
Kedua mata Lovyna membulat sempurna, kala melihat pemandangan langka di hadapannya saat ini. Dia melihat Galaska tengah tidur di ranjang rawat Crystal dengan santai, bahkan posisi tidur sang putra terlihat begitu nyaman karena kepalanya bertumpu pada perut sang gadis.
Pagi ini Lovyna pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan pakaian Galaska dan juga membawakan sarapan sang putra. Namun apa yang dia lihat pagi ini, waktu sudah menunjukkan pukul 07.35 pagi tapi kedua anak manusia itu belum juga bangun. Lalu kenapa posisi tidur mereka seperti ini? terlihat seperti sepasang kekasih? bahkan terlihat intim sekali.
Kalau Crystal mungkin Lovyna bisa mengerti, tapi kalau untuk si petasan renteng Lovyna harus cepat bertindak.
Puk
Puk
Puk
Lovyna menepuk punggung sang putra berkali kali, namun sepertinya tepukan Lovyna tidak berpengaruh sama sekali pada Galaska. Jadi kali ini ibu dari dua orang anak itu menepuk punggung sang putra lebih keras lagi.
"Bang! bangun udah siang," ujar Lovyna.
Kali ini tepukan nya berhasil membuat Galaska menggeliat, namun kedua matanya masih tertutup rapat. Pria berambut ikal itu malah semakin menduselkan wajahnya di perut rata Crystal. Untung saja tadi malam Galaska memberikan sebuah bantal empuk di bagian belakang tubuh Crystal, membuat gadis itu bisa tidur nyaman tanpa harus selalu miring saat tidur.
"Bang!" dengan gemas Lovyna menarik telinga Galaska.
Namun sepertinya itu tidak berpengaruh apa apa, gerakan Galaska malah membuat Crystal terbangun. Gadis cantik itu mengerejabkan kedua matanya, untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.
__ADS_1
Posisi tidurnya tidak nyaman, saat merasakan sebuah beban berat tengah menimpa perutnya. Satu tangan Crystal terulur untuk menyentuh benda yang tengah menimpa perutnya. Kedua mata gadis itu belum terbuka sempurna, jadi Crystal tidak menyadari kehadiran Mami Lovyna bahkan posisi tidur Galaska pagi ini.
Barulah saat salah satu tangan dia meraba helaian rambut, kedua mata Crystal terbuka sempurna. Bahkan mulutnya terbuka lebar saat melihat Mami Lovyna sudah berada di dekatnya. Crystal semakin shock kala melihat rambut siapa yang saat ini tengah dia pegang.
'Bang Gala,' gumam Crystal dalam hati.
"Mam-," ucapan Crystal terputus, saat melihat Lovyna mengisyaratkannya untuk diam.
Crystal meringis tidak enak pada Lovyna, apa lagi saat melihat posisi Galaska saat ini. Pasti wanita yang sudah berkepala empat itu berpikiran macam macam padanya dan Gala.
"B-Bang?" panggil Crystal pelan.
"Lima menit lagi," gumam pelan Galaska.
Bahkan sadar atau tidak, Galaska meraih tangan Crystal yang ada di kepalanya, lalu membawa tangan itu ke arah bibirnya dan memberikan banyak kecupan.
Crystal yang melihat itu hanya bisa berkedip, sementara Lovyna di buat melongo dengan kelakuan sang putra. Kenapa Galaska melakukan itu pada Crystal? sebenarnya apa yang sudah terjadi pada mereka selama dia tidak ada di rumah sakit?
"BANG!" seruan keras Lovyna, mampu membuat Galaska terperanjat kaget.
Pria berambut ikal itu mengerejabkan ke dua matanya cepat, namun posisinya masih sama yaitu menumpukan wajahnya di perut rata Crystal.
__ADS_1
"Kamu ngapain tidur di ranjang Crystal? terus tidurnya di perut lagi, kamu gak kasian sama Crystal! dia lagi sakit loh, Bang. Ya ampun Mami gak tau harus ngap-,"
"Gala mau nikah sama Crystal, Mi," gumam pelan Galaska.
Pria itu dengan santai kembali memejamkan kedua matanya, tidak lupa Galaska juga merebahkan kepalanya di perut Crystal dengan nyaman. Bahkan kali ini Galaska melingkarkan kedua tangannya di tubuh Crystal, membuat gadis itu semakin meringis di buatnya.
"Galaska Gavy Ranendra! kamu dengar Mami ngomong gak!" amuk Lovyna, sang Mami menatap horor pada Galaska.
Crystal bahkan segera menepuk pundak Galaska kencang, agar pria bertato itu segera tersadar.
"Bang, bangun ada Mami." ucap bingung serta khawatir Crystal.
Gadis itu pun tidak bisa bergerak karena Galaska tengah menguasai tubuhnya, hanya mampu menggeserkan sedikit tubuhnya agar dia bisa menjauhkan Galaska dari perutnya.
BANG GALAK NGEBET BET DAH
SABAR YA NENG😂😂
__ADS_1