Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Saling Membutuhkan


__ADS_3

Alkan tersenyum tipis melihat betapa lahapnya Cia saat memakan bakso, wanita berambut panjang itu tidak sungkan sedikit pun. Bahkan saat Alkan menawarkan bakso miliknya, Cia dengan senang hati menerima makanan murah nan nikmat untuk semua kalangan.


"Mau nambah lagi?" tanya Alkan pelan.


Dengan lembut Alkan menyeka bibir Cia menggunakan ibu jarinya, tangan Alkan tidak bisa di kendalikan saat melihat bibir tipis itu terlihat sedikit kotor.


Bahkan Cia pun menatap tidak percaya pada suaminya, kenapa si Bapak Penghulu beberapa hari ini terlihat mulai agresif. Ada apa gerangan? sungguh ini bukan sifat Alkan yang sebenarnya. Pria berlesung pipi ini tidak pernah suka memamerkan kemesraan mereka di tempat umum, tapi apa sekarang? Alkan bahkan terang terangan mampu membuat jiwa para jomblo di sekitar mereka menjerit.


Cia tidak bersuara, dia hanya menggelengkan kepala pelan. Bahkan Cia tersenyum kaku pada Alkan, kenapa dia merasa ngeri saat Alkan mulai agresif. Saat Alkan pasif saja rasanya sudah tidak karuan, bahkan sampai berjam jam. Lalu bagaimana jadinya saat Alkan agresif nanti, bisa kenyang Cia nanti.


"Mau pulang, atau mau ke-,"


"Pulang aja!" Cia segera menyela ucapan Alkan.


Sang Nyonya Alkan segera meraih tas selempangnya di atas meja, lalu berjalan mendahului Alkan yang masih melakukan pembayaran. Namun saat hendak menyebrang jalan, Cia menoleh kembali pada suaminya. Saat kondisi jalanan ramai seperti ini Cia tidak akan berani menyebrang sendiri, walaupun zebra cross sudah ada di depan matanya.


Cia mencebikan bibirnya kala melihatย  sang suami berjalan begitu santai, padahal Alkan tahu kalau dia tidak berani menyeberang sendirian.


"Mas Al, jalannya lama ih," protes Cia, saat Alkan sudah berada di dekatnya.

__ADS_1


Wanita berambut panjang itu segera meraih lengan Alkan, mendekapnya dengan erat seakan tidak ingin menjauh dari suaminya. Sementara Alkan, dia hanya menggelengkan kepalanya. Saat ini dia merasa tengah menyeberang bersama anak SD, Alkan heran kenapa istrinya tidak berani menyeberang sendirian. Lalu dulu sebelum Cia bertemu dengannya, bagaimana cara dia menyeberang? apa menunggu orang lewat lalu mengikutinya? entahlah Alkan tidak mau ambil pusing.


"Kamu tunggu di sini, Mas mau mengambil motor di parkiran. Jangan kemana mana! diam di sini," titah Alkan, seakan tidak mau di bantah.


Pria berlesung pipi itu segera menuju parkiran rumah sakit, setelah melihat Cia mengangguk patuh.


๐Ÿ•Š


๐Ÿ•Š


๐Ÿ•Š


Kalau saat ini Crystal tengah tersenyum diam diam melihat kelakuan Galaska, lain dengan pria berambut ikal itu, Galaska tengah mengerutuki mulutnya sendiri. Dia malu setengah mati saat menyadari ucapannya pada Crystal tadi, kenapa dirinya harus menjilat ludah sendiri? hanya karena takut di langkahi saat mendengar Yasmine akan menikah.


Seharusnya dia jaga image sedikit, kalau sudah seperti ini mau apa lagi, walaupun Galaska pasti akan menerima kalau Crystal mau menikah dengannya. Oke, mungkin kali ini dia harus meruntuhkan ego nya sejenak, menurunkan gengsinya sedikit demi kelangsungan masa depan keluarga Nagara.


Galaska bangun, kepalanya sedikit berdenyut karena merasa tidak nyaman. Pria bermulut syaiton itu menutup kedua matanya sejenak, lalu menghirup napasย  dalam. Setelah kedua mata Galaska yang sudah terbuka sempurna, dia beralih menatap punggung kecil Crystal yang kebetulan posisi tidur gadis itu memang harus miring. Karena kalau tidak miring, luka operasi di punggungnya akan tertekan.


Galaska bangkit, kedua kaki jenjangnya membawa dia mendekat ke arah tempat tidur Crystal. Dengan pelan dan hati hati, Galaska mendudukkan dirinya di samping Crystal.

__ADS_1


Tangannya terulur untuk memainkan rambut hitam milik sang gadis, bahkan sangat terlihat jelas jakun Galaska naik turun menahan rasa gugupnya.


"Aku tahu kau tidak tidur," ujar Galaska tiba tiba, pria ini yakin kalau Crystal hanya berpura pura tidur.


Sementara Crystal sedikit tersentak mendengar ucapan Galaska, bukannya dia tidak tahu kalau pria bermulut cabai ini sudah ada di sampingnya. Tapi Crystal lebih memilih diam, dari pada ketahuan kalau dia hanya sedang berpura pura tidur.


Walaupun ternyata ke pura puraannya gagal total, Galaska terlalu peka soal ke pura puraan, namun tidak pernah peka saat melibatkan perasaan.



**INGIN KU COLOK DIMPLE MU MAS AL๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2