Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Tripel


__ADS_3

Didalam taksi Cia terus saja menatap haru pada hasil USG calon bayinya, dia tidak menyangka kalau di dalam perutnya saat ini ada tiga bibit si singkong Thailand.


Diam diam Cia melirik pada Alkan, pria berlesung pipi itu tetap fokus menatap ke depan. Dari arah samping , Cia dapat melihat dengan jelas wajah tampan suaminya. Dia tidak menyangka kalau pria yang selalu dia ikuti ini sudah menjadi miliknya, menjadi Ayah dari calon anak anaknya nanti. Cia tidak bisa membayangkan, apa jadinya dia kalau Alkan tiba tiba pergi? Alkan adalah hidupnya, belahan jiwanya, seluruh napasnya, tempatnya pulang, suka dukanya, kebahagiannya dan Cia berharap kalau Alkan akan menjadi jodoh dunia akhiratnya nanti.


Dengan haru Cia segera memeluk tubuh Alkan dari samping, membuat pria berlesung pipi itu sedikit tersentak. Alkan segera menoleh kala merasakan pelukan Cia, kedua sudut bibirnya terangkat. Bahkan tanpa ragu Alkan memberikan kecupan sayang di pucuk kepala Cia. Alkan tidak peduli dengan sopir taksi yang ada di depan mereka saat ini.


Keduanya larut dalam perasaan haru dan bahagia, bahkan Cia dan Alkan sampai memejamkan kedua mata mereka dengan nyaman, sembari memeluk satu sama lain.


Ciitt


Duk


Tubuh Cia dan Alkan hampir saja terhuyung ke depan, kalau saja Alkan tidak sigap menahan tubuh mereka berdua.


Cia segera membuka kedua matanya kala mendengar umpatan sang sopir, dia segera menegakan tubuhnya lalu menatap ke arah luar sama seperti yang tengah di lakukan oleh Alkan


"Kenapa Mas?" tanya Cia.


"Ada mobil yang menyerempet taksi kita," ujar tenang Alkan.

__ADS_1


Kalau Alkan terlihat tenang lain dengan Cia, si calon ibu muda itu membulatkan kedua matanya. Dengan cepat Cia kembali mengedarkan pandangannya ke arah mobil mewah, yang sudah melaju kencang meninggalkan taksi mereka.


"Pak sopir, tidak apa apa?" tanya Alkan.


"Tidak apa apa Mas, waduh itu yang nyopir kayaknya sengaja nabrakin mobilnya ke taksi saya. Jalan segini gedenya masa masih mepet aja, untung jalanan lagi gak ramai." omel sang sopir taksi.


Alkan hanya tersenyum tipis menanggapinya, dia berusaha tenang agar Cia tidak berpikiran apa pun saat ini. Alkan tidak mau kalau Cia berpikiran apa pun saat ini, Alkan tidak ingin istrinya tertekan apa lagi stres karena itu tidak baik untuk janin serta ibunya.


"Mas?" panggil Cia.


"Iya," sahut Alkan cepat.


Kedua matanya berbinar kala membayangkan makanan kesukaannya itu, makanan yang menjadi saksi bisu kegigihannya saat Cia mencari informasi tentang si Bapak Penghulu pujaan hatinya.


Alkan mengangguk, satu tangannya meraih pundak sang istri lalu membawa wanita itu kedalam dekapannya. Alkan tidak akan membiarkan Cia terluka sedikit pun apa pun yang terjadi, apa lagi saat ini di dalam perut istrinya ada si kembar tiga, Alkan harus lebih protektif mulai saat ini.


Tidak lama, taksi yang mereka tumpangi sampai di depan sebuah gerbang besar, Alkan dan Cia keluar dari dalam taksi dan segera menuju gerbang besar yang sudah terbuka secara otomatis.


Cia terus saja menggandeng lengan Alkan erat, entah kenapa biar pun mereka berjalan kaki seperti ini, rasanya Cia begitu bahagia. Apa lagi saat melihat Alkan diam diam meliriknya, mereka terlihat seperti anak ABG yang baru saja jatuh cinta, lucu sekali.

__ADS_1


Namun sesampainya di pintu utama, dahi Cia mengernyit kala mendengar begitu banyak suara dari dalam rumah orang tuanya. Cia mengedarkan pandangannya keseluruh area rumah, dia baru menyadari kalau di halaman samping ada beberapa mobil terparkir.


"Kayaknya Mami lagi kedatangan tamu, Mas," ujar Cia.


Wanita yang tengah hamil muda itu segera menarik lengan suaminya, keduanya masuk setelah mengucapkan salam.


Dan benar saja suasana didalam terlihat begitu ramai, keluarga besar Prayoga tengah berkumpul di kediaman Nagara.


"Kak Cici?" panggil Yasmine antusias.


Gadis yang akan berusia 19 tahun itu bangkit, lalu segera berlari menuju Cia. Yasmine hendak memeluk tubuh Cia, namun gerakannya terhenti saat melihat Cia menahannya. Yasmine menekuk wajahnya, sedangkan Cia hanya mengantisipasi agar ke tiga calon anaknya tidak terjepit Yasmine kala gadis itu memeluknya.


"Pelan aja meluknya, jangan kencang kencang. Kasian si dede nanti kejepit sama kamu," ucap Cia santai.


Namun sepertinya tidak santai untuk Lovyna,Nagara dan anggota keluarga lainnya. Bahkan Crystal dan Galaska yang ternyata sudah pulang dari rumah sakit pun ikut terkejut mendengarnya.



SENYAMANNYA BUMIL AJA DEH

__ADS_1


__ADS_2