys-ekhem Aluna, saya Gavy pengawal pribadi anda." tutur pelan Galaska.


Pria itu bahkan menundukkan sedikit kepala, saat Crystal menoleh padanya. Bukan untuk menyembunyikan wajahnya, namun inilah salah satu penghormatan seorang pengawal pada tuannya. Galaska biasa melihat Luan atau pun Melody melakukan ini padanya atau pun keluarganya.


Crystal mengerutkan dahi, rasanya dia tidak asing dengan suara pria ini. Namun tidak mungkinkan kalau pria gondrong bertato bahkan beranting ini adalah si pria mulut syaiton, yang menolak dirinya mentah mentah, saat Crystal minta di nikahi agar bisa menghindari Raiden.


"Aku tidak butuh pengawal, pulanglah! minta honor mu pada Raiden!" ketus Crystal.


Gadis bergaun bunga bunga itu kembali melanjutkan rajutannya, dia tidak peduli dengan si pengawal yang masih berdiri di belakangnya.



**BAYANGIN BANG GALAK GONDRONG BERANTING BERTATO MUUEEHHEEE


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUUAAACCHHH**


__ADS_2