
Tidak terasa hari pernikahan Galaska dan Crystal akhirnya tiba, semua keluarga besar Prayoga hadir di tengah tengah acara. Cia, si calon ibu muda itu bahkan sangat antusias, saat melihat suaminya sudah duduk di kursi yang di sediakan khusus untuknya.
Pak Penghulu tampan itu tengah sibuk membolak balikan lembaran kertas, sedangkan sang calon pengantin prianya terlihat melirik ke sana kemari untuk menghilangkan rasa gugup.
"Karena calon pengantin perempuannya sudah tidak memiliki Ayah, atau pun wali nikah dari pihak Ayah. Maka saya sendiri yang akan menikahkan kalian berdua, sebagai wali hakim." ucap Alkan, saat dia sudah membaca semua data kedua calon pengantin, yang akan di nikahkan nya.
Bahkan Cia yang kini berada tepat di hadapan Alkan, seakan tidak kasat mata. Alkan berusaha profesional, walaupun rasanya dia ingin sekali bangkit dan segera menghampiri sang istri. Apa lagi saat melihat Cia terus saja tersenyum padanya, Alkan sekuat tenaga mengendalikan tubuhnya agar tetap duduk.
Disaat Cia dan Alkan saling tatap dalam diam, tidak jauh dari mereka sepasang calon pengantin yang juga akan menikah beberapa waktu lagi, tengah menjadi pusat perhatian. Lebih tepatnya sih, si pria nya yang menjadi pusat perhatian para tamu pernikahan Galaska dan Crystal.
Sementara gadis cantik yang ada di sebelahnya, terlihat begitu risih saat melihat seluruh atensi para tamu tertuju padanya dan pria yang ada di sebelahnya.
Padahal penampilan mereka tidak mencolok sama sekali, masih bisa menyesuaikan. Sang gadis terlihat anggun dengan kebaya maroon model sabrina, yang menampilkan bahu serta leher putih jenjangnya. Sementara sang pria, memakai kemeja putih di padukan dengan jas hitam dan celana bahan.
Tidak ada yang mencolok dari segi penampilan, namun sangat mencolok dari segi harga serta kwalitas.
"Kalau pengantin pria nya sudah siap, apa bisa kita mulai sekarang ijab qabulnya?" tutur Alkan kembali.
Galaska terlihat menghela napas pelan, lalu mengangguk. Siap tidak siap, dia harus siap bukan. Salah satu sudut mata Galaska melirik pada Crystal yang tidak jauh darinya. Sang calon istri tengah di apit oleh Mami serta Cia- adiknya.
__ADS_1
"Saya siap!" sahut Galaska yakin.
Pria bertuxedo biru navy itu segera meraih lengan sang penghulu yang merupakan adik iparnya sendiri, sementara Bara dan Raga menjadi saksi untuk kedua belah pihak.
Sang Bapak Penghulu mengangguk, Alkan terdengar membacakan beberapa doa sebelum acara inti di mulai. Hingga saat waktu ijab kobul tiba, suasana yang tadinya riuh berubah hening. Bahkan Bunda Marwah yang duduk di sebelah Cia terlihat begitu terharu melihat sang putra. Ini kali pertamanya Bunda Marwah melihat Alkan menjalankan tugasnya.
"Bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan serta kawinkan engkau Galaska Gavy Ranendra dengan Aluna Crystal Tjokroaminoto binti Bramantyo Tjokroaminoto dengan mas kawin berupa satu set berlian dan satu buah rumah mewah di bayar tunai." ucap Alkan dengan sekali tarikan napas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Crystal Tjokroaminoto binti Bramantyo Tjokroaminoto dengan mas kawin tersebut tunai!" sahut Galaska dengan lantang, dalam sekali tarikan napas.
Tangannya sedikit bergetar kala Alkan meremasnya cukup kencang, bahkan sebenarnya lidah Galaska hampir saja keseleo saat mengucapkan nama asli Crystal.
"Bagaimana saksi? sah?" tanya sang Bapak Penghulu pada kedua saksi.
"Alhamdullahirobilalamin," seru semua orang yang ada di sana.
Cia dan Mami Lovyna segera memeluk Crystal, sedangkan Crystal masih menatap tidak percaya dengan ini semua. Crystal masih menyangka kalau ini adalah khayalannya, hidup bersama orang orang yang menyayanginya setelah kepergian kedua orang tua serta keluarga Tjokroaminoto.
"Selama ya Kak Crystal, sabar sabar aja ya kalau lagi debat sama Abang." tutur Cia mengingatkan.
__ADS_1
Wanita yang tengah hamil muda itu terlihat bahagia melihat sang Abang, akhirnya pria bermulut pedas dan menyebalkan itu menikah dan menemukan kebahagiannya sendiri.
Semua keluarga terlihat bahagia, termasuk Berliana dan Yasmine. Mereka bersyukur akhirnya Abang mereka satu satunya menikah. Walaupun Galaska hanya saudara sepupu, namun Berliana dan Yasmine sudah menganggap Galaska sebagai Abang kandung sendiri.
Senyuman mereka terus saja terpatri, namun di balik senyuman Yasmine ada perasaan was was melanda hatinya, tanpa di ketahui oleh orang lain.
Akankah pernikahannya dengan Elvier nanti akan bernasib seperti para saudaranya, bahagia. Atau malah sebaliknya? Yasmine berharap ini adalah keputusan yang benar agar dia tidak menyesal di kemudian hari.
CIEEE BANG GALAK KAWIN
**KUATIN TELINGA AJA YA CRYS
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR KALIAN HARI INI
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**