Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Cinta Dalam Diam


__ADS_3

"Ais mau berangkat sama Abang apa sama Ayah?" tanya Alkan.


Si Bapak Penghulu membenarkan hijab putih yang di pakai oleh putrinya, bisa kita lihat seberapa besar sayang serta cinta Alkan untuk Aisya.


"Sama Ayah aja, kalau sama Abang Ais gak bisa duduk." sahut Ais sedikit kesal.


Bagaimana tidak kesal, setiap dia ikut bersama Shaka pasti sang Abang menyuruhnya untuk duduk mengangkang. Karena Shaka membawa motor trail, jadi Ais tidak bisa duduk miring.


"Ya sudah ayo! sudah pamit sama Bunda juga Nenek?" ucap Alkan lagi.


Aisya mengangguk, satu tangannya segera meraih lengan sang Ayah dan menariknya menuju mobil. Ais memilih mabuk karena naik mobil, dari pada harus pamer legging panjang yang dia pakai sepanjang jalan. Walaupun Shaka sudah menyarankannya memakai celana traning yang longgar, Ais tetap tidak mau- malu katanya.


Karena motor trail milik sang Bapak Penghulu sudah turun tahta, dan kini telah di kuasai oleh pemilik barunya, jadi mau tidak mau Alkan mengalah.


Aisya membuka lebar kaca mobil, tidak lupa satu tangannya terus saja menjejalkan minyak kayu putih ke hidung kecil nan mancungnya. Karena terlalu fokus memikirkan dia mabuk atau tidak nanti, Ais sampai tidak melihat kalau Rimba atau Arion tengah menatapnya dalam di atas motornya.


Sebenarnya Arion ingin sekali mengajak gadis itu pergi bersama, namun dia yakin kalau Aisya akan menolaknya, dan sang Bapak Penghulu pun tidak akan mengizinkan dia membawa putrinya.


Arion menipiskan bibir, dengan perlahan dia mengikuti laju mobil yang di tumpangi oleh Ais. Kalau biasanya Arion membawa motornya dengan kecepatan tinggi, demi Aisya dia menahan keinginannya.


Arion semakin melebarkan senyum kala melihat Ais mengalihkan pandangannya ke arah kaca spion. Bahkan Arion melambaikan satu tangan pada Ais, membuat gadis berkerudung putih itu menoleh padanya.


Arion tertawa kecil saat melihat Ais melotot horor padanya sembari menggelengkan kepala, Arion yakin kalau gadis itu tengah memperingati agar segera mendahului mobil Ayahnya.


Aisya semakin membulatkan kedua matanya saat melihat Arion memberikan kecupan jarak jauh padanya, dengan cepat Ais mengalihkan pandangannya menghadap depan. Bahkan gadis itu menaikan jendela kaca mobil Ayahnya, saat merasakan detak jantungnya semakin kacau gara gara Arion.

__ADS_1


Pria remaja itu memang selalu menggodanya, di dalam sifat pendiam Arion terdapat kejahilan yang tidak terkira kala bersamanya.


Ais menghela napas pelan, lalu menoleh pada sang Ayah. Syukurlah Ayahnya tidak menyadari kalau Arion ada di belakang mereka saat ini.


"Ngapain Arion ngikutin mobil kita?"


Belum sempat Ais menghirup napas, pertanyaan sang Ayah membuatnya harus memutar otak, dan cara amannya saat ini hanyalah menggeleng polos.


πŸ•Š


πŸ•Š


πŸ•Š


Gadis berusia 17 tahun itu melambaikan tangan pada Alkan, dengan senyuman tipis terus saja terpatri di bibirnya.


Ais menghela napas lega setelah melihat mobil Ayah nya keluar dari area sekolah. Ais segera berbalik, dia harus segera pergi ke kelasnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.45 pagi.


"Ais?"


Namun langkahnya terhenti saat mendengar panggilan seseorang dari arah belakang tubuhnya.


" Bareng Abang ya!" pintanya.


Aisya hanya mengangguk, saat Shaka merangkul pundaknya. Interaksi mereka berdua mengundang banyak mata untuk menatap, bagi yang belum tahu kalau Ais dan Shaka adalah saudara kembar, pasti akan banyak para perempuan remaja yang iri dengki pada Aisya.

__ADS_1


Bahkan bukan hanya perempuan, pria remaja pun banyak yang iri melihat kedekatan Shaka dan Aisya. Mereka juga ingin merasakan rangkulan gadis berhijab itu, mendekap untuk melindunginya, memanjakannya. Itulah yang tengah di rasakan para pria yang ada di sekolah ini, termasuk Arion. Tapi mereka tidak berani melakukannya, apa lagi saat ada Shaka di dekat Aisya.



**AISYA



MAU PUASA MAEN KEMBANG APIπŸ˜‚πŸ˜‚




MAS AL😭😭😭


GIMANA MENURUT KALIAN?


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2