
Secara bergantian mereka menjaga Baby Ais yang belum sepenuhnya pulih, sudah hampir satu minggu lamanya Baby Ais di rawat.
Sedangkan Cia dan kedua putra kembarnya sudah di perbolehkan pulang. Alkan bahkan mengambil cuti panjang demi putri kecilnya, Alkan tidak pernah absen ke rumah sakit untuk mengantarkan asi Cia untuk putri mereka.
Karena kata dokter asi sang ibu bisa lebih cepat memulihkan kesehatan sang bayi, dan itu benar adanya. Baby Ais perlahan membaik, bayi kecil itu menyusu lebih banyak tanpa muntah seperti hari hari yang lalu.
Badannya pun perlahan berisi, Alkan yang selalu ada di sisi sang putri selalu sigap saat Baby Ais lapar, pup atau pun pipis. Alkan dengan telaten mengganti popok serta pakaian Baby Ais setelah sang perawat membersihkan tubuh kecil putrinya.
Sebenarnya itu juga tugas sang perawat, namun karena Alkan yang meminta dia sendiri yang merawat Baby Ais, perawat pun mengizinkannya.
"Assalamualaikum bidadari Ayah, udah mandi ya cantiknya Ais Ayah." celoteh Alkan tanpa sunngkan.
Bahkan interaksi Alkan dan Ais menjadi pusat perhatian pengunjung lain, namun Alkan tidak ambil pusing, pria berlesung pipi itu terus saja mengajak bicara putrinya, sembari memberikan botol susu pada Baby Ais.
Radja dan Berliana serta Elira juga Raga hanya menatap haru pada Alkan, entah sejak kapan mereka sampai. Ke empat orang itu kompak datang tanpa membawa anak anak mereka, karena alasan kesehatan. Bayi dan anak anak tidak baik ikut ke rumah sakit kalau tidak dalam ke adaan terdesak.
Maka dari itu Berliana menitipkan Lora dan Prince Aryan pada Ambaresa dan Soraya- ibu mertuanya. Sementara Elira menitipkan Segara, Regina dan Regatta pada Mace Reina, Tiur dan Agatha, yang kebetulan mereka semua tengah berkumpul di rumah Bunda Marwah.
"Aku harap Baby Ais cepat sehat, Onty pingin gendong kamu sayang." lirih Berliana.
__ADS_1
Radja merangkul pundak Berliana, si pisang radja kesayangan Bell itu merengkuh tubuh Berliana agar mendekat padanya.
"Tenanglah, Baby Ais sebentar lagi pasti pulang." ucap Radja menenangkan.
Sementara Raga dan Elira hanya saling menguatkan lewat genggaman tangan, mereka berdua tahu dan sangat tahu bagaimana perasaan kedua keponakan mereka saat ini.
Memiliki bayi kembar tidak semudah yang di bayangkan, apa lagi kembar tripel seperti mereka. Tapi Raga dan Elira yakin kalau Cia dan Alkan akan mampu menjalaninya.
🕊
🕊
🕊
Keduanya lebih cengeng setelah keluar dari rumah sakit, apa mungkin Baby Shaka dan Baby Aska rindu pada Baby Ais.
"Tenang ya sayang, Baby Ais sebenta lagi pasti sehat dan pulang. Bunda juga pingin ketemu sama Aisya, tapi saudari kalian belum sehat." ucap lirih Cia, sembari mengusap kedua pipi merah Baby Shaka dan Aska secara bergantian. Kedua putranya mulai tenang, walaupun terlihat tidak menyenyak saat tidur.
Cia menghela napas kasar, dia berucap banyak syukur pada Tuhan karena sudah memberikan kepulihan pada putri kecilnya. Alkan mengirimkan sebuah video rekaman keadaan Baby Ais hari ini, Cia mengembangkan senyuman penuh syukurnya kala selang yang ada di hidung Baby Ais sudah di copot.
__ADS_1
Baby Ais yang beberapa hari yang lalu masih meminum susu lewat selang, kini sudah mulai mengedot sendiri.
Berarti sebentar lagi putri kecilnya sudah bisa pulang, Cia tidak sabar menanti hari itu tiba.
"Bobo ya para jagoan Bunda, sebentar lagi adik kalian pulang." bisik Cia.
BABY SAKHA DAN BABY ASKA
**BUNDA CICI
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
JANGAN LUPA MAMPIR JUGA KE CERITA YASMINE DAN ELVIER
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYY MUUUAACCHH**