Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Bahagian Itu Sederhana


__ADS_3

Lovyna terus saja mengecupi wajah Cia dengan haru, si calon Oma muda itu membelai lembut perut sang calon ibu muda. Kedua matanya berkaca kaca kala membayangkan ada tiga nyawa di dalam perut putrinya.


"Cucu Gradma, sehat sehat ya di dalam perut Mommy kalian. Jangan pada nakal, nanti kasihan Mommy kalian." ucap haru Lovyna.


Sementara Nagara hanya tersenyum tipis pada Cia, sesekali pria yang irit bicara itu memberikan kecupan di pucuk kepala sang putri.


Sedangkan Alkan, entah apa yang tengah dia lakukan di dapur. Setelah menceritakan perihal kehamilan Cia pada seluruh anggota keluarga, Alkan memutuskan pergi menuju dapur tanpa sepatah kata pun. Meninggalkan Cia yang saat ini tengah menjadi objek utama mereka semua.


Bahkan Yasmine dan Berliana tengah memeluk Cia dengan erat, di ikuti oleh si imut Lora dan Prince Aryan yang tengah di pangku oleh Yasmine.


"Ya ampun aku gak nyangka si Bapak Penghulu bibitnya super, sekali tembak langsung 3 coy." bisik Yasmine.


Berliana mengangguk pelan, diam diam dia melirik pada Radja yang tengah mengobrol santai bersama Papa Bara dan yang lainnya.


"Pisang Radja aku aja, kalah," cicit Berliana.


Dia menatap gemas pada Prince Aryan yang tengah mendongak pada Yasmine, mata bulatnya membuat Berliana tidak pernah ingin berjauhan dari sang pangeran kecil. Apa lagi berjauhan dengan Lora, Berliana tidak akan pernah bisa. Ibu dari dua orang anak itu bahkan tidak memperkerjakan baby sitter atau sejenisnya, untuk ikut membantu mengurus Prince Aryan dan Lora, walaupun Radja sudah menawarinya. Berliana lebih memilih untuk merawat kedua anaknya dengan kedua tangannya sendiri. Bahkan saat Berliana pergi ke DIAMOND QUEEN pun, Prince Aryan dan Lora dia bawa.


"Kalau kamu gimana Yas? mana si model itu?" goda Cia pada adik sepupunya.


Bahkan Berliana pun ikut menggoda Yasmine, sementara orang yang mereka goda hanya mencebik pelan.


"Kalian siapa ya? maaf saya tidak kenal." kilah Yasmine, membuat Cia dan Berliana memutar kedua bola mata mereka malas.


Sang gadis malah bangkit lalu membawa Lora dan Prince Aryan pergi. Yasmine masih menghindari pembahasan tentang si model mata duitan itu, walaupun pernikahan mereka tinggal beberapa belas hari lagi.

__ADS_1


Niat hati ingin menjenguk Crystal yang baru saja keluar dari rumah sakit, eh ternyata ada kejutan lain yang mereka dapatkan.


"Ya Tuhan, kamu ngapain makan asem Nak?!" seruan Mace Reina dari arah dapur.


Bahkan suara khasnya sampai terdengar hingga depan, Cia yang tengah mengobrol dengan Berliana segera bangkit, dan berjalan cepat menuju arah suara.


"Kan masih banyak buah di kulkas, ngapain makan asem." omel Mace Reina.


"Enggak apa apa Oma, saya lagi ingin makan ini." tutur pelan Alkan.


Pria berlesung pipi itu tidak peduli, Alkan kembali menikmati asam jawa yang dia temukan di wadah bumbu.


Bahkan si Bapak Penghulu dengan santainya duduk dilantai, sembari mengupas kulit asem jawa.


"Mace kenapa?" tanya Cia yang baru saja masuk kedalam dapur.


Wanita setengah abad lebih itu menelan salivanya ngilu, saat melihat Alkan begitu menikmati asam jawa yang dia kupas. Mace Reina menggelengkan kepala saat melihat betapa lahap cucu menantunya itu saat menikmati si asam jawa.


"Biarin aja Mace, kemarin Mas Al juga makan belimbing wuluh. Tadi Mace di panggil sama Pace tuh." ujar Cia sedikit berbohong.


"Oh ya, ya udah bilangin jangan banyak banyak, nanti suami kamu bisa kena asam lambung." pesan Mace Reina.


"Iya Mace sayang," sahut Cia.


Setelah Mace Reina pergi, Cia perlahan mendekat pada Alkan. Bahkan tanpa ragu si calon ibu muda itu ikut duduk di atas ubin dingin, seperti Alkan saat ini.

__ADS_1


"Enak?" tanya Cia geli.


Entah kenapa dia merasa ngilu melihat Alkan begitu menikmati asam itu, Cia tersenyum geli pada suaminya. Dia yang hamil Alkan yang mengidam, apa sebegitu cintanya pria ini padanya? karena kata orang kalau sang istri hamil lalu si suami yang mengidam, berarti suaminya itu cinta mati pada sang istri. Entah itu benar atau hanya mitos belaka, Cia juga tidak tahu dan tidak peduli.


Mau Alkan cinta mati atau tidak padanya, Cia akan tetap mencintai Alkan sampai kapan pun. Bahkan saat Tuhan memisahkan mereka nanti, Cia berharap mereka akan dipersatukan kembali.


"Kamu mau?" tawar Alkan, si Bapak Penghulu menyodorkan sisa asam jawa pada Cia.


Karena penasaran si calon ibu muda membuka mulutnya, lalu melahap buah asam itu sekaligus. Agak asam, namun Cia merasa buah ini lebih baik dari pada buah kemarin.


"Enak?" tanya Alkan geli.


"Asem Mas, tapi enakan ini dari pada yang kemarin." sahut Cia.


"Cici mau lagi," lanjut Cia.


Wanita itu ikut mengupas kulit asam jawa, agar biji asam di dalamnya bisa dia nikmati. Keduanya sesekali tertawa dan mengobrol ringan, bahkan Alkan sedikit menjahili Cia kala wanita itu sudah tidak kuat menahan rasa asam didalam mulutnya.


Kebahagian mereka berdua itu sederhana, hanya saling melengkapi dan saling memahami satu sama lain, itu sudah cukup bagi Alkan dan Cia.



**MAS MUNDURAN DIKIT, ENGAP AKU OTHOR LIHATNYA


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYYYY MUUUAAACCHH**


__ADS_2