Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Selesaikan Dengan Cepat


__ADS_3

"Anda ingin minum, Nona?" tawar Galaska.


Pria berjas dan berkemeja hitam itu menyodorkan satu botol jus buah pada Crystal. Entah karena terpaksa atau karena hal lain, Crystal menerima botol minuman itu lalu membuka dan meneguknya hingga tersisa setengah.


Galaska tersenyum tipis melihat Crystal meminumnya tanpa ragu, bahkan secara perlahan Galaska mendudukkan diri didekat Crystal. Hingga tidak sampai lima menit, tubuh Crystal tiba tiba limbung dan berakhir di dalam dekapan Galaska.


"Gadis pintar, obat itu akan membersihkan sisa racun yang sudah mencuci otakmu selama ini." ucap Galaska pelan.


Satu tangan Galaska terulur menyingkirkan anak rambut Crystal, tanpa menunggu pria bertato itu segera membopong tubuh Crystal ala pengantin. Galaska membawa Crystal ke arah luar, dia tidak membawanya kedalam pendopo atau pun rumah utama.


Bahkan Galaskan terlihat melepas sesuatu yang menempel di gaun Crystal, terlihat seperti kancing kecil namun dapat menempel. Dengan tak berperasaan Galaska menginjaknya hingga hancur, setiap langkah yang Galaska ambil tidak ada keraguan sama sekali.


Hingga saat dia dan Crystal sudah keluar dari area pendopo dan rumah, barulah suara alarm terdengar nyaring. Galaska tersenyum tipis saat melihat Luan dan Alex sudah berdiri di depan sebuah mobil Jeep hitam kesayangannya.


Bahkan secara tiba tiba Melody sudah berada di belakang tubuh Galaska, kedua mata elang Melody terus saja menatap kearah belakang tubuh mereka. Wanita itu berjalan mundur, melangkah penuh waspada, bahkan kedua pistol yang terselip di pinggangnya siap untuk dia tembakan ke arah musuh, apa bila mereka menyerang secara tiba tiba.


"Akhirnya Anda bisa membawa Nona Crystal dengan cepat, Tuan Muda." ucap Luan penuh sindiran. Karena merasa Galaska terlalu lama membawa Crystal keluar dari rumah itu.


Pria yang sudah berusia 52 tahun namun masih terlihat muda di usianya, yang sudah tidak bisa di katakan muda lagi, segera membukakan pintu mobil untuk Galaska tanpa melunturkan ekspresi datarnya.


Secara perlahan Galaska mendudukkan tubuh Crystal di kursi penumpang, Galaska memposisikan tubuh Crystal agar nyaman saat bersandar.


"Ayo, sebelum mereka menyadari keberadaan kita." titah sang Tuan Muda.

__ADS_1


Alex segera masuk kedalam mobil, dan memposisikannya sebagai sopir. Sedangkan Luan berada di kursi paling belakang, dan Melody berada di samping sopir.


Namun belum sempat Galaska masuk kedalam mobil, sebuah tembakan menggema di area itu. Hanya tembakan di udara tidak fatal, namun satu tembakan itu mengartikan banyak peringatan.


"Sudah aku duga," Galaska berbalik saat mendengar suara Raiden tidak jauh darinya.


Galaska masih menampilkan wajah tenangnya, walaupun sebenarnya dia tengah waspada. Salah satu tangannya sudah bersiap merogoh pistol, yang tersimpan di balik jas hitam yang dia pakai.


"Aku tidak menyangka, kalau seorang Tuan Muda keluarga Nagara menculik calon istri pria lain. Apa sebegitu cintanya kau pada calon istriku?" tutur Raiden santai penuh ejekan.


Bahkan pria berjas abu abu klimis itu menatap meremehkan pada Galaska, Raiden memang tidak terlalu tahu seluk beluk keluarga Nagara, namun Raiden tahu kalau keluarga itu bukan keluarga biasa, seperti kelihatannya.


"Kalau iya memangnya kenapa? bukannya kau dan antek antek benalu mu itu hanya menginginkan seluruh aset keluarga Crystal? bukan menginginkan pemilik sahnya? ambil saja kalau kalian mau, bahkan kalian yang sudah mencuci otak Crystal. Menyebabkan kerusakan jaringan otak parah, kalau Crystal  meminum racun yang kalian berikan secara terus menerus. Lalu, apa sebutan yang pantas untukmu, Tuan Raiden? sepertinya sebutan calon suami itu, terlalu bagus untuk parasit sepertimu. Lebih cocok parasit atau benalu tidak tahu malu, itu lebih pas bukan." kekeh Galaska.


Sementara Raiden, pria itu semakin mengeratkan rahangnya kesal, mendengar penghinaan secara langsung dari Galaska.


Krak!


Raiden mengokang pistolnya ke arah Galaska, dari jarak 5 meter yang memisahkan mereka berdua, peluru Raiden mampu menembus kepala Galaska. Namun sepertinya bibit unggul Nagara ini tidak panik sedikit pun, dia hanya tersenyum tipis pada Raiden sembari mengangkat kedua tangannya di atas dada.


"Turunkan senjata Anda, Tuan Raiden!" sebuah peringatan di lontarkan oleh Luan.


Pria setengah baya itu tidak akan pernah membiarkan bocah nakalnya terluka, karena kalau sampai itu terjadi Crishtian pasti akan kecewa padanya, dan Luan tidak akan membiarkan itu terjadi.

__ADS_1


Sementara di dalam mobil, Crystal terlihat menggeliat, dahinya berkerut.  Namun kedua matanya enggan terbuka, hanya kedua telinganya yang mampu mendengar kasak kusuk di luar mobil. Karena kebetulan pintu mobil tidak tertutup sempurna, jadi suara dari luar mobil bisa Crystal dengar dengan jelas.


"Aku tidak menerima perintahmu, bawahan!" ucap arogan Raiden.


Kedua mata serta pistolnya masih mengarah pada Galaska, bahkan Raiden terlihat sudah menekan pelatuknya. Namun belum sempat dia membidik dengan baik, sebuah pisau belati sudah menancap di lengannya. Jangan salahkan Melody, kalau dia menjadi pelempar ulung seperti Nagara, karena memang pria itu yang mengajarinya.


Ternyata tembakan Raiden tidak mengenai tubuh Galaska, namun menembus tubuh seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil, dan saat ini tubuh itu tengah memeluk Galaska dengan erat.


"C-Crystal?" panggil Galaska pelan.


Galaska mengusap punggung Crystal yang mengeluarkan banyak darah, perlahan dekapan gadis itu semakin mengendur dan hampir limbung, kalau saja Galaska tidak menopangnya.


"B-Bang Ga-la," gumam lirih Crystal, sebelum kegelapan menyelimutinya.


"Selesaikan semuanya dengan cepat, Om!" ucap dingin Galaska pada Luan, setelah itu dia segera membawa Crystal kembali masuk kedalam mobil. Tanpa menunggu perintah, Alex segera membawa Crystal dan Galaska pergi dari sana menuju rumah sakit terdekat. Meninggalkan Luan, Melody dan beberapa bawahan mereka, untuk menyelesaikan perintah dari seorang Galaska Gavy Ranendra.



**BAEK BAEK BANG


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2