
"Abang, Tata!"
Seruan Aisya membuat Shaka dan Aska menoleh, kedua saudara kembar itu tengah menikmati makan siang yang di siapkan oleh sang Bunda.
"Kakak, Ais. Bukan Tata." protes Aska.
Dia sudah lelah mengarahkan Aisya agar memperbaiki kosa kata dan kecadelannya.
"Punya Ais mana?" Ais mengabaikan ucapan Aska.
Kedua matanya berbinar saat melihat roti isi milik Shaka, dia juga jadi tidak sabar untuk menikmati makan siangnya.
"Ini punya Ais, habisin ya." Shaka memberikan kotak bekal pada sang adik.
"Telimatasih Abang," ujar Aisya.
Dengan semangat bidadari keluarga Syarief itu duduk di kursi kosong yang tidak jauh dari kedua kakaknya, bahkan Ais tidak sabaran membuka kotak bekalnya. Kedua mata balita berhijab fuschia itu berbinar kala melihat roti isi keju dan sayur kesukaannya.
"Bissmilahilohmanilohim, Allohummabitlana fimmalojatana watina'adabanal, Aamiin." sebait doa Ais ucapkan sebelum dia menyantap makanannya.
Namun gerakan tangannya terhenti saat melihat seorang bocah tengah duduk di luar, bocah laki laki yang menyendiri sembari memeluk tas ransel bergambar superhero Captainย Amerika.
Ais kembali menutup kotak bekalnya, dengan cepat dia beranjak dari kursinya. Shaka dan Aska yang melihat adik mereka keluar sembari membawa kotak bekalnya, hanya menatap kepergian Aisya.
Dengan senyum ramahnya, Ais mendekat pada bocah laki laki yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Tamu mau? Bunda Ais loh yang buatin." tawar Aisya ramah.
Kedua mata sampai menyipit kala dia melebarkan senyumnya, walaupun bocah laki laki itu belum merespon Ais tetap tersenyum.
__ADS_1
"Enggak usah, terimakasih." sahut bocah itu.
Senyuman ramah Aisya surut, gadis kecil itu menurunkan tangannya yang tengah memegang kotak bekal, setelah mendengar penolakan si bocah laki laki.
Kedua mata bulat Aisya terus saja memindai bocah laki laki yang ada di hadapannya, Ais belum pernah melihatnya. Apa mungkin dia anak baru, seperti yang di katakan oleh teman temannya tadi.
"Tamu mulid ba-,"
"Ais?"
Suara panggilan itu membuat ucapan Aisya terhenti, kedua mata bulatnya terarah pada Shaka yang melambai padanya.
"Ais pelgi dulu ya, ini loti nya buat tamu aja." ujar Ais.
Bocah perempuan itu segera meninggalkan bocah laki laki yang hendak berbicara namun terlambat, karena Aisya sudah berlari menuju Shaka.
Salah satu sudut si bocah laki laki melirik pada kotak bekal yang di tinggalkan oleh gadis kecil tadi.
๐
๐
๐
"Kotak bekal punya Ais, mana?" tanya Cia, saat dia mengeluarkan kotak bekal anak anaknya.
Aisya menunduk, gadis berhijab instan itu tidak berani menatap sang Bunda.
"Tadi Ais ngasih makan siangnya ke anak baru, jadi kotak bekalnya ketinggalan." celetuk Shaka.
__ADS_1
Bocah laki laki itu terlihat tenang sembari mengotak atik gadget milik sang Ayah.
Cia menatap lembut pada putri kecilnya, ibu dari tiga orang anak kembar itu menuntut jawaban dari Aisya. Senyuman Cia terbit saat melihat Aisya mengangguk pelan.
"Jadi Ais gak makan siang tadi?" tanya Cia lagi.
"Ais matan Bunda, sama Abang Shata juga Tata Asta." ucap pelan Aisya.
Shaka dan Aska menoleh, kedua saudara kembar satu wajah namun beda sifat itu menghela napas pelan mendengar ucapan Aisya.
"Shaka, Aska! bukan Shata sama Asta, Aisya." protes Shaka.
Dia dan Aska sudah lelah mengajari Ais mengucapkan kosa kata yang benar, dan belajar melatih lidah Ais agar bisa mengucapkan huruf R dan K.
"Iya, Abang Shata," sahut Ais pasrah.
Dan itu membuat Shaka dan Aska juga ikut pasrah, dua bocah laki laki itu kembali sibuk dengan kegiatannya masing masing. Kepintaran Sang Ayah tumpah ruah pada keduanya, bahkan sepertinya Shaka dan Aska bisa lompat kelas nantinya.
Sementara Cia hanya bisa mengulum senyum, melihat interaksi ketiga anaknya.
ARION RIMBA RANASPATIH
ARSHAKA KECIL
__ADS_1
ALZASKA KECIL